ANALISIS: Brasil 3-1 Kroasia, Lolos Tekanan
Editor Bolanet | 13 Juni 2014 07:29
Bola.net - mampu menjawab tekanan besar pada laga perdana mereka di Piala Dunia. Berstatus sebagai tuan rumah turnamen, Brasil mampu meraih kemenangan 3-1 ketika menjalani laga pembuka melawan .
Brasil sempat terlihat bermain grogi pada awal pertandingan dan bahkan tertinggal lebih dulu lewat gol bunuh diri Marcelo. Namun Brasil perlahan mulai mampu menguasai tekanan mereka dan menata diri untuk menghajar Kroasia.
Usaha demi usaha Brasil mulai menunjukkan hasil lewat tendangan jarak jauh yang gagal dijangkau Stipe Pletikosa. Meski pada babak pertama hanya bermain imbang, Brasil mampu membalik kedudukan pada babak kedua.
Brasil secara umum memang tidak tampil hebat, namun penampilan mereka pagi ini cukup untuk membawa kemenangan. Berikut adalah analisis singkat jalannya pertandingan curtain raiser Piala Dunia 2014 ini. (bola/hsw)
Statistik Pertandingan

- Penguasaan Bola: 61%
- Shot: 14
- On Target: 6
- Umpan Sukses: 85%
- Pelanggaran: 5
- Sepak Pojok: 7
- Dribble: 23
- Tekel: 16
- Offside: 1
- Kartu Kuning: 2
- Kartu Merah: 0
Kroasia
- Penguasaan Bola: 39%
- Shot: 11
- On Target: 3
- Umpan Sukses: 77%
- Pelanggaran: 20
- Sepak Pojok: 3
- Dribble: 9
- Tekel: 21
- Offside: 0
- Kartu Kuning: 2
- Kartu Merah: 0
Penampilan Brasil

Jika memang ingin juara, masih ada banyak aspek yang harus diperbaiki Brasil. Tim ini terlihat tidak bermain lepas dan karenanya sering melakukan kesalahan sendiri pada awal pertandingan.
Kroasia memang tim yang kuat, namun mereka bukan salah satu favorit juara Piala Dunia. Seandainya Brasil melawan tim yang lebih kuat, mereka mungkin akan lebih banyak dihukum atas berbagai kesalahan yang mereka lakukan.
Setelah Neymar menyamakan kedudukan pada menit ke-29, Brasil harusnya mengambil kendali penuh pertandingan - tapi itu tidak terjadi. Brasil masih terkesan ragu-ragu karena ancaman Kroasia lewat serangan balik.
Pada akhirnya, Brasil mendapatkan tiga poin yang sangat mereka butuhkan. Namun mereka wajib memperbaiki penampilan jika ingin melaju sampai ke puncak kompetisi ini.
Penampilan Kroasia

Kalah teknik, Kroasia mengandalkan serangan balik. Strategi ini sangat efektif - begitu efektif sehingga Brasil seperti jera melakukan serangan frontal secara kontinyu.
Kroasia unggul cepat lewat bunuh diri Marcelo, dan Brasil seperti 'trauma' dengan serangan kilat Kroasia sepanjang pertandingan. Kroasia yang menumpuk para gelandang kreatif di lini tengah memang seperti memiliki banyak mata untuk menemukan pemain yang bisa melancarkan serangan kilat.
Namun kemudian perbedaan kualitas kedua tim menunjukkan efeknya. Kroasia mungkin akan mendapat hasil yang berbeda seandainya bisa memasang penyerang andalan mereka Mario Mandzukic dalam laga ini.
Kekalahan ini jelas bukan berita gembira bagi Kroasia, namun mereka juga tak akan terlalu kecewa dengan usaha yang telah mereka tunjukkan.
Hasil Akhir Pertandingan

Kroasia yang ditekan terus justru mampu memberikan ancaman konstan kepada Brasil. Brasil tak pernah bisa nyaman bermain karena terus memikirkan potensi serangan balik Kroasia yang mematikan.
Saat skor masih 1-1, kedua tim seperti hanya tampil untuk mencegah kebobolan saja. Maksudnya, tak banyak peluang tercipta dan ketika ada pun, masing-masing tim bisa menghalau serangan lawan.
Namun pertandingan memasuki menit ke-71, wasit Yuichi Nishimura membuat keputusan kontroversial. Wasit asal Jepang itu memberikan hadiah penalti yang 'soft' karena menganggap Dejan Lovren menjatuhkan Fred. Tayangan ulang menunjukkan keputusan itu sangat mungkin diperdebatkan.
Pelatih itu sukses dieksekusi oleh Neymar dan jelas mengubah jalannya laga. Kroasia pastinya merasa layak untuk setidaknya mendapatkan poin dalam pertandingan tadi.
Man of the Match

Neymar melanjutkan kinerja hebatnya bersama timnas Brasil. Sejauh ini Neymar sudah mencetak 33 gol dalam 50 pertandingan bersama timnas Brasil. Dan ia baru berusia 22 tahun!
Dua gol Neymar memang bukan gol spektakuler namun keduanya sangat penting bagi Brasil. Neymar mencetak gol penyeimbang dan gol yang membawa Brasil unggul. Bisa dikatakan Neymar telah mengangkat mental bertanding Brasil dalam laga ini.
Flop of the Match

Namun di sisi pemain, kiper Korasia Stipe Pletikosa mungkin akan merasa sedikit menyesal. Ia harusnya bisa berbuat lebih baik dalam menghalau dua gol Brasil. Gol pertama Neymar cukup lemah meski arahnya memang membunuh. Sementara tendangan Oscar seharusnya bisa ditepis jika Pletikosa mengambil keputusan yang lebih baik.
Laga Berikutnya

Sementara itu, Kroasia menghadapi laga wajib menang ketika menghadapi Kamerun pada hari Rabu. Gagal meraih tiga poin, peluang Kroasia untuk lolos dari fase grup sepertinya akan menguap.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Konfirmasi Cedera Raphinha, Absen Sekitar Lima Pekan
Liga Spanyol 28 Maret 2026, 07:47
-
Kabar Buruk, Raphinha Cedera dan Mundur dari Skuad Brasil
Piala Dunia 28 Maret 2026, 07:42
-
Man of the Match Brasil vs Prancis: Kylian Mbappe
Piala Dunia 27 Maret 2026, 05:28
-
Hasil Brasil vs Prancis: Mbappe Nyekor, Les Bleus Menang 2-1
Piala Dunia 27 Maret 2026, 05:17
LATEST UPDATE
-
Nasib Arne Slot di Liverpool Ditentukan Liga Champions, Ini Syaratnya
Liga Inggris 22 April 2026, 03:03
-
Musim Gagal Real Madrid: Florentino Perez Akui Salah Pilih Pelatih
Liga Spanyol 22 April 2026, 01:00
-
Inter Milan Cari Pengganti Sommer, Legenda Klub Ajukan 3 Kandidat Kiper
Liga Italia 22 April 2026, 00:37
-
Jose Mourinho Tawarkan Diri ke Real Madrid, Ada Urusan yang Belum Selesai
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:22
-
Barcelona Perlu Buka Ruang Finansial: 5 Pemain Bisa Dilepas
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:13
-
Barcelona Butuh Pemimpin untuk Wujudkan Mimpi Liga Champions Hansi Flick
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:06
-
Tawaran Rp400 Miliar dari Arab untuk Gelandang Muda Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 00:02
-
Samator Kalahkan Garuda Jaya 3-0, Satu Langkah Lagi Menuju Podium ke-3 Proliga 2026
Voli 21 April 2026, 23:57
-
Hansi Flick Tegaskan Komitmen Perpanjang Kontrak di Barcelona
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:52
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Alaves: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:34
-
Tempat Menonton Brighton vs Chelsea: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 21 April 2026, 23:18
-
Juventus Sudah Membaik, tapi Kualitas Skuad Masih Belum Cukup untuk Bersaing
Liga Italia 21 April 2026, 22:49
-
Juventus Inginkan Gelandang Atalanta, tapi Harga Tinggi Jadi Rintangan
Liga Italia 21 April 2026, 22:22
-
Prediksi Barcelona vs Celta 23 April 2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 21:51
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59



