Best XI Serie A: Napoli yang Juara, Inter Milan yang Mendominasi di Starting XI, dan Magis McTominay
Afdholud Dzikry | 2 Desember 2025 08:40
Bola.net - Ajang bergengsi Gran Gala del Calcio baru saja merilis daftar Tim Terbaik Serie A musim 2024-2025. Penghargaan ini menjadi bukti sahih performa gemilang para aktor lapangan hijau di Liga Italia sepanjang tahun.
Meskipun Napoli keluar sebagai peraih Scudetto, dominasi justru ditunjukkan oleh Inter Milan dalam susunan 11 pemain terbaik. Nerazzurri mengirimkan perwakilan terbanyak dalam daftar prestisius yang dipilih langsung oleh sesama pesepak bola tersebut.
Sorotan utama tertuju pada gelandang Napoli, Scott McTominay, yang sukses menyabet gelar Pemain Terbaik Musim Ini. Selain itu, nama gelandang berdarah Indonesia, Tijjani Reijnders, juga masuk dalam jajaran elite meski kini sudah tidak merumput di Italia.
Malam penghargaan di Milan ini menjadi panggung pengakuan bagi mereka yang tampil konsisten. Berikut adalah ulasan lengkap per lini dari susunan pemain terbaik Liga Italia musim lalu.
Kiper: Mile Svilar
Sektor penjaga gawang mutlak menjadi milik Mile Svilar yang tampil fenomenal bersama AS Roma. Musim lalu adalah panggung pembuktian kiper muda ini sebagai pilihan utama di bawah mistar gawang Serigala Ibu Kota.
Ia tampil penuh dalam 38 pertandingan dengan catatan hampir setengahnya berakhir clean sheet. Nilai pasarnya kini melonjak drastis setelah menyingkirkan pesaing kuat seperti David de Gea dan Yann Sommer.
Bek Kanan: Denzel Dumfries

Posisi bek kanan ditempati oleh Denzel Dumfries yang menjadi kepingan vital dalam skema permainan Simone Inzaghi. Pemain Inter Milan ini akhirnya masuk dalam tim terbaik setelah konsisten meneror sisi sayap lawan.
Dumfries sukses mencetak tujuh gol dan tiga assist yang sangat krusial bagi perjalanan Nerazzurri. Ia berhasil mengalahkan Giovanni Di Lorenzo yang sebelumnya mendominasi penghargaan ini dua tahun berturut-turut.
Bek Tengah: Alessandro Bastoni
Nama Alessandro Bastoni seolah menjadi langganan tetap dalam daftar bek tengah terbaik Serie A. Ini adalah kali keempat bek andalan Inter Milan tersebut masuk dalam Top 11 Gran Gala del Calcio.
Meski Inter gagal juara, peran Bastoni di lini pertahanan tetap tak tergantikan sebagai bek modern. Ia mencatatkan hampir 60 penampilan di semua kompetisi dengan performa yang sangat stabil.
Bek Tengah: Amir Rrahmani
Pendamping Bastoni di jantung pertahanan adalah tembok kokoh Napoli, Amir Rrahmani. Bek asal Kosovo ini menjadi satu-satunya konstanta di lini belakang Napoli saat meraih dua Scudetto dalam tiga tahun terakhir.
Rrahmani tampil penuh dalam 38 laga liga dan menjadi pemimpin sejati saat rekan duetnya berganti-ganti. Ia sukses menyisihkan kandidat lain seperti Francesco Acerbi dan Alessandro Buongiorno berkat ketangguhannya.
Bek Kiri: Federico Dimarco
Sektor kiri pertahanan dikuasai oleh Federico Dimarco yang tampil eksplosif sepanjang musim. Ia kembali terpilih sebagai bek kiri terbaik mengulangi prestasinya pada tahun sebelumnya.
Dimarco menyisihkan pesaing seperti Angelino dan Nuno Tavares berkat kontribusi assist dan golnya yang memukau. Kualitas umpan silang dan stamina tingginya menjadi senjata mematikan bagi Inter Milan.
Gelandang: Tijjani Reijnders
Satu nama yang menarik perhatian di lini tengah adalah masuknya Tijjani Reijnders. Gelandang yang sempat menjadi nyawa permainan AC Milan ini terpilih meski kini telah berseragam Manchester City.
Reijnders menjadi sinar terang di tengah musim sulit Rossoneri dengan sumbangan 10 gol dan lima assist. Transfer mahalnya ke Inggris senilai 55 juta Euro menjadi bukti kualitas gelandang keturunan Maluku tersebut.
Gelandang: Nicolo Barella
Nicolo Barella kembali menegaskan statusnya sebagai gelandang terbaik Italia saat ini. Penggawa Inter Milan ini memecahkan rekor sebagai pemain yang paling sering masuk dalam tim terbaik Gran Gala del Calcio.
Ini adalah ketujuh kalinya secara beruntun Barella terpilih dalam Top 11, melampaui legenda seperti Gianluigi Buffon. Konsistensinya menjaga ritme permainan Inter membuatnya tak tergoyahkan di lini tengah.
Gelandang: Scott McTominay
Bintang utama malam penghargaan ini tentu saja jatuh kepada Scott McTominay. Gelandang Napoli ini tidak hanya masuk tim terbaik, tetapi juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Serie A secara keseluruhan.
Pemain yang dijuluki "McFratm" oleh publik Naples ini menjadi kunci sukses Napoli meraih Scudetto di bawah asuhan Antonio Conte. Gol-gol krusialnya di laga genting membuatnya lebih unggul dari Hakan Calhanoglu.
Penyerang: Moise Kean
Di lini depan, kebangkitan karier Moise Kean bersama Fiorentina mendapat pengakuan layak. Setelah masa-masa sulit di luar negeri dan Juventus, Kean menemukan ketajamannya kembali di Florence.
Striker ini mencatatkan musim terbaik dalam kariernya dengan torehan 19 gol di liga. Kean menjadi runner-up top skor dan tampil sebagai predator kotak penalti yang menakutkan lawan.
Penyerang: Mateo Retegui
Satu lagi pemain yang masuk daftar meski sudah pindah liga adalah Mateo Retegui. Mantan bomber Atalanta ini adalah pencetak gol terbanyak Serie A musim lalu dengan catatan 25 gol.
Ketajamannya di depan gawang membuat klub Arab Saudi, Al-Qadsiah, rela menebusnya dengan harga fantastis. Retegui menjadi Capocannoniere Italia pertama sejak era Filippo Inzaghi pada tahun 1997.
Penyerang: Lautaro Martinez
Melengkapi trisula lini depan, ada kapten Inter Milan, Lautaro Martinez. Striker asal Argentina ini terus memecahkan rekor gol dan menjadi penyerang asing tersubur sepanjang masa Inter.
Lautaro mencetak 12 gol di liga dan total 24 gol di semua kompetisi musim lalu. Ia menyisihkan nama-nama besar seperti Marcus Thuram dan Ademola Lookman untuk satu tempat di lini serang.
Pelatih: Antonio Conte
Arsitek di balik kesuksesan Napoli, Antonio Conte, dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik. Conte membuktikan tangan dinginnya dengan langsung membawa Napoli juara di musim pertamanya, mengulangi sukses di Juve dan Chelsea.
Mantra "amma fatica" atau kerja keras yang ia tanamkan berhasil mengubah Napoli menjadi tim juara meski ditinggal banyak bintang. Ini adalah gelar pelatih terbaik kelima bagi Conte, mengungguli Simone Inzaghi dan Cesc Fabregas.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Pemain Arsenal Absen Lawan Inter Milan, Siapa Saja?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 14:40
-
Rekor Sempurna Arsenal Jadi Motivasi Hadapi Inter di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:23
-
Inter Milan vs Arsenal: Ketika 'Pedang Italia' Berhadapan dengan 'Perisai Inggris'
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:18
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
LATEST UPDATE
-
Rekor Sempurna Arsenal Jadi Motivasi Hadapi Inter di Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:23
-
Inter Milan vs Arsenal: Ketika 'Pedang Italia' Berhadapan dengan 'Perisai Inggris'
Liga Champions 20 Januari 2026, 14:18
-
Jadwal Siaran Langsung Bodo/Glimt vs Man City Hari Ini, Live Gratis di SCTV!
Liga Champions 20 Januari 2026, 13:59
-
Link Live Streaming Proliga 2026 Matchweek 3 di Vidio Pekan Ini
Voli 20 Januari 2026, 13:43
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







