Bomber Maut Yang Pernah Bermain di Atletico Madrid
Aga Deta | 11 Februari 2016 16:11
Bola.net - Bola.net - Atletico Madrid adalah tim yang selalu memiliki penyerang terbaik di skuat mereka. Di saat tim lain kesulitan menemukan striker jempolan, Atletico seakan tidak pernah menemui kesulitan.
Selama dua dekade terakhir, Atletico kerap melepas striker bintangnya ke klub lain. Meskipun begitu, Colchoneros selalu menemukan pengganti yang lebih baik untuk mengambil alih tanggung jawab mencetak gol di Vicente Calderon.
Berikut ini striker-striker hebat yang mengisi lini depan Atletico Madrid dalam dua dekade terakhir.
Christian Vieri

Kehadiran Vieri memberikan dampak yang luar biasa dengan mencetak 24 gol dari 24 pertandingan di La Liga sehingga berhasil menyabet penghargaan bergengsi Pichichi di musim debutnya di Spanyol. Mengakhiri musim dengan mencetak 29 gol dari 32 pertandingan untuk Colchoneros, Vieri mendapat reputasi sebagai salah satu striker hebat yang telah bermain untuk Atletico Madrid.
Setelah tampil hebat di Atletico Madrid dan Piala Dunia, Vieri kembali ke Serie A untuk bergabung Lazio dengan biaya sebesar 25 juta euro sehingga Atletico mendapat untung besar di atas 15 juta euro.
Jimmy Floyd Hasselbaink

Hasselbaink meraih kesuksesan di level individu setelah mencetak 24 gol dari 34 penampilan untuk Atletico Madrid dan menjadi tersubur kedua dalam daftar top skor di liga. Namun sayang torehan gol Hasselbaink tersebut tak mampu menyelamatkan Atletico dari jeratan degradasi untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Meskipun begitu, Hasselbaink kerap mencetak gol penting bagi Atletico. Ia mencetak dua gol dalam derby Madrid saat Atletico mengalahkan rival mereka Real Madrid untuk pertama kalinya di Santiago Bernabeu dalam sembilan tahun. Hasselbaink juga sempat mencetak gol di Camp Nou sehingga menegaskan kelasnya sebagai penyerang berkualitas.
Hasselbaink meninggalkan Atletico untuk bergabung dengan Chelsea di musim panas tahun 2000 untuk menjadi striker pertama yang telah bermain untuk Atletico dan Chelsea.
Fernando Torres

2012.
Torres yang baru berusia 18 tahun menjalani debut musim La Liga dengan cukup bagus dengan mencetak 13 gol dalam 29 penampilan. Ia mampu tampil lebih baik lagi di musim berikutnya dengan mencetak 19 gol dalam 35 penampilan di liga dan menempati urutan ketiga dalam daftar top skor.
Hal ini membuat Torres menjadi kapten tim pada usia 19 tahun dan sang pemain begitu dicintai publik Vicente Calderon. Torres akhirnya pindah ke Liverpool pada tahun 2007 dan kemudian menjelma menjadi salah satu pemain depan yang paling ditakuti di Eropa.
Setelah menjalani masa yang sulit, bersama Chelsea dan AC Milan, Torres memutuskan kembali ke klub masa kecilnya dengan kesepakatan peminjaman selama dua tahun dari Milan. Torres baru saja mencetak gol ke-100 bagi klub dan hal itu semakin membuat namanya menjadi legenda di Atletico.
Sergio Aguero

Aguero memainkan peran penting dalam kesuksesan Atletico memenangkan Liga Europa dan mencapai final Copa Del Rey pada musim 2009/10. Meskipun tidak terlalu produktif di depan gawang, Aguero mendapat pujian karena penampilannya yang impresif sehingga membentuk duet mematikan dengan striker asal Uruguay Diego Forlan.
Musim terbaik Aguero terjadi pada musim 2010/11 di mana ia sanggup mencetak 20 gol untuk pertama kalinya dalam karirnya. Semua performa luar biasa Aguero tersebut membuat Manchester City tak ragu mengeluarkan biaya transfer sebesar 45 juta euro yang kemudian digunakan untuk membeli Radamel Falcao.
Diego Forlan

Musim kedua Forlan di Atletico benar-benar luar biasa di mana ia sanggup mencetak 32 gol dari 33 pertandingan untuk memenangkan penghargaan Pichichi dan sekaligus Sepatu Emas Eropa. Musim berikutnya tak berjalan baik untuk Forlan dan Atletico karena mereka menjalani start terburuk di liga sejak terdegradasi. Meskipun begitu, Atletico dan Forlan mampu bangkit dan memenangkan Liga Europa dengan Forlan mencetak dua gol di final melawan Fulham.
Forlan sempat memenangkan Piala Super Eropa dengan Atletico sebelum bergabung dengan Inter Milan pada musim panas 2011.
Radamel Falcao

Pemain Kolombia ini memberi dampak besar kepada Atletico dengan memenangkan gelar Liga Europa kedua. Falcao menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan Liga Europa dengan dua klub yang berbeda secara beruntun.
Falcao benar-benar membuktikan sebagai bomber mematikan di depan gawang. Ia sanggup mencetak 52 gol hanya dalam 68 pertandingan untuk Los Rojiblancos. Pada musim kedua dan sekaligus musim terakhirnya di Atletico, Falcao tampil mengesankan saat merebutPiala Super Eropa di mana ia mencetak hat-trick ke gawang Chelsea.
Falcao juga memainkan peran penting dalam kesuksesan Atletico merebut trofi Copa Del Rey setelah mengalahkan Real Madrid yang merupakan satu-satunya piala domestiknya bersama Atletico Madrid. Falcao akhirnya pindah ke AS Monaco dengan biaya yang diyakini mencapai 60 juta pounds di tahun 2013.
Diego Costa

Momen terbaik Costa datang di musim berikutnya ketika ia memainkan peran penting saat Atletico memenangkan gelar La Liga dan menembus final Liga Champions. Costa tampil mengesankan dengan mencetak 43 gol dalam 94 penampilan liga untuk Atletico dan juga mencetak 8 gol dalam ajang Liga Champions sehingga menyamai rekor yang dipegang oleh Vava sejak tahun 1959 untuk Atletico Madrid.
David Villa

Atletico hanya mengeluarkan dana sebesar 5,1 juta euro untuk mendaratkan Villa dan ternyata menjadi salah satu pembelian bagus dan cukup penting. Pengalaman yang dimiliki Villa jelas sangat membantu Atletico meraih kesuksesan di bawah asuhan pelatih Diego Simeone. Villa mencetak 13 gol dari 36 penampilan di liga dan membentuk duet yang fenomenal bersama Diego Costa.
Mario Mandzukic

Mandzukic hanya bermain satu musim di Vicente Calderon dan mampu mencetak 20 gol dalam 43 penampilan. Ia bergabung dengan raksasa Serie A Juventus pada awal musim ini dengan biaya yang dikabarkan mencapai 19 juta euro. Meski karirnya berjalan singkat di Spanyol, Mandzukic punya tempat tersendiri di hati fans Atletico.
Antoine Griezmann

Griezmann kini sudah menjadi pemain favorit pelatih Diego Simeone dan tampil subur bersama Atletico dengan mencetak 34 gol dalam 58 penampilan di liga. Griezmann yang dibeli dengan harga 24 juta dari Real Sociedad, sudah menjadi investasi yang bagus mengingat performa dan semua golnya menjadikan Atletico penantang gelar di musim ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Real Sociedad vs Barcelona: Barca Keok, Fermin Lopez Tertawakan Keputusan Wasit
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 19:11
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






