Buat Juve - 4 Langkah Meredam Bayern
Gia Yuda Pradana | 14 Maret 2016 15:06
Bola.net - Bola.net - Juventus akan bertandang ke markas Bayern Munchen di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2015/16, Kamis (17/3). Pada leg pertama di Turin, mereka bermain imbang 2-2.
Juve perlu menang atau seri minimal 3-3 di Allianz Arena untuk bisa lolos ke perempat final. In bukan misi yang mudah. Pasalnya, pasukan Josep Guardiola sangat ganas, terutama jika main di kandang.
Salah satu hal yang harus dilakukan oleh Juve nanti, selain memikirkan cara mencetak gol, adalah meredam kekuatan ofensif sang raksasa Bavaria. Diadaptasi dari Four Four Two, ada setidaknya empat langkah untuk melakukannya.
Empat langkah taktis buat Juve ini muncul dari analisis duel bertajuk Der Klassiker antara Borussia Dortmund racikan Thomas Tuchel kontra Bayern di Bundesliga yang berkesudahan imbang 0-0 pada 6 Maret 2016 kemarin. Berikut ulasannya.
Belenggu dan Matikan Robben

Penyerang sayap Belanda itu berbahaya jika sampai dibiarkan mengeluarkan gerakan andalannya, yakni cut in dari sayap dan menusuk ke dalam dengan bola di kaki kirinya dalam posisi siap menembak. Dia harus dibelenggu agar ancaman tersebut berkurang. Itulah yang dilakukan oleh Borussia Dortmund.
Ini tak bisa dilakukan oleh satu pemain sendirian.
Marcel Schmelzer yang kaya pengalaman dengan rajin memberi pressure kepada Robben dan menggiringnya hingga masuk radius penjagaan Mats Hummels. Dengan bantuan Ilkay Gundogan dan Marco Reus yang mundur ke belakang, Dortmund sanggup membatasi Robben hingga cuma mendapatkan dua shots on target sepanjang laga.
Hummels bahkan dinobatkan sebagai Man of the Match. Itu menunjukkan kalau dia, dengan bantuan rekan-rekannya, sukses membelenggu dan mematikan Robben.
Amankan Wilayah Sendiri

Itu terlihat dari Dortmund yang tak sekali pun melancarkan tekel di wilayah Bayern. Beda dengan Bayern yang melakukan pressing tinggi dan berulang kali memenangkan perebutan bola di wilayah lawan sesuai instruksi Josep Guardiola.
Hasilnya memuaskan. Dengan mengamankan area di bawah garis tengah, juga kotak penalti, Dortmund sukses membuat Bayern frustrasi.
Reduksi Kualitas Crossing Bayern

Melawan Borussia Dortmund, Muller memenangi dua duel udara di dalam kotak penalti. Namun itu tidak terlalu berarti. Berkat kemampuan mumpuni dua bek sayap Marcel Schmelzer dan Lukasz Piszczek dalam one-on-one defending, kualitas crossing Bayern ke jantung pertahanan Dortmund pun tereduksi.
Muller jadi tak terlayani dengan baik.
Kontribusi duo gelandang Erik Durm dan Julian Weigl di sini juga terbilang sangat penting. Mereka berdua tak kenal lelah merusak ritme barisan gelandang dan para pemain sayap Bayern sepanjang laga.
Paksa Bayern Lepaskan Long Shots

Dalam situasi ini, Borussia Dortmund mengandalkan Roman Burki yang sedang on-fire di bawah mistar untuk menetralisir semua ancaman.
Dari grafik di bawah, kita bisa lihat bagaimana peluang-peluang Bayern tercipta. Peluang-peluang itu kebanyakan didapat di luar kotak Die Borussen, yang kemudian diteruskan dengan tembakan jarak jauh.
Itu membuat gawang Dortmund lebih aman dibandingkan dengan jika Bayern sampai leluasa masuk ke jantung pertahanan.
Bagaimana dengan Juventus? Mereka bisa dibilang punya skuat yang lebih baik daripada Dortmund, juga Gianluigi Buffon sebagai benteng terakhir. Dengan strategi yang tepat, La Vecchia Signora bisa meredam kekuatan ofensif sang raksasa Bavaria.
Dengan begitu, peluang menang di Allianz Arena dan lolos ke perempat final bakal terbuka.
Klik Juga:
'Bayern Mampu Tentukan Laga Sekejap Mata'
Gotze: Bayern Tahu Betapa Berbahayanya Juve
Gotze: Juventus? Tanyakan Guardiola
Lahm: Bayern, Fokus!
Tembok Juventus Buat Guardiola Gugup
Optimisme Bayern Menyambut Juve
Guardiola Minta Bantuan Suporter Singkirkan Juve
Benatia: Juve, Kami Yang Akan Lolos
Benatia: Kesalahan di Turin Tak Boleh Terulang
Benatia: Main Biasa-biasa Saja, Juve Mampu Menang
PSG Dalam Angka - Panen Rekor Raksasa Paris
Stamford Bridge, Jalan Bebas Hambatan ke Final
Il Capitano - 10 Kapten Hebat Serie A
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 06:03
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
Rating Pemain Juventus usai Menang di Kandang Lecce: McKennie 8, Douglas Luiz 9
Liga Italia 26 Oktober 2026, 06:08
-
Man of the Match Lecce vs Juventus: Douglas Luiz
Liga Italia 26 Oktober 2026, 04:00
LATEST UPDATE
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




