Di Balik Gemerlap Lapangan Hijau: Kisah Kelam Pesepak Bola yang Terjebak Alkohol
Aga Deta | 16 Juli 2025 17:03
Bola.net - Dunia sepak bola tak selalu tentang sorotan gemilang di atas lapangan. Di balik popularitas dan prestasi, sejumlah pemain menghadapi masalah serius dalam kehidupan pribadi mereka.
Salah satu masalah yang cukup sering terjadi adalah kecanduan alkohol. Masalah ini tak hanya merusak performa, tapi juga mengganggu kehidupan di luar lapangan.
Bahkan pemain dengan nama besar dan penghasilan tinggi pun tak kebal terhadap persoalan ini. Tekanan mental yang datang dari dunia profesional kerap menjadi pemicu utamanya.
Sebagian dari mereka berhasil keluar dari masa kelam dan bangkit membangun kembali hidupnya. Namun, ada pula yang tak mampu lepas dari jerat alkohol hingga akhir hayatnya.
Kisah-kisah ini memberi pelajaran bahwa tantangan di balik gemerlap sepak bola sangatlah nyata. Alkohol, yang kerap dijadikan pelarian, justru menjadi sumber kehancuran bagi sebagian pemain.
1. Tony Adams

Tony Adams merupakan sosok ikonik Arsenal yang secara terbuka mengungkap perjuangannya melawan alkoholisme. Kebiasaan minum-minuman keras sudah dimulainya sejak remaja dan semakin memburuk pada awal dekade 1990-an.
Pada tahun 1990, ia dijatuhi hukuman penjara karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Peristiwa itu menjadi titik balik yang mendorongnya mencari pertolongan dan memulai proses pemulihan.
Tahun 2000, Adams mendirikan Sporting Chance Clinic, sebuah fasilitas rehabilitasi yang ditujukan untuk para atlet yang menghadapi masalah kecanduan. Perjalanannya bangkit dari keterpurukan menjadikannya simbol harapan di kalangan olahraga profesional.
2. Paul Gascoigne

Paul Gascoigne dikenal sebagai salah satu pemain paling berbakat yang pernah dimiliki Inggris, namun hidupnya banyak diwarnai masalah di luar lapangan. Sejak usia muda, ia sudah terjerumus dalam kebiasaan minum alkohol, yang berdampak buruk pada kariernya hingga masa pensiun.
Ia menjalani perawatan berkali-kali di pusat rehabilitasi, baik di negaranya sendiri maupun di luar negeri. Selain itu, Gascoigne juga berjuang menghadapi gangguan kesehatan mental seperti depresi dan bipolar yang memperumit kondisinya.
Gascoigne resmi gantung sepatu pada tahun 2004. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Newcastle United, Tottenham, Lazio, Rangers, Middlesbrough, dan Everton.
3. Diego Maradona

Diego Maradona sering disebut sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola. Ia membawa Argentina meraih gelar juara dunia pada 1986 dan dikenal lewat bakat serta karismanya yang luar biasa.
Namun, kehidupan pribadinya penuh gejolak. Maradona sempat terjerat penyalahgunaan narkoba dan juga dilaporkan mengalami masalah dengan konsumsi alkohol, yang berdampak pada kondisi kesehatannya.
Setelah gantung sepatu, ia berkarier sebagai pelatih dan menangani berbagai tim, termasuk Timnas Argentina serta klub-klub di Argentina, UEA, dan Meksiko. Maradona wafat pada November 2020 karena serangan jantung di usia 60 tahun.
4. Adriano Leite Ribeiro

Karier Adriano bersama Inter Milan dan Timnas Brasil sempat melesat, namun mengalami penurunan drastis usai kehilangan sang ayah pada 2004. Duka mendalam itu membawanya ke dalam depresi dan kebiasaan mengonsumsi alkohol.
Javier Zanetti, yang saat itu menjabat sebagai kapten Inter, pernah mengungkap bahwa Adriano mengalami perubahan emosional yang signifikan dan tampak sangat terluka. Meski klub dan rekan-rekannya sudah memberikan dukungan, kondisinya tidak juga membaik.
Adriano sempat mencoba melanjutkan karier di berbagai klub setelah itu, tapi tak pernah kembali ke performa puncaknya. Ia kemudian mengakui bahwa gangguan mental dan alkohol memberi dampak besar terhadap perjalanan hidup dan kariernya.
5. George Best

George Best dikenal sebagai bintang besar Manchester United dan ikon sepak bola Irlandia Utara. Di balik kemampuan olah bolanya yang luar biasa, ia menyimpan perjuangan panjang melawan kecanduan alkohol.
Kebiasaannya mengonsumsi minuman keras kerap berdampak pada kedisiplinan dan kehadirannya dalam aktivitas tim. Tak jarang ia terlihat di tempat hiburan malam saat seharusnya terlibat dalam kegiatan klub.
Pada tahun 2002, Best harus menjalani operasi transplantasi hati karena kerusakan organ akibat alkohol. Ia tutup usia pada 2005 setelah mengalami infeksi paru-paru yang memperparah kondisi kesehatannya.
Baca Juga:
- 6 Pemain Muda Manchester United yang Bisa Meledak di Era Ruben Amorim
- Donald Trump Naik Panggung Chelsea: Ini 6 Momen Penyerahan Trofi yang Juga Absurd
- Piala Dunia 2026 Jadi Target, 5 Pemain Italia Ini Bisa Angkat Kaki dari Klubnya
- Marah! 7 Transfer yang Menuai Penolakan Fans, Terbaru Madueke
- Masih Bersinar atau Meredup? Jejak 6 Pembelian Real Madrid Tahun 2015
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Portsmouth vs Arsenal: Gabriel Martinelli Hattrick, The Gunners Menang 4-1
Liga Inggris 11 Januari 2026, 22:53
LATEST UPDATE
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










