EDITORIAL: Jiwa Kesatria Romulo dan Falcao
Editor Bolanet | 3 Juni 2014 16:03
Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana
Tampil di panggung megah Piala Dunia merupakan impian semua pesepakbola. Butuh jiwa kesatria untuk melepas kesempatan itu dan mengubur ambisi pribadi demi kepentingan yang lebih besar, kepentingan negara. Namun, gelandang Hellas Verona pinjaman dari Fiorentina dan striker klub Ligue 1 AS Monaco sanggup melakukannya.
Romulo (27 tahun) dan Falcao (28 tahun) adalah dua orang yang berbeda, satu di dan satu di , tapi mereka punya sebuah kesamaan. Mereka sama-sama menolak kesempatan masuk skuat final tim nasional masing-masing untuk Piala Dunia 2014 di Brasil karena merasa takkan bisa memberikan performa terbaiknya.
Arsitek Italia Cesare Prandelli telah mengumumkan 23 pemain yang akan dibawanya ke Brasil 2014. Romulo termasuk satu dari enam pemain selain Riccardo Montolivo (patah tulang tibia) yang tak lolos seleksi akhir dari skuat sementara Azzurri. Ternyata, ada satu kisah tersendiri di baliknya.
Prandelli sebenarnya memasukkan Romulo dalam skuat final. Lalu, kenapa nama gelandang kelahiran Brasil tanpa satu pun international caps itu tak tercantum?
Prandelli sebenarnya memasukkan saya dalam daftar 23 pemain untuk skuat final, papar Romulo seperti dikutip Corriere della Sera.
Namun, saya mengatakan kepadanya kalau kondisi saya hanya 70 persen. Tak pantas rasanya saya terpilih, padahal ada rekan lain yang kondisinya jauh lebih prima, imbuhnya.
Di Serie A 2013/14, Romulo bermain gemilang dengan mencetak enam gol serta delapan assist dalam 32 pertandingan untuk Verona. Hasil tesnya di base camp Italia pun memuaskan hingga Prandelli sampai mau membawanya ke Brasil.
Hanya saja, Romulo tahu pasti kalau kondisi fisiknya sedang terganggu. Dia bisa saja bungkam dan ikut Azzurri dengan tenang ke Negeri Samba. Namun, dia melihat ada sebuah kepentingan lain yang jauh lebih besar daripada mimpi Piala Dunianya. Dia rela melepasnya.
Situasi serupa juga dialami Falcao di Kolombia.
Ketika Falcao mengalami cedera lutut dalam sebuah pertandingan bersama Monaco bulan Januari 2014 lalu, publik dunia, terutama warga Kolombia, cemas kalau eks bintang Atletico Madrid yang berjasa besar di babak kualifikasi itu justru harus absen pada putaran utama.
Seiring berjalannya waktu, kondisi Falcao membaik dan pelatih Kolombia Jose Pekerman memutuskan memasukkannya ke skuat sementara. Para suporter Kolombia berharap Falcao bisa fit tepat waktu agar dapat bersaing melawan bintang-bintang papan atas di Brasil 2014 dan membantu negara mereka bersaing dengan Pantai Gading, Yunani dan Jepang di Grup C.
Harapan itu tak terwujud karena Falcao kalah berpacu melawan waktu dalam proses pemulihannya. Kebugarannya tidak bisa maksimal sebelum deadline 2 Juni untuk penyerahan daftar skuat final seluruh kontestan.
Pekerman awalnya berniat menyertakan Falcao dalam skuat Kolombia, tak peduli apa pun peran dia nanti. Kehadirannya mungkin dianggap dapat memicu moral tim sambil bertaruh akan peningkatan kebugaran sang mesin gol.
Namun, Falcao berkata dalam konferensi pers: Saya tidak ingin mengambil tempat rekan setim yang tengah berada di dalam kondisi 100 persen, kondisi yang jauh lebih baik daripada saya.
Sama seperti Romulo, Falcao memilih menyerahkan tempat kepada pemain lain yang lebih fit, lebih siap dan dirasa akan jauh lebih berguna bagi tim di turnamen besar serta mahapenting selevel Piala Dunia.
Bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, Romulo dan Falcao sanggup melakukannya.
Salut dan respek buat mereka berdua. [initial]
Klik Juga:
- Nomor Punggung Skuat Italia di Piala Dunia 2014
- Skuat Kolombia Untuk Piala Dunia 2014, Tanpa Falcao
- Fabiola Martinez, Calon Perebut Takhta Larissa Riquelme
- WAGs XI Piala Dunia 2014
- Daniella Ocoro, Mahasiswi Cantik Miss World Cup Brasil
- Andrea, si Seksi Pengidola Barcelona, Neymar dan Belanda
- Forza Azzurri Dari Tifosi Seksi Napoli
- Piala Dunia Lingerie di Amsterdam
- Poster Bintang & Julukan Tim Piala Dunia 2014
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2025/2026
Liga Italia 19 Januari 2026, 08:38
-
Milan vs Lecce: Rating Pemain Rossoneri dari Kemenangan Tipis di San Siro
Liga Italia 19 Januari 2026, 07:09
-
Man of the Match Milan vs Lecce: Niclas Fullkrug
Liga Italia 19 Januari 2026, 06:38
-
Hasil Milan vs Lecce: Gol Perdana Fullkrug Antar Rossoneri Raih 3 Poin
Liga Italia 19 Januari 2026, 05:50
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26




