EDITORIAL: Prancis Merajut Harmoni
Editor Bolanet | 20 Juni 2014 18:08
Bola.net - Oleh: Titis Widyatmoko, Penggemar Sepakbola
Periode tergelap sepak bola datang di Afrika Selatan pada 2010 saat pemain memberontak di hadapan pelatih Raymond Domenech. Maka, tim yang saat itu sangat diunggulkan justru terpuruk di palung paling dasar karena rusak oleh diri sendiri.
Memori kelam empat tahun lalu perlahan dilupakan. Prancis mulai merajut harmoni, membangun keutuhan dan kekompakan skuad. Target sebenarnya juara saat Euro 2016 di kandang sendiri, tetapi kalau bisa mencapai prestasi terbaik tahun ini di Brasil, mengapa tidak.
Begitu pentingnya isu harmoni sampai Prancis tak terlalu memikirkan komposisi skuad. Samir Nasri misalnya, yang kerap bikin ulah karena ego tinggi terpaksa dilepas Didier Deschamps. Cedera pemain sekaliber Franck Ribery juga tidak lagi dipandang sebagai kehilangan besar.
Anda bisa punya pemain yang sedang dalam puncak penampilan tetapi kalau tidak ada kolektivitas tim, Anda tidak akan memenangkan Piala Dunia, kata Louis Saha dikutip Independent.
Bukti Prancis berhasil bangkit dari masa-masa kelam itu tampak dalam laga pertama lawan Honduras. Prancis menjadi tim paling dominan dalam satu laga sepanjang sejarah Piala Dunia sejak statistik penguasaan bola dicatat pada 1966. Saat lawan Honduras, penguasaan bola Prancis sebesar 71 persen.
Prancis tahun ini memang tampak lebih solid dan penuh energi. Rata-rata usia 23 anggota skuad 27,03 tahun, termuda ke-13 dari seluruh kontestan. Prancis di bawah Deschamps juga makin mantap dalam hal taktik.
Melawan Honduras, Prancis memainkan formasi 4-3-3 dengan trio penyerang Mathieu Valbuena (kanan), Karim Benzema (tengah) dan Antoine Griezmann (kiri).
Kunci permainan Prancis ada pada Yoan Cabaye pada posisi deep lying playmaker, posisi yang identik dengan Andrea Pirlo bersama AC Milan pada era Carlo Ancelotti. Dua pemain yang mengawal Cabaye yaitu Paul Pogba, punya karakter lebih menyerang dan Blaise Matuidi, tangguh dalam bertahan, dengan tackle jarang ceroboh.
Mesin industri lini tengah Prancis itu yang menunjukkan kekuatannya ketika bertemu Honduras. Makin lengkap saat Karim Benzema menunjukkan sifat clinical-nya dengan dua gol pada laga pertama. Griezmann seperti menutup kehilangan Ribery sementara Valbuena menjadi pemain terbaik Prancis lewat tusukan-tusukan ajaib.
Titik lemah Prancis barangkali ada di sektor belakang terutama duet center back Raphael Varane dan Mamadou Sakho. Jika Varane jarang mendapat kepercayaan di level klub, Mamadou Sakho seringkali dibekap cedera. Problem lain berupa kualitas bangku cadangan yang dipandang punya gap lebar dengan pemain inti.
Melawan Swiss di Salvador, Sabtu (21/6) dinihari nanti akan menjadi ujian kematangan bagi Prancis, apakah skuad ini layak melangkah jauh di Brasil. Duel ini juga penting dalam persaingan menjadi juara Grup E demi menghindari Argentina yang diramal bakal menjadi juara Grup F.
Dengan segala kualitas, Prancis bisa melangkah setidaknya hingga perempat final. Tetapi untuk menjadi juara, momen Euro 2016 di kandang sendiri sepertinya target paling realistis. (tis/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rekor 110 Kemenangan dan Salam Perpisahan: Misi Terakhir Deschamps Bersama Timnas Prancis
Piala Dunia 13 November 2025, 08:35
-
Wilfried Zaha Geram Usai Disebut Remehkan Jean-Philippe Mateta: Menjijikkan!
Liga Inggris 16 Oktober 2025, 23:48
-
Hasil Islandia vs Prancis: Les Bleus Tertahan, tapi Masih Nyaman di Puncak Klasemen
Piala Dunia 14 Oktober 2025, 04:27
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41














