
Bola.net - Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan perubahan penting menjelang babak semifinal. FIFA memutuskan mengubah sistem operasional Video Assistant Referee (VAR) untuk laga Inggris melawan Argentina yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) dini hari WIB.
Keputusan tersebut muncul setelah kinerja VAR menjadi salah satu isu yang paling banyak disorot sepanjang turnamen. Sejumlah keputusan kontroversial memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk protes resmi yang diajukan Mesir seusai kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar.
Selama fase-fase sebelumnya, seluruh ofisial VAR bertugas dari pusat operasi di International Broadcast Centre (IBC), Dallas. Sistem itu memungkinkan seluruh pertandingan dipantau dari satu lokasi terpusat, terlepas dari stadion tempat laga berlangsung.
Namun, untuk semifinal Inggris kontra Argentina, FIFA mengambil pendekatan berbeda. Para petugas VAR kini ditempatkan langsung di lokasi pertandingan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kendala komunikasi atau masalah teknis selama laga berlangsung.
FIFA Ubah Mekanisme Operasional VAR untuk Semifinal

Perubahan yang dilakukan FIFA tidak mengubah regulasi penggunaan VAR maupun prosedur pengambilan keputusan di lapangan. Langkah ini lebih difokuskan pada aspek operasional agar koordinasi tetap berjalan apabila sistem komunikasi dari pusat mengalami gangguan.
Dengan penempatan VAR di stadion, FIFA menambah lapisan keamanan terhadap jalannya pertandingan. Kehadiran tim VAR di lokasi diharapkan dapat menjadi solusi darurat apabila terjadi persoalan teknis yang berpotensi menghambat proses peninjauan insiden.
Laga semifinal sendiri akan dipimpin wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath. Ia akan didampingi asisten wasit Corey Parker dan Kyle Atkins, sementara Maurizio Mariani bertugas sebagai ofisial keempat.
Gelombang Kritik Jadi Latar Belakang Keputusan FIFA

Keputusan FIFA menempatkan VAR lebih dekat dengan pertandingan tidak lepas dari kritik yang terus bermunculan sepanjang Piala Dunia 2026. Beberapa keputusan yang melibatkan teknologi tersebut dinilai memicu kontroversi dan memengaruhi hasil pertandingan.
Kasus yang paling menyita perhatian terjadi saat Mesir tersingkir dari babak 16 besar. Mereka mengajukan protes resmi setelah merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan VAR ketika kalah dramatis 2-3 dari Argentina.
Dan Hunt selaku pemilik FC Dallas sekaligus anggota Komite Penyelenggara Piala Dunia FIFA menilai kompleksitas pertandingan modern membuat perangkat pertandingan membutuhkan dukungan sistem yang lebih optimal. Menurutnya, intensitas laga di Piala Dunia 2026 menjadi alasan penting di balik perubahan tersebut.
"Dan lihat, ketika Anda hanya meminta empat wasit untuk mengelola apa yang terjadi di lapangan, itu sangat sulit di lapangan yang jauh lebih besar daripada lapangan sepak bola Amerika," ucap Dan Hunt.
"Saya senang akan ada VAR di lokasi. Saya tidak tahu seperti apa komunikasi itu nantinya," tegas Dan Hunt.
Sumber: Sportbible
Baca Ini Juga
- DNA Sukses Spanyol Dimulai saat Juara Euro U-19 2015
- Kolom Opini: Inggris vs Argentina, Terkadang Licik Diperlukan untuk Menang
- Perjalanan Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Tinggal Selangkah Mengulang Sejarah Indah
- Sedikit Hiburan buat Kylian Mbappe dan Didier Deschamps
- Rating Pemain Prancis saat Dikalahkan Spanyol dan Gagal ke Final: Tak Berdaya!
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 15 Juli 2026 20:12DNA Sukses Spanyol Dimulai saat Juara Euro U-19 2015
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 15 Juli 2026 20:33Denis Kolinger, Tembok Udara Persija dengan Tinggi 199 Cm
-
Piala Dunia 15 Juli 2026 20:12DNA Sukses Spanyol Dimulai saat Juara Euro U-19 2015
-
Bola Indonesia 15 Juli 2026 19:43Persib Membangun Kedalaman Skuad untuk Tempur di Empat Kompetisi
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 15 Juli 2026 20:12DNA Sukses Spanyol Dimulai saat Juara Euro U-19 2015
-
piala dunia 15 Juli 2026 10:22Sedikit Hiburan buat Kylian Mbappe dan Didier Deschamps
SOROT
-
Liputan6 15 Juli 2026 21:19Kejagung Ralat Pernyataan, Status Eks Jampidsus Febrie Tetap Tersangka
-
Liputan6 15 Juli 2026 21:02KPK Cari Bukti Suap, Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Digeledah 2 Hari
-
Liputan6 15 Juli 2026 20:57KPK Ungkap Alasan Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Selama 2 Hari
-
Liputan6 15 Juli 2026 20:16Kejagung Ungkap Kasus Samin Tan Bikin Negara Rugi Rp 17,7 T
-
Liputan6 15 Juli 2026 18:47Pramono Lantik 239 Pejabat, Paling Banyak Guru
-
Liputan6 15 Juli 2026 18:42Pramono Lantik 239 Pejabat, Titip Tiga Pesan Ini
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292890/original/041047500_1783663722-jam5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4894065/original/093361500_1721208630-ssum.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4934899/original/050151100_1725299228-bdf0eeb0-b4ad-4654-97e5-1de24b7d9d2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539924/original/082391900_1774668232-IMG_20260328_012627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296906/original/000447000_1784032001-IMG_2174.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298085/original/082849500_1784118903-IMG_2217.jpeg)

