EDITORIAL: Torres, Predator Itu Tak Lagi Bertaring
Editor Bolanet | 24 Juni 2014 12:16
Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana
Fernando Torres adalah striker yang paling sering dimainkan oleh di Piala Dunia 2014. Namun, pemain 30 tahun itu gagal memberi kontribusi maksimal bagi La Furia Roja.
Sang juara bertahan gagal lolos dari Grup B dan harus pulang lebih awal. Suara-suara sumbang bermunculan seiring langkah pelatih Vicente del Bosque yang lebih mengandalkan Torres daripada tiga striker lainnya. Bukan tanpa alasan, karena statistik menunjukkan bahwa Torres memang tidak terlalu spesial.
Sepanjang turnamen, Torres tampil tiga kali dengan total menit bermain 144. Angka itu lebih banyak dibandingkan Diego Costa (126), Pedro Rodriguez (104) dan David Villa (56).
Namun, Torres hanya sanggup mencatatkan total satu shot on target, yaitu ketika tembakannya di menit 69 terkonversi menjadi gol kedua Spanyol dalam kemenangan 3-0 atas Australia di laga pemungkas, Senin (23/6).
Ya, itu adalah shot on target pertama Torres setelah 123 menit tampil di Brasil 2014 dan satu-satunya sepanjang kejuaraan.
Saat Spanyol dihancurkan Belanda 1-5 di laga perdana, Torres bermain 28 menit dan shot-nya nol. Kala Ditekuk Chile 0-2 pada laga kedua, yang memastikan Spanyol tersingkir lebih awal, Torres tampil 26 menit dan kembali tak sanggup melepas satu tembakan pun ke gawang lawan. Saat menang atas Australia, Torres baru mencetak satu gol dari dua shots dan sebuah shot on target-nya selama 90 menit.
Spanyol mencetak total empat gol, kebobolan tujuh dan finis peringkat tiga.
Empat gol itu masing-masing dilesakkan oleh Xabi Alonso lewat eksekusi penalti vs Belanda serta Villa, Torres dan Juan Mata di laga kontra Australia.
Saya bukannya menyalahkan Torres untuk kegagalan Spanyol. Saya hanya ingin menyoroti degradasi energi dari salah satu striker terbaik yang pernah ada ini.
Skema permainan sebuah tim memang cukup berpengaruh terhadap ketajaman seorang striker. Para gelandang Spanyol mungkin gagal mengkreasi serangan dengan sempurna. Namun, striker hebat adalah striker yang sanggup menciptakan ruang tembak meski dalam kondisi lini tengah timnya kesulitan mencari jalur operan.
Striker seperti itulah Torres ketika menjadi kunci keberhasilan Spanyol menjuarai EURO 2008 dan saat masih diakui sebagai predator gol mematikan dengan seragam Atletico Madrid dan bertahun-bertahun silam. Kini, sosok Torres sang mesin gol sudah tak terlihat lagi.
Dahulu, kesempatan minimal sanggup dikonversi Torres menjadi hasil yang maksimal. Kini, yang ada justru sebaliknya.
Sekarang, predator itu sudah kehilangan taring maupun insting membunuhnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
LATEST UPDATE
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












