Keylor Navas, Isak Tangis Hingga Impian yang Tercapai
Editor Bolanet | 5 Oktober 2015 11:04
Bola.net - Bola.net - Keylor Navas sempat akan menjadi 'tumbal' yang dikorbankan Real Madrid untuk melancarkan ambisi mereka mendatangkan penjaga gawang Manchester United, David De Gea. Hal tersebut terjadi tepat di Deadline Day jendela transfer musim ini.
Padahal, keinginan pertama kali Navas saat didatangkan dari usai gelaran Piala Dunia 2014 silam adalah menjadi pilihan utama Madrid. Dirinya bahkan mengaku akan berjuang sekuat tenaga untuk bisa menggeser Iker Casillas dari posisi utama.
Keputusan pihak Madrid yang rela melepasnya demi penjaga gawang lain sempat membuat Navas menitikkan air mata. Ia tak habis pikir mengapa Madrid sebegitu mudah memasukkan namanya ke dalam kontrak kesepakatan demi memboyong kiper lain.
Itu situasi yang rumit. Saya ingin bermain, tapi melihat bagaimana orang lain dipilih untuk menggantikan saya rasanya sulit untuk ditafsirkan. Saya tak ingin pindah. Saya menangis. - Navas.
Beruntung bagi Navas saat itu, nasib baik masih berpihak padanya. Kiper asal Kosta Rika tersebut pada akhirnya tetap menjadi penjaga gawang Los Blancos. Dia urung menginjakkan kaki di Old Trafford menyusul terlambatnya proses penyerahan dokumen De Gea kepada pihak operator La Liga, .
Saya menangis di dekat istri ketika jendela transfer ditutup. Saya juga manusia dan segalanya seperti meledak. Saat itu saya menunggu di bandara, tanpa koper. Saya belum masuk pesawat, tapi sudah begitu dekat, - Navas.
Sebelum jendela transfer ditutup, kompetisi sudah bergulir. Navas yang sempat menjadi 'anak tiri' akibat obsesi Madrid terhadap De Gea sebenarnya sudah unjuk gigi untuk membuktikan kepantasannya sebagai pilihan utama di Santiago Bernabeu.
Penjaga gawang yang tampil begitu apik bersama Kosta Rika di ajang Piala Dunia tahun lalu memberikan bukti dari pernyataannya soal keinginan untuk menjadi yang utama di Madrid.
Penampilan paling luar biasa dari seorang Navas adalah saat Cristiano Ronaldo cs berhasil melumat Real Betis dengan 5 gol tanpa balas. Selain menggagalkan satu penalti dari Ruben Castro di menit ke-60, Navas juga tercatat berhasil membuat penyelamatan sebanyak enam kali dalam pertandingan tersebut.
Apa yang terjadi andai saja penjaga gawang yang mengawali karirnya sebagai pemain di klub lokal Kosta Rika, Saprisa, tidak menjadi pilihan di bawah gawang El Real saat itu? Bisa ditebak, Madrid tidak akan mengakhiri kemenangan mereka dengan catatan clean sheet.
Penampilan impresifnya itu membuat Rafael Benitez enggan untuk membahas De Gea yang santer dikabarkan segera berseragam El Real setelah jendela transfer ditutup. Ia pun gembira dengan adanya Navas.
Saya gembira dengan adanya kiper saat ini dan saya menikmati kemenangan 5-0. Saya bekerja dengan para pemain yang saya miliki. Saya amat puas, - Benitez.
Setali tiga uang dengan performa di liga, di ajang Eropa (Liga Champions), Navas juga tak kalah bagus. Sampai pada dua pertandingan fase grup, El Real menjadi tim yang belum pernah kebobolan. Hingga kini, Navas baru kebobolan dua gol di seluruh kompetisi bersama El Real.
Berbeda dengan Navas, De Gea yang kabarnya benar-benar diinginkan oleh Madrid, sejauh ini sudah kebobolan 8 gol di seluruh kompetisi bersama The Red Devils. Performa yang begitu kontras jika dibuat perbandingannya.
De Gea pun sempat diisolasi selama tiga pertandingan setelah berseteru dengan sang manajer Louis van Gaal. Perseteruan itu sendiri terjadi karena sang penjaga gawang bersikeras untuk pergi dari Old Trafford.
Melihat performa kipernya yang sudah terbukti, sepertinya Madrid -atau sebut saja Florentino Perez- sudah lupa dengan keinginan besarnya terhadap De Gea.
Kini, Navas sudah benar-benar meraih apa yang ia impikan. Posisi di skuat inti sudah menjadi hal biasa bagi kiper kelahiran San Jose, Kosta Rika tersebut. Untuk ke depannya, Navas hanya perlu terus menjaga konsistensi bersama Real Madrid.
Bukan tidak mungkin Navas akan menjadi penjaga gawang legendaris Madrid yang berasal dari luar Spanyol.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 19:41
LATEST UPDATE
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
-
Jorge Martin Nekat Coba Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 27 Oktober 2026, 20:40
-
Bruno Fernandes Dicoret Carrick, Manchester United Mulai Siapkan Skenario Perpisahan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 20:30
-
Terungkap, Ini 2 Alasan yang Membuat MU Tunda Pemecatan Michael Carrick
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:58
-
Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




