Krisis Terburuk Juventus Sejak Calciopoli
Editor Bolanet | 28 Januari 2010 06:00
Bola.net - Oleh : Zulfikar Aleksandri
Untuk tim dengan kapasitas dan sebesar , berada di peringkat enam ketika paruh kedua musim 2009/10 baru berjalan dua pekan menjadi sebuah titik nadir perjalanan tim dalam satu kompetisi.
Catatan hasil pertandingan Alessandro Del Piero dkk baik di ajang antar klub Eropa maupun kompetisi domestik semakin menambah panjang rapor merah Bianconeri musim ini.
Bayangkan, tim dengan label peraih gelar scudetto terbanyak harus tumbang dari tim-tim papan bawah seperti dan . Kekalahan dari bahkan terjadi di kandang sendiri, Stadio Olimpico, yang kemudian disusul kekalahan 0-3 dari AC Milan dan 1-2 dari AS Roma.
Itu belum termasuk kekalahan memalukan 1-4 dari jagoan Jerman, Bayern Munich, pada pertandingan terakhir penyisihan grup Liga Champions yang membuat Juve harus turun kasta ke kompetisi level dua di Benua Biru, Liga Europa.
Di Serie A, kekalahan demi kekalahan membuat perolehan poin La Vecchia Signora tersendat, sementara para pesaing mereka seperti AS Roma, , hingga terus mendulang poin.
Akibatnya sangat fatal, terlempar dari empat besar dan bila Serie A berakhir di bulan Januari, maka skuad Ciro Ferrara tidak akan bermain di Liga Champions musim depan yang berujung pada krisis finansial tim yang lahir tahun 1987 itu.
Jangankan mengejar gelar scudetto ke-28 karena selisih poin mereka dengan Inter Milan di capolista kini berjarak 16 angka. Artinya, butuh delapan kekalahan bagi Inter yang dibarengi delapan kemenangan untuk menggeser Nerazzurri di puncak klasemen. Itu pun dengan catatan rival-rival Juve di papan atas terus kehilangan poin. Sebuah skenario yang mungkin akan sulit terealisasi.
Titik nadir: Juventus hadapi musim terburuk mereka tahun ini
Krisis yang melanda pun mulai menggerogoti konfidensi skuad Si Nyonya Tua. Kiper nomor satu Italia, Gianluigi Buffon, mulai berpikir untuk pindah klub, sementara pemain-pemain baru seperti dan Felipe Melo enggan disalahkan atas merosotnya tim baru mereka tersebut.
Pun demikian dengan Ciro Ferrara. Tidak ada yang bisa dilakukan allenatore debutan itu selain tetap menjaga semangat tanding pemain-pemainnya di tengah rumor pemecatan dan pergantian pelatih oleh Guus Hiddink, Alberto Zaccheroni, hingga Rafael Benitez.
Sejak kembali ke Serie A pasca kasus calciopoli tahun 2006 lalu, ini adalah musim terberat yang ingin kembali ke deretan calon juara bersama Inter Milan dan AC Milan.
Krisis musim ini juga lebih parah dibandingkan saat Gianluca Pessotto dkk divonis turun kasta ke Serie B, degradasi pertama dalam sejarah . Terlepas dari kontroversi calciopoli, saat itu degradasi dengan status scudetto alias juara Italia. Sesuatu yang utopis bagi skuad Ciro Ferrara musim ini. (bola/zul)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Afrika Selatan 12 Juni 2026
Piala Dunia 10 Juni 2026, 11:11
-
Belum Saatnya Perpisahan, Cristiano Ronaldo Masih Fokus Bersama Portugal
Piala Dunia 10 Juni 2026, 10:43
-
Hasil Argentina vs Islandia: Lionel Messi Cetak Gol, Albiceleste Berpesta
Piala Dunia 10 Juni 2026, 10:13
-
Elkan Baggott, Pejuang di Lini Belakang Timnas Indonesia
Tim Nasional 10 Juni 2026, 09:06
-
Timnas Indonesia Naik 4 Peringkat FIFA Usai Taklukkan Oman dan Mozambik
Tim Nasional 10 Juni 2026, 08:55
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19











