Lima Gelandang Serba Bisa Terbaik Saat Ini
Editor Bolanet | 6 Maret 2013 16:30
Bola.net - Di era sepakbola modern, kemampuan memainkan segala peran nampaknya sudah menjadi keharusan setiap pemain. Namun tak banyak aktor lapangan hijau yang sanggup melakukannya di area paling kritis dalam sepakbola: lini tengah.
Para gelandang adalah titik pusat gravitasi permainan sebuah tim sehingga kualitas individual para pemain yang mengawal lini ini sangatlah krusial. Dari sinilah seorang jendral memainkan perannya - melindungi pertahanan, membagi bola dan juga mengatur irama permainan tim.
Namun sekali lagi, tidak semua gelandang bisa membuat sebuah tim begitu solid. Dan berikut adalah beberapa pemain luar biasa yang punya kemampuan serba bisa mengomando permainan tim dari lini tengah tanpa urutan khusus.
Anda punya kandidat lain? Suarakan dengan bijak di kolom komentar. (bola/row)
Arturo Vidal (Juventus)

Sejak mendarat di Turin dari Bayer Leverkusen, pemain asal Chile ini sudah menjelma menjadi salah satu gelandang terhebat di dunia. Menjalin kerja sama solid dengan Andrea Pirlo dan Claudio Marchisio di lini tengah Bianconeri, energi dan determinasi Vidal menjadikannya sosok tak kenal lelah di lapangan tengah.
Dibekali kemampuan tekel mumpuni serta kemampuan membaca taktik serta penempatan posisi yang apik menjadikannya sosok yang cukup ditakuti gelandang lawan, namun ia juga punya senjata lain yakni distribusi bola dan finishing yang mematikan. Mencetak 10 gol sejauh ini termasuk gol krusial dalam laga tandang dan kandang lawan Chelsea di Liga Champions, tak diragukan lagi kapasitas Vidal sebagai salah satu gelandang serba bisa terbaik saat ini.
Cesc Fabregas (Barcelona)

Sejak melakoni debut profesional pertamanya sebagai pemuda 16 tahun di Arsenal pada tahun 2003 silam, Fabregas dengan cepat menjelma menjadi salah satu gelandang paling komplet di dunia sepakbola. Mengawali karir sebagai gelandang bertahan, ia sukses menggantikan peran Patrick Vieira sebagai penghubung permainan di lini tengah dengan visi, kemampuan membaca permainan dan temperamen bagus di lapangan.
Setelah pulang ke Barcelona, level Fabregas ikut naik. Dengan insting tajam dalam mencetak gol, ia kerap dipasang sebagai penyerang palsu baik di klub maupun timnas Spanyol. Kemampuan sebagai gelandang bertahan, menuju playmaker hingga berkembang menjadi penyerang menjadikan Fabregas salah satu maestro lapangan tengah terbaik saat ini.
Ramires (Chelsea)

Gelandang Chelsea ini bukanlah tipikal pemain tengah biasa ala Brasil karena ia tak punya skill 'menari samba' yang memukau di lapangan namun determinasi, energi tanpa batas dan kecepatan yang di atas rata-rata sanggup menutupi kelemahan teknisnya.
Tekel kuat dan selalu siap berlari, ketangguhannya disertai juga dengan fisik kuat serta kecepatan yang menjadikannya diperhitungkan setiap lawan. Kemampuannya yang serba bisa juga ditandai dengan penampilan solid saat membantu pertahanan, serta sejumlah penyelesaian akhir nan maut demi memberi beberapa kemenangan krusial untuk The Blues.
Yaya Toure (Manchester City)

Gelandang asal Pantai Gading ini mulai diperhitungkan dalam beberapa tahun terakhir sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di lini tengah. Dengan postur tinggi menjulang dan kekuatan fisik yang besar ditunjang sentuhan yang tangkas, ia menjadi pilar dahsyat di lini tengah Manchester City.
Dengan kemampuan menangkal serangan sebagai gelandang bertahan serta mampu memainkan peran playmaker untuk membongkar pertahanan lawan, Yaya Toure juga dibekali kemampuan penetrasi yang mampu mengobrak-abrik permainan seteru mereka di lapangan diimbuhi dengan insting mencetak gol handal. Selain itu ia juga bisa memainkan peran bek tengah di sejumlah kesempatan - menjadikannya salah satu gelandang serba bisa terbaik di jagat saat ini.
Bastian Schweinsteiger (Bayern Munich)

Penggawa timnas Jerman ini sudah kentara talentanya sejak menjadi winger muda berusia 20 tahun di Euro 2004. Penampilan apik serta tak kenal gentar membuatnya sosok penting untuk Die Mannschaft. Sejak itu ia pun bangkit menjadi salah satu gelandang tengah paling masyhur berkat visi, gaya bertahannya yang agresif dan kemampuan mencetak gol luar biasa - pelatih Jerman saatini , Joachim Loew bahkan melabeli Schweini sebagai 'otak' timnya.
Seiring bertambahnya usia, gelandang Bayern Munich pun ini kian komplet kemampuannya termasuk dalam membaca permainan, memposisikan diri dalam membantu pertahanan serta juga dalam aspek kepemimpinan di lapangan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Como 2-0 Juventus: Ketegangan Antara Tudor dan Fabregas Berlanjut
Liga Italia 20 Oktober 2025, 00:18
-
Nico Paz Menangi Duel Bintang Muda, Como Taklukkan Juventus 2-0 di Sinigaglia
Liga Italia 19 Oktober 2025, 23:43
-
Como 1907 Pamer Permainan Tiki-taka ala Cesc Fabregas
Liga Italia 16 Oktober 2025, 17:07
-
Mungkinkah Cesc Fabregas Kembali ke Inggris dan Jadi Manajer Manchester United?
Liga Inggris 2 Oktober 2025, 21:26
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Inter vs Napoli - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 11 Januari 2026, 19:45
-
Rekor Persib Bandung: 100 Persen Menang dan Hanya Kebobolan Sekali di Kandang
Bola Indonesia 11 Januari 2026, 18:01
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52






