Membedah Penyebab di Balik Prahara AC Milan Musim Ini
Editor Bolanet | 24 Mei 2014 09:34
Bola.net - Musim 2013-14 boleh dibilang menjadi periode yang sangat buruk bagi AC Milan. Terdampar di posisi delapan Serie A, Rossoneri untuk pertama kalinya tidak lolos ke Eropa dalam 16 tahun terakhir.
Mereka juga terdepak dari Liga Champions di babak 16 besar oleh Atletico Madrid dan juga tersisih dari perempat final Coppa Italia di tangan Udinese. Pemecatan allenatore Massimiliano Allegri di tengah kompetisi untuk digantikan Clarence Seedorf semakin mempertegas krisis yang dialami Milan.
Berikut Bolanet sajikan ulasan singkat mengapa Il Diavolo Rosso, yang notabene memiliki reputasi cemerlang di masa lalu baik di Italia maupun Eropa, mengalami keterpurukan musim ini. Mampukah mereka bangkit dan kembali menemukan kejayaan musim depan? (fo/mri)
Hilangnya Tradisi Pertahanan Kokoh

Namun tradisi tersebut gagal dipertahankan sepeninggal Thiago Silva yang hengkang ke PSG. Musim ini Rossoneri diperkuat oleh sejumlah bek tengah yang kurang meyakinkan dan rentan blunder. Philippe Mexes sudah menua dan mulai kehilangan kemampuannya sebagai sweeper alami, sementara Daniele Bonera sudah menjadi kartu mati di pertahanan Milan sejak beberapa musim terakhir.
Cristian Zapata dan Adil Rami menunjukkan bahwa mereka punya potensi, namun tetap jauh dari standar kelas dunia. Sementara Cristian Zaccardo sejak awal hanya disiapkan sebagai pelapis.
Milan jelas butuh bek tengah baru yang bisa diandalkan, namun hal tersebut rasanya sulit diwujudkan mengingat kondisi finansial mereka yang tak terlalu menggembirakan.
Krisis Allenatore

Hal serupa tak terulang musim ini, Allegri dipecat sesaat setelah pergantian tahun menyusul mandegnya posisi mereka di urutan belasan klasemen sementara. Sebagai penggantinya, Milan melakukan perjudian dengan menunjuk sosok minim pengalaman Clarence Seedorf. Hal ini terbukti tak terlalu sukses, karena pria asal Belanda ini tetap gagal meloloskan Rossoneri ke Eropa dan juga tak pernah benar-benar berada dalam posisi aman di kursi kepelatihannya.
Transfer Yang Buruk

Matri hanya setengah musim berada di San Siro, sementara Zapata, Vergara, dan Saponara kesulitan menembus skuat inti Milan. Di sisi lain, sejumlah rekrutan 'gratis' juga tampil tidak terlalu istimewa. Kaka tampil cukup baik bersama Milan meskipun gagal mengulang performa cemerlang pada periode pertama bermain di San Siro. Valter Birsa, Matias Silvestre (pinjaman), dan Kevin Constant juga tampil biasa-biasa saja.
Performa pemain baru yang didatangkan di musim dingin masih sedikit lebih baik. Adil Rami dan Adel Taarabt mampu tampil di atas ekspektasi, sementara Keisuke Honda dan Michael Essien nampak masih kesulitan beradaptasi di Italia.
Ketergantungan Pada Mario Balotelli

Selain itu penyakit lamanya selama masih bermain di Inter Milan dan Manchester City juga kembali kambuh, yaitu kerap bermasalah dengan faktor non teknis di luar lapangan dan mengeluarkan komentar yang tidak perlu kepada media. Koleksi sepuluh kartu kuning dan satu kartu merah sepanjang musim ini juga jelas bukan torehan yang wajar bagi seorang striker.
Problem Cedera

Duo fullback reguler Ignazio Abate dan Mattia De Sciglio juga cukup lama mengalami cedera, membuat Milan sempat bereksperimen dengan menempatkan pemain yang posisi naturalnya bukan merupakan fullback di posisi tersebut, seperti Daniele Bonera dan Kevin Constant.
Andalkan Veteran, Abaikan Youngster

Kaka (32), Christian Abbiati (34), Robinho (30), Philippe Mexes (32), Daniele Bonera (32), masih menjadi andalan meskipun performa mereka sudah jauh menurun. Di sisi lain, youngster menjanjikan semacam Gabriel, Ricardo Saponara, Andrea Petagna, M'baye Niang, dan Bryan Cristante justru lebih akrab dengan bangku cadangan.
Terhambatnya karir para pemain muda demi memberi tempat kepada para veteran berpotensi menjadi bumerang untuk Milan. Padahal mematangkan para youngster bertalenta tersebut lebih memiliki keuntungan untuk jangka panjang alih-alih memaksakan para pemain senior yang sudah tak bisa memberikan banyak hal lagi kepada klub.
Baca Juga

- Video & Flashback: Mengenang Jajaran Derby di Final Liga Champions
- Daftar Pembelian Terburuk Premier League Musim 2013-14
- Dream Team EPL 2013-14 Versi Jamie Redknapp
- FLASHBACK: Rekam Jejak Kepelatihan Luis Enrique
- 6 Pekerjaan Rumah Luis Enrique di Barcelona
- James Wilson dan Barisan Pencetak Gol Termuda MU di Premier League
- Flashback: Rekam Jejak Real Madrid di 12 Laga Final Champions
- Team of The Season Bundesliga 2013-14
- Barisan Pelatih Elit Yang Tampil di Final Champions Dengan Dua Klub Berbeda
- Klub 40's, Barisan Veteran UCL Yang Masih Eksis di Usia Kepala Empat
- Barisan Manajer Dengan Kompensasi Pemecatan Termahal di Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Milan vs Inter 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 23:13
-
Prediksi Genoa vs Roma 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 22:45
-
Prediksi Juventus vs Pisa 8 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 21:10
LATEST UPDATE
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Usai Mansfield Town, Arsenal Alihkan Fokus ke Bayer Leverkusen
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:37
-
Mikel Arteta akui Mansfield Buat Arsenal Menderita
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:27
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Hasil Borneo FC vs Persebaya: Pesut Etam Hajar Bajul Ijo 5-1
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 22:35












