Mengenang Shoya Tomizawa, Pembalap Berbakat Yang Humoris

Editor Bolanet | 8 September 2010 18:31
Mengenang Shoya Tomizawa, Pembalap Berbakat Yang Humoris
Shoya Tomizawa

Bola.net - Oleh: Chandra Wijaya Minggu 5 September 2010, dunia balap mendapat berita yang sangat mengejutkan. Pembalap asal Jepang, Shoya Tomizawa, tewas karena luka yang dia alami dalam kecelakaan yang terjadi dalam Moto2 Grand Prix San Marino di Misano, Italia, Minggu. Pembalap Technomag-CIP berusia 19 tahun itu terjatuh dari motornya saat mendapat tekanan dari pembalap Italia Alex de Angelis yang melaju cepat di belakangnya. Baik de Angelis maupun pembalap Inggris Scott Redding yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak bisa menghindar dari menabrak Tomizawa, karena begitu dekatnya jarak antara mereka. Tomizawa pun terdorong lebih dari 40 meter dan keluar dari lintasan menuju area pasir. Tomizawa lalu dibawa ke pusat medis sirkuit sebelum dilarikan ke rumah sakit, sekitar 30 kilometer di daerah Riccione. Tapi akhirnya dia dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya pada pukul 14:20 waktu setempat di rumah sakit pada usia ke 19. Kematiannya diumumkan pada akhir perlombaan MotoGP. Bendera di podium diturunkan setengah tiang dan penyerahan gelar juara untuk kelas MotoGP dirayakan tanpa sampanye. Dia mengalami luka serius pada tulang tengkorak, dada, dan perut, demikian menurut penyelenggara balapan. Kematiannya merupakan yang pertama dalam ajang Grand Prix sejak rekan senegaranya yang berusia 24 tahun Daijiro Kato, meninggal dunia pada April 2003 di MotoGP Jepang di Suzuka. Tomizawa bahkan menempatkan nomor 74 milik Kato pada bahu kirinya sebagai penghargaan kepadanya. Tomizawa dilahirkan di kota Asahi, Chiba, Jepang. Dia mulai berkecimpung dalam dunia balap sepeda pada usia 3 di tahun 1994. Dia kemudian masuk ke balap minibike sekitar tahun 2001. Ketika di sudah masuk ke SMA Sousa di Chiba, jurusan bahasa Inggris, dia mulai ikut berpartisipasi penuh di kelas 125cc ajang All Japan Road Race Championship . Dia menduduki posisi kedua di musim 2006. Rookie of the Year adalah gelar tambahan baginya karena telah karirnya yang berkembang dengan cepat. Tomizawa bahkan berlomba di dua kelas pada musim berikutnya, yaitu di kelas 125cc dan 250cc. Dia mendapatkan posisi ketiga di kelas 125 dan kedelapan di kelas 250cc pada musim 2007. Pada tahun 2008, dia memutuskan untuk fokus di kelas 250cc dan berhasil mendapatkan posisi kedua. Prestasi itu membuatnya mulai melirik lomba yang lebih global. Setelah lulus SMA pada bulan Maret 2009, Tomizawa direkrut oleh tim baru CIPMOTO-GP250. Di debut balapan internasional pertamanya, dia memperoleh posisi ke 17, dengan hasil terbaik meraih posisi kesepuluh di Motegi dan Valencia dengan mengendarai Honda RS250R. Tomizawa pindah ke kelas baru Moto2 baru yang menggantikan kelas 250cc, untuk tahun 2010. Mengendarai sepeda motor Suter, dia memenangkan perlombaan perdana Moto2 di Losail, dan diikuti ini dengan pole position pertamanya di ajang Grand Prix dan mendapatkan posisi kedua di balapan berikutnya di Spanyol. Dia merebut pole position lagi di Brno. Peningkatan penampilannya di MotoGP membuatnya berada di posisi ketujuh dalam klasemen pembalap setelah balapan kesepuluh. Komentator Toby Moody menyebutnya sebagai bintang "masa depan". Tragedi kemudian menimpa Tomizawa saat sedang berlomba di putaran kesebelas dari Kejuaraan Dunia Moto2, San Marino Grand Prix di Misano World Circuit pada tanggal 5 September 2010. Pada putaran 12, Tomizawa jatuh di Curvone, sebuah belokan cepat ke kanan. Saat itu dia sedikit melebar karena kehilangan grip pada ban depannya. Dia kemudian langsung tertabrak motor dari Scott Redding dan Alex de Angelis. [9 ] Berbagai keluhan muncul tentang penanganan Tomizawa setelah terjadinya kecelakaan itu. Dia dan Redding dengan tergesa-gesa dikeluarkan dari tempat kejadian dan dibawa dengan tandu. Mirisnya tandu Tomizawa tampaknya sempat terjatuh di kerikil sebelum akhirnya diangkat kembali. Dokter MotoGP Claudio Macchiagodena menjelaskan bahwa "Ada banyak kejadian di mana sangat penting untuk cepat mendapatkan bantuan. Dalam situasi ini jika Anda dipindahkan dengan cepat, menurut pendapat saya, Anda memiliki kemungkinan lebih banyak untuk membantu pasien." Pertanyaan itu menepis kemungkinan adanya cedera tulang belakang. Alex de Angelis mengatakan dia "benar-benar hancur" setelah terlibat dalam kecelakaan yang akhirnya menewaskan Shoya Tomizawa itu. . "Saya benar-benar merasa hancur dengan oleh apa yang terjadi dengan Shoya," kata de Angelis dalam sebuah pernyataan. "Saya merasa prihatin untuk keluarganya dan untuk semua orang yang mencintainya," tambah de Angelis. Suter Racing merasa benar-benar "hancur" dengan kematian pembalap mereka itu. "Shoya lebih dari sahabat bagi kami. Ia seperti anggota keluarga kami," kata CEO Suter Racing Eskil Suter dalam pernyataannya. "Ia dicintai siapa saja di paddock dan saya amat menyesalkan insiden tragis ini, baik kepada keluarga mau pun tim kami," katanya. Suter menyatakan de Angelis dan Redding tidak memiliki kesempatan untuk menghindarkan tabrakan dengan Tomizawa. "Saya juga menyesalkan kejadian yang menimpa De Angelis dan pembalap kami Scott Redding," kata Suter, "Selain cedera di tulang punggungnya, Scott tidak mengalami cedera serius lain." "Tetapi dari sisi mental, ia amat terguncang dan merasa hancur tetapi itu bukan kesalahannya. Ini membuktikan balapan berbahaya dan lintasan sirkuit harus lebih diamankan dari waktu ke waktu," katanya. Para pembalap MotoGP pun tidak ketinggalan mengenang sosok Shoya Tomizawa. Juara MotoGP San Marino, Dani Pedrosa, mengatakan, "Secara personal, saya hanya bisa mengatakan kalau dia adalah seorang anak yang sangat lucu, selalu bahagia dan membuat lelucon. Dan sebagai pembalap, dia mendapatkan rasa hormat dari semua orang dalam waktu yang sangat singkat. Dia sangat cepat dan berani." Casey Stoner, pembalap dari tim Ducati mengatakan,"Sangat senang melihatnya berlomba dan saya sudah sangat berharap melihatnya memiliki karir yang hebat." Rekan setimnya, Nicky Hayden, juga menyatakan kesedihannya,"Kami telah kehilangan seorang anak berbakat dengan kepribadian yang hebat. Saya suka gayanya, tekadnya dan senyum yang selalu dia tampilkan." "Shoya Tomizawa adalah pembalap yang sangat baik Dia lucu, selalu tersenyum dan selalu berkata sopan dengan semua orang. Dia juga sangat muda, dengan karier yang bagus di depannya," kata Valentino Rossi. Yang pasti dari tragedi ini, dunia balap telah kehilangan seorang pembalap muda berbakat yang punya masa depan cerah. Bahkan bukanlah tidak mungkin dia adalah calon juara MotoGP. Tapi takdir telah berkata lain dan perjalanannya harus berhenti sampai di sini. Selamat jalan Shoya Tomizawa. [initial] Lihat foto-foto kejadiannya: Kepergian Tomizawa di Moto2 GP San Marino.
Lihat berita-beritanya:
- Kecelakaan, Tomizawa Tewas di GP Moto2 San Marino
- Kematian Tomizawa Buat Suter Racing Merasa Hancur. (bola/cax)

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE