
Bola.net - Kegagalan kembali menghantam tim nasional Italia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Untuk ketiga kalinya dalam 12 tahun, Azzurri harus menelan kenyataan pahit tidak lolos ke turnamen terbesar sepak bola tersebut.
Situasi ini memicu perubahan besar di tubuh federasi. Pelatih sebelumnya, Gennaro Gattuso, dikabarkan segera meninggalkan posisinya setelah hasil buruk tersebut.
Tidak hanya itu, presiden federasi juga ikut mundur dari jabatannya. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya krisis yang sedang dihadapi sepak bola Italia saat ini.
Kini fokus utama beralih pada masa depan tim nasional. Italia harus segera menemukan sosok pelatih yang mampu membawa mereka bangkit dan kembali kompetitif.
Dengan target Euro 2028 dan Piala Dunia 2030, pemilihan pelatih baru menjadi sangat krusial. Beberapa nama besar pun mulai dikaitkan dengan posisi tersebut.
1. Stefano Pioli
Stefano Pioli dianggap sebagai kandidat paling logis untuk menangani Italia. Pengalamannya di berbagai klub besar Serie A menjadi nilai tambah yang signifikan.
Pelatih berusia 60 tahun itu saat ini tidak memiliki klub setelah berpisah dengan Fiorentina. Ia sebelumnya juga sempat melatih Al Nassr di Arab Saudi.
Namun, rekam jejak terbarunya tidak sepenuhnya meyakinkan. Pioli dipecat dari AC Milan setelah tertinggal jauh dari Inter dalam perburuan gelar.
Setelah itu, kariernya juga tidak berjalan mulus di klub lain. Kegagalan beruntun ini bisa menjadi pertimbangan serius bagi federasi Italia.
2. Massimiliano Allegri
Massimiliano Allegri menjadi opsi menarik berikutnya untuk posisi pelatih Italia. Ia saat ini masih menangani AC Milan dan bersaing di papan atas Serie A.
Sepanjang kariernya, Allegri dikenal sebagai pelatih sukses. Ia mengoleksi enam gelar Serie A, sebagian besar diraih bersama Juventus.
Gaya bermainnya mungkin dianggap klasik atau konservatif. Namun pendekatan tersebut terbukti tetap efektif hingga saat ini.
Jika Italia menginginkan stabilitas dan pengalaman, Allegri adalah kandidat kuat. Tantangannya adalah meyakinkannya meninggalkan klub.
3. Roberto Mancini
Roberto Mancini memiliki keunggulan besar dibanding kandidat lain. Ia adalah sosok yang membawa Italia menjuarai Euro 2020.
Pengalaman internasionalnya juga sangat luas. Selain Italia, ia pernah menangani tim nasional Arab Saudi.
Namun, bayang-bayang kegagalan kualifikasi Piala Dunia sebelumnya masih melekat. Italia tersingkir oleh Makedonia Utara di era kepemimpinannya.
Meski begitu, pengalaman dan rekam jejaknya tetap menjadi daya tarik. Kembalinya Mancini bisa menjadi langkah realistis bagi Italia.
4. Fabio Cannavaro
Fabio Cannavaro menjadi opsi yang lebih berani dan berisiko. Ia belum memiliki pengalaman panjang sebagai pelatih di level tertinggi.
Namun, statusnya sebagai legenda sepak bola Italia memberi nilai tersendiri. Ia juga membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Karier kepelatihannya tersebar di berbagai negara. Pengalaman internasional tersebut bisa menjadi bekal penting.
Jika terus berkembang, Cannavaro bisa menjadi pilihan jangka panjang. Namun, keputusan menunjuknya tetap mengandung risiko besar.
5. Pep Guardiola
Nama Pep Guardiola muncul sebagai kandidat mengejutkan. Rumor menyebut ia bisa meninggalkan Manchester City dalam waktu dekat.
Jika hal itu terjadi, posisi pelatih tim nasional bisa menjadi opsi menarik. Tekanan yang lebih rendah dibanding klub menjadi daya tarik tersendiri.
Namun, kemungkinan ini masih sangat spekulatif. Banyak faktor yang harus terjadi agar Guardiola benar-benar tersedia.
Meski begitu, jika terwujud, ini akan menjadi langkah besar bagi Italia. Kehadirannya bisa mengubah arah tim secara drastis.
6. Antonio Conte
Antonio Conte bukan sosok asing bagi tim nasional Italia. Ia pernah menangani Azzurri setelah Piala Dunia 2014.
Di bawah asuhannya, Italia tampil solid di Euro 2016. Mereka mencapai perempat final sebelum tersingkir lewat adu penalti.
Conte dikenal sebagai pelatih dengan karakter kuat. Ia mampu membangun tim yang disiplin dan kompetitif.
Kembalinya Conte bisa menjadi solusi instan. Pengalaman sebelumnya membuatnya memahami tekanan di tim nasional.
7. Thiago Motta
Thiago Motta merupakan kandidat dengan profil berbeda. Karier kepelatihannya belum panjang, namun cukup menjanjikan.
Ia sempat menangani Juventus, meski berakhir kurang memuaskan. Hasil buruk membuatnya kehilangan pekerjaan pada 2025.
Meski begitu, performanya bersama Bologna sebelumnya cukup impresif. Hal itu yang membuatnya sempat dianggap sebagai pelatih muda berbakat.
Italia bisa saja mengambil risiko dengan Motta. Namun keputusan ini membutuhkan keyakinan besar terhadap potensinya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:45Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 19:41Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:30Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:13AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 17:30Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:45Tidak Gratis! MU Harus Bayar ke Newcastle untuk Pekerjakan Eddie Howe
-
Liga Spanyol 27 Oktober 2026 19:41Barcelona Siapkan Solusi dari La Masia untuk Atasi Krisis Bek Kanan
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 19:40Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:30Pemecatan Michael Carrick Ditunda! Laga Lawan Chelsea Jadi Penentuan!
-
Liga Inggris 27 Oktober 2026 19:13AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 19:00Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
BERITA LAINNYA
-
editorial 27 Oktober 2026 13:524 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
-
editorial 26 Oktober 2026 23:49Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
-
editorial 26 Oktober 2026 16:037 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
-
editorial 8 Oktober 2026 11:185 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
-
editorial 7 Oktober 2026 13:005 Bek Kiri yang Bisa Dipertimbangkan Manchester United untuk Gantikan Luke Shaw
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:44Sestama BNPB Dicecar KPK Soal Pengadaan Dana Bencana
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:12BRIN Punya 4 Kandidat Vaksin Malaria, Prabowo Minta Riset Dipercepat
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 27 Oktober 2026 16:17DPR Soroti Kasus Montir Dicatut Jadi Pemilik McLaren
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383841/original/017191300_1793103340-IMG_0345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
