Menjadi Pass Master Cara Andres Iniesta
Editor Bolanet | 8 Agustus 2014 16:34
Bola.net - Salah satu gelandang serang terbaik di dunia, Andres Iniesta, berbagi tips tentang bagaimana caranya agar bisa merajai lapangan tengah dalam sebuah pertandingan sepak bola.
Kepada Four Four Two, sang pass master kelahiran 11 Mei 1984 dan pencetak gol tunggal kemenangan atas Belanda di final Piala Dunia 2010 itu mengungkapkan rahasia di balik permainannya.
Apa sajakah itu?
Menurut Iniesta, ada setidaknya enam cara mudah yang bisa diterapkan.
Mari kita intip rahasianya. (fft/gia)
1 dari 7 halaman
Berpikir Cepat

Namun, saya juga selalu waspada dengan keadaan sekitar. Jika merasa ruang kurang lega akibat pressing pemain-pemain lawan, maka satu sentuhan saja untuk menjauhkan bola dari mereka sudah cukup guna melanjutkan permainan.
Sebisa mungkin cari ruang kosong di lapangan untuk menerima operan. Semakin luas ruang yang ada, maka semakin banyak pula waktu yang bisa kita gunakan untuk berpikir.
Setelah menerima operan, sebaiknya hindari membawa bola ke arah lawan.
Kalau saya pribadi lebih suka berlari ke pemain lawan dan menahan bola di depannya. Dengan begitu, saya bisa membuka peluang bagi rekan-rekan yang lain untuk naik menyerang.
2 dari 7 halaman
Jaga Akurasi Operan

Operan yang buruk bisa berujung pada kehilangan possession dan membuat tim berada dalam tekanan.
Operan-operan pendek bermanfaat untuk membangun momentum. Jika kita menguasai bola, lawan tak bisa berbuat apa-apa.
Jangan sampai terlambat melepas killer pass. Jika mencari gol, buka mata lebar-lebar dan temukan celah di pertahanan lawan untuk mengirim bola ke sana.
Jika mempertahankan keunggulan, jaga possession dan bermain aman.
Di Barcelona, saya dan rekan-rekan sudah cukup lama bermain bersama dengan sistem yang semuanya telah sama-sama paham. Setiap orang sudah tahu ke mana harus bergerak.
Itu membuat tugas saya jadi lebih mudah, karena saya hampir selalu tahu di mana posisi Xavi atau Lionel Messi.
3 dari 7 halaman
Lihat Lapangan Dari Atas

Dengan begitu, kita bisa mengumpulkan informasi-informasi penting. Misalnya: Ke mana rekan kita akan berlari? Apakah dia akan offside atau tidak? Siapa yang punya ruang untuk bergerak bebas? Siapa saja yang siap menerima operan? Operan seperti apa yang mereka inginkan, tepat mengarah ke kaki ataukah through pass untuk dikejar?
Lebih penting lagi, ambil keputusan sebelum menerima bola. Jika mulai berpikir apa yang bakal dilakukan ketika bola sudah di kaki, maka possession bisa hilang.
Pemain terbaik adalah pemain yang berpikirnya paling cepat.
Siapa saja bisa menjadi pengoper terbaik di dunia, tapi itu takkan terjadi jika rekan-rekannya tidak berada di posisi yang tepat.
4 dari 7 halaman
Kelabui Lawan

Ciptakan kebingungan di kepala mereka.
Jika bola dikuasai pemain lawan, segera tutup ruang geraknya. Pressing sebisa mungkin hingga dia tak punya waktu untuk berpikir apa yang harus dia lakukan dengan bola di kakinya.
5 dari 7 halaman
Size Doesn't Matter

Dalam kondisi seperti itu, saya biasanya memainkan bola-bola mendatar. Operan one-two yang cepat juga bisa jadi salah satu cara paling efektif karena pemain-pemain besar umumnya tidak punya reaksi kilat dan sering kesulitan berputar arah.
Saya juga menghindari body contact dengan pemain-pemain seperti itu. Adu power jelas kalah.
Jika berkali-kali dikecoh dengan one-two, mereka biasanya hilang kesabaran dan jadi terburu-buru melakukan tekel. Namun, tekel sembrono gampang dihindari dan kita pun bisa mendapat lebih banyak ruang untuk bergerak.
Barca adalah tim yang mayoritas pemainnya berpostur kecil seperti saya. Kalah power, kami unggul kecepatan, dan kami sanggup memanfaatkan keunggulan itu secara maksimal.
6 dari 7 halaman
Ada Celah, Lepas Tembakan

Saya menembak saat saya merasa tembakan itu bisa menjadi gol. Targetnya adalah bagian mulut gawang yang paling sulit bagi para kiper.
Itulah yang saya lakukan di final Piala Dunia 2010 juga ketika melawan Chelsea (semifinal Liga Champions 2009).
Saya menembak karena saya melihat jalur bola di tengah kerumunan pemain-pemain lawan.
Dengan banyaknya pemain di depan kita, memang sulit untuk melepas tembakan, tapi kiper lawan juga merasakan hal yang sama. Karena tak bisa melihat, dia jadi susah menebak kapan bola melesat ke gawangnya.
Namun, jika ada rekan di posisi lebih baik, saya memilih mengoper bola.
Intinya, setiap saat kita perlu mengetahui siapa saja yang ada di sekitar kita sekaligus posisi pasti mereka.
7 dari 7 halaman
Artikel Menarik Lainnya

Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Penghancuran Lewat Sayap Ala Roberto Carlos
EDITORIAL: Bela Guttmann dan Kutukan Seabad Benfica
Final-final Dalam Karier Fantastis Javier Zanetti
15 Momen Terbaik Vidic Berseragam Red Devils
20 Marcatore Paling Maut Dalam Sejarah Italia
Meneror Pertahanan Lawan Ala Gareth Bale
Nomor 10 Superior Dalam Sejarah Calcio
Duo Attaccante Maut Serie A Satu Dekade
Montolivo dan Istrinya Yang Seksi di Pantai Miami
Mengintip Kabin Penerbangan Juventus ke Jakarta
Rosy Maggiulli, Seksi Dengan Jersey I Ducali
Best XI Tiga Klub Terbesar Portugal
Kompilasi Meme & Reaksi Kocak Penalti 'Full Power' Micah Richards
Rilis Jersey Anti Mainstream, Bodypainting Seksi
Latihan Perdana Alexis Sanchez di Arsenal
Bienvenido Griezmann al Calderon
Francesca Fioretti, WAGs Baru Giallorossi
Swantje Thomssen, Fisio Ayu Dortmund
Dari Pantai Miami, Galeri Seksi Ludivine Sagna
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan
Liga Italia 22 Juli 2026, 05:52
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
-
Emi Martinez Pertimbangkan Mundur dari Timnas Argentina
Piala Dunia 22 Juli 2026, 01:18
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











