FOLLOW US:


EDITORIAL: Bela Guttmann dan Kutukan Seabad Benfica

15-05-2014 12:37
EDITORIAL: Bela Guttmann dan Kutukan Seabad Benfica

Bola.net - Oleh: Gia Yuda Pradana

Kekalahan adu penalti melawan Sevilla dalam final Liga Europa 2013/14 di Juventus Stadium, Turin, Kamis (15/5), menandakan bahwa sang raksasa Portugal Benfica belum lepas dari kutukan yang membelenggu mereka sejak 52 tahun silam. Kutukan apakah itu sebenarnya?

Akar permasalahannya adalah seorang pria Hungaria bernama Bela Guttmann. Siapakah dia? Apa hubungannya dengan Benfica? Mari kita flashback sejenak dan telusuri dari awal.

Di tahun 1960, setelah menangani sejumlah klub top dunia dari AC Milan, Sao Paulo hingga FC Porto, Guttmann diangkat menjadi pelatih Benfica. Waktu itu, Guttmann langsung mengambil langkah signifikan. Sebanyak 20 pemain senior didepaknya guna memberi jalan bagi para pemain muda didikan akademi ke tim utama.

Dengan pemain legendaris Benfica Eusebio yang dibawanya ke klub, Guttmann sanggup memberikan kesuksesan kolosal nan instan buat As Aguias (The Eagles).

Pasukannya sanggup mematahkan dominasi Real Madrid di turnamen elit European Champion Clubs' Cup (sekarang Liga Champions) dan menjadi juara dua musim secara beruntun berkat kemenangan atas Barcelona dalam final 1961 di Wankdorf Stadium serta final 1962 melawan Real Madrid di Olympic Stadium.


(Patung Guttmann memegang dua trofi European Cup diletakkan di salah satu pintu Estadio da Luz untuk merayakan ulang tahun ke-110 Benfica © mfa.gov.hu)

Berkat kesuksesan itu, Guttmann merasa bahwa dia layak mendapatkan kenaikan gaji. Guttmann pun lantas mendekati pihak klub guna mengutarakan maksudnya. Namun, keinginan Guttmann ditolak mentah-mentah. Guttmann kecewa, marah, dan akhirnya memutuskan hengkang.

Namun, saat pergi, Guttmann berkata: "Takkan pernah bisa dalam 100 tahun dari sekarang Benfica menjadi juara Eropa."

Itulah awal dari segalanya.

Sejak hari itu, rentetan nasib buruk menaungi kiprah Benfica di Benua Biru. Delapan kali masuk final kejuaraan Eropa, mereka selalu gagal mengangkat trofi juara.


Daftar kegagalan Benfica di final kejuaraan antraklub Eropa:
European Cup/Liga Champions
1962/63: AC Milan 2-1 Benfica
1964/65: Inter Milan 1-0 Benfica
1967/68: Benfica 1-4 Manchester United
1987/88: PSV Eindhoven 0-0 Benfica (PSV menang adu penalti 6-5)
1989/90: AC Milan 1-0 Benfica
UEFA Cup/Liga Europa
1982/83: Anderlecht 1-0 Benfica
2012/13: Benfica 1-2 Chelsea
2013/14: Sevilla 0-0 Benfica (Sevilla menang adu penalti 4-2).


(Benfica takluk dalam final melawan Sevilla di Turin © AFP)


(Para suporter Benfica seolah tak percaya kalau tim kesayangan mereka lagi-lagi kandas di final © AFP)

Sebelum final European Cup 1990 melawan Milan di Vienna, kota tempat Guttmann meninggal dan dikebumikan ketika meninggal pada 28 Agustus 1981 (usia 82), Eusebio bahkan berdoa di makamnya serta meminta agar kutukan terhadap Benfica diangkat.


(Eusebio, pemain legendaris Benfica yang meninggal pada 5 Januari 2014 © EPA)

Namun, kutukan Guttmann ternyata masih berlanjut, bahkan hingga sekarang.

Pertanyaan di benak para suporter Benfica saat ini mungkin semuanya sama: "Kapan kutukan Guttmann akan lepas?"

Kalau kutukan itu benar berlaku seabad lamanya seperti yang dahulu diucapkan Guttmann, berarti Benfica masih harus menunggu 48 tahun lagi untuk bisa menjuarai kompetisi antarklub Eropa.

Sungguh sebuah penantian yang sangat panjang. (bola/gia)