Rusia Ingin Lebih Dari Semi Final
Editor Bolanet | 16 Juni 2012 20:18
Bola.net - Oleh: Indra Pramana
Euro 2008 seolah menjadi titik balik bagi Rusia. Di ajang sebelumnya itu lah publik mulai kembali memperhitungkan negara yang sering diprediksi menjadi kuda hitam ini. Kala itu di bawah arahan Gus Hiddink, Total Football yang ditampilkan benar-benar menghibur. Hasilnya, mereka tembus semifinal.
Pendukung negara pecahan Uni Soviet ini benar-benar kecewa dengan kenyataan bahwa negara mereka tidak dapat berpartispasi di Piala Dunia 2010 lalu. Meski begitu, kembali lolosnya Rusia ke Polandia dan Ukraina kali ini membawa harapan tersendiri bagi pendukung mereka. Minimal dapat menyamai raihan sebelumnya atau bahkan jauh lebih bagus lagi, menjadi juara.
Harapan pendukung Rusia semakin diselimuti oleh rasa optimis di pertandingan pertama ketika Rusia mampu membuat Republik Ceko harus menderita dengan 4 gol yang mereka gelontorkan pada malam itu. Bahkan, setelah pertandingan Petr Cech dan Tomas Rosicky harus benar-benar memberikan suntikan penyemangat lagi kepada rekan-rekannya. Di pertandingan kedua, Rusia hampir saja memperoleh kemenangan atas tuan rumah jika saja gol Jakub Blaszczykowski (Polandia) tidak bersarang di gawang Vyacheslav Malafeev. Pertandingan pun terpaksa berkesudahan dengan sama kuat 1-1.
Kekuatan Rusia yang benar-benar harus diperhatikan semua lawan kali ini adalah The Young Guns mereka, yang ternyata mampu bermain apik melebihi senior-seniornya yang telah memiliki masa keemasan di Euro 2008. Pemain sekelas Andrey Arshavin dan Roman Pavlyuchenko pun mengakui bahwa timnya kali ini lebih bergantung kepada para junior.
Pemain muda masa depan Rusia yang begitu menonjol pada pagelaran Euro tahun ini adalah Alan Dzagoev. Penyerang CSKA Moskow ini baru berumur 21 tahun. Tapi sepak terjangnya kali ini cukup menjanjikan dengan koleksi 3 golnya dari 2 pertandingan. Ia kini sejajar bersama Mario Gomez (Jerman) dan Mario Mandzukic (Kroasia) di daftar pencetak gol terbanyak.
Kemampuan Dzagoev sebenarnya sudah muali terlihat di Timnas kala Rusia masih dipegang oleh Hiddink, sang pelatih kala itu pun sempat memberikan statement bahwa Dzagoev akan menjadi kebutuhan utama bagi Rusia di masa mendatang.
Sebagai langkah pertama untuk dapat mewujudkan prestasi 4 tahun lalu maka Rusia wajib lolos dulu. Hal itu nampaknya tidak akan melalui hambatan yang berarti mengingat lawannya kali ini adalah Yunani sebagai juru kunci grup A.
Di atas kertas kekuatan Rusia nampaknya akan mampu mengalahkan Yunani namun Rusia harus waspada akan strategi yang akan diterapkan lawan. Kemungkinan Yunani meniru pola permainan Polandia ketika menahan seri Rusia bisa terjadi sambil menambah kreatifitas serangan yang kurang dilakukan Polandia, dan jika Dzagoev tidak dimatikan sedari awal, maka Yunani harus benar-benar angkat koper. (ip) (bola/fjr)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Kasihan! Impian Marcus Rashford Bersama Barcelona Bakal Kandas
Liga Inggris 4 April 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13













