Siapa Petinggi City Yang Pecat Mancini?
Editor Bolanet | 15 Mei 2013 07:12
Bola.net - Ketika Roberto Mancini menaiki tangga stadion Wembley setelah laga final Piala FA, ia disambut oleh sekumpulan wajah kecewa. Yang menakutkan, mereka adalah sosok penguasa di Manchester City dan beberapa di antaranya punya kekuatan untuk memecat Mancini.
Yang paling buruk memang akhirnya terjadi; Mancini dipecat! Keputusan bersama para petinggi mengharuskan Mancini pergi dari Etihad Stadium dengan pesangon 7 juta pound.
Mancini, sosok yang mengakhiri penantian panjang City terhadap gelar juara terdepak begitu saja. Alasannya simpel; City gagal mencapai target mereka musim ini.
Berikut kami himpun sekelumit informasi tentang para petinggi City. Beberapa di antara mereka adalah penggagas ide pemecatan Mancini. (tdm/hsw)
Sheikh Mansour

Posisi: Pemilik klub
Si pemilik uang ini jarang sekali menampakkan diri bersama klub, ia lebih banyak menghabiskan waktu menjalani jabatannya sebagai salah satu pemimpin perusahaan asal UEA, Abu-Dhabi United. Ia juga tak hadir ketika City menjalani partai final Piala FA.
Sheikh Mansour jelas mendapat laporan dari para pegawainya menjelang pemecatan Mancini. Meski demikian, sang Sheikh sudah lama menyerahkan urusan sehari-hari klub kepada dewan direksi klub.
Kemungkinan besar Sheikh Mansour tidak menyuarakan langsung pemecatan Mancini.
Khaldoon Al-Mubarak

Posisi: Chairman
Al Mubarak merupakan pejabat eksekutif nomor satu dalam struktur kepemimpinan di City. Ia menggantikan Thaksin Shinawatra sebagai chairman klub setelah City dibeli oleh Sheikh Mansour.
Al-Mubarak sendiri yang memilih Roberto Mancini setelah memecat Mark Hughes tiga setengah tahun lalu. Sejak saat itu, hubungan baik Al-Mubarak dengan Mancini bisa bertahan hingga saat ini.
Musim lalu Al-Mubarak memberikan kontrak berdurasi lima tahun kepada Mancini, ia jelas tak pernah berniat memecatnya. Setelah Mancini akhirnya dipecat, hanya Al-Mubarak saja yang langsung memberikan dukungan.
Ferran Soriano

Posisi: Chief Executive
Soriano merupakan mantan presiden maskapai Spanyol Spanair. Ia kemudian menjadi salah satu direktur Barcelona pada 2003 hingga 2008.
Berharap bisa meniru kesuksesan Barca, City mempekerjakan Soriano sejak Agustus 2012 untuk menggantikan Gary Cook. Ia bukan sosok yang doyan bicara dan hanya tampil di depan publik saat dibutuhkan.
Namun Soriano adalah orang yang memegang palu pemecatan. Ia mulai kesal karena era Mancini di City terlalu banyak diwarnai kerusuhan di dalam internal tim utama.
Soriano mengabarkan pemecatan langsung kepada Mancini.
Brian Marwood

Posisi: Managing Director Akademi City
Marwood tak akan menangisi kepergian Mancini; ia mungkin adalah orang yang paling bahagia melihat Mancini dipecat. Hubungan Marwood dengan Mancini memang sudah sangat buruk.
Penyebabnya terjadi pada bursa transfer musim panas lalu. Mancini meminta klub mendatangkan Javi Martinez dan Robin van Persie. Tugas ini kemudian diserahkan kepada Marwood, dan gagal.
Alih-alih membawa pesanan Mancini, Marwood justru membawa pemain-pemain seperti Scott Sinclair, Jack Rodwell, Javi Garcia dan Matija Nastasic. Sang pelatih pun menghujat Marwood di depan para jurnalis.
Marwood kemudian dipindahtugaskan menjadi direktur akademi CIty setelah Soriano tiba di klub.
Txiki Begiristain

Posisi: Direktur Sepakbola
Dalam hal administrasi sepakbola, Begiristain memiliki kemampuan yang tak perlu diragukan lagi. Ia sempat menjadi Direktur Olahraga Barcelona FC pada 2003 hingga 2008. Begiristain kemudian dipanggil untuk menyusul Soriano di City.
Duo Soriano-Begiristain sangat kesal melihat situasi tim City yang banyak diterpa perselisihan selama dilatih Mancini. Mereka sebelumnya terbiasa melihat kondisi tim yang cenderung tenang di Barcelona.
Dengan misi menjadikan City sebagai klub seperti Barca, duo ini pun berbagai tugas dalam pemecatan Mancini. Soriano mendapat tugas memecat, sedangkan begiristain punya tugas menyisir Eropa untuk mencari penggantinya.
Saat ini Begiristain tengah berada di Spanyol untuk mencoba mengajak Manuel Pellegrini ke Etihad Stadium.
John Macbeath

Posisi: Direktur Non Eksekutif
Posisi non eksekutif Macbeath berarti ia tidak memiliki kekuasaan untuk melakukan pemecatan. Namun Macbeath punya pengaruh khusus.
Ia sempat menjadi Chief Executive sementara ketika Gary Cook dipecat. Macbeath melepaskan jabatan ini untuk diberikan kepada Soriano. Meski demikian, sangat kecil kemungkinan bagi Macbeath untuk bersuara dalam pemecatan Mancini.
Simon Pearce

Posisi: Direktur Non Eksekutif
Seperti halnya semua dewan direksi non eksekutif City, Pearce sudah punya karier yang cemerlang sebelum bergabung dengan The Citizens.
Pearce saat ini punya tugas mengatur strategi komunikasi di City. Pengalaman Pearce antara lain adalah sebagai direktur komunikasi pemerintahan di Abu Dhabi.
Melihat gugus tugasnya, Pearce nampaknya juga tak punya suara dalam pemecatan Mancini.
Patrick Vieira

Posisi: Football Development Executive
Vieira memiliki hubungan yang bagus dengan Mancini. Vieira merupakan pemain pertama yang dibeli dalam era kepemimpinan Mancini di CIty pada Januari 2010.
Sudah kenal baik dengan Mancini sejak di Internazionale, Vieira jelas tak akan memberikan dukungan terhadap pemecatan Mancini. Sayangnya, jabatan Vieira tak cukup besar untuk bisa membantu Mancini mengamankan kursi kepelatihan.
Vieira saat ini merupakan anak buah Brian Marwood, salah satu musuh Mancini di City. Kemungkinan besar Vieira memilih diam dalam menyikapi pemecatan Mancini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Man City vs AEK Athena: Phil Foden
Liga Champions 21 Oktober 2026, 05:16
-
Hasil Man City vs AEK Athena: Foden Hattrick, The Citizens Pesta Gol di Etihad
Liga Champions 21 Oktober 2026, 04:22
-
Tempat Menonton Manchester City vs AEK Athens 21 Oktober 2026
Liga Champions 20 Oktober 2026, 23:59
-
Live Streaming Man City vs AEK Athena di Liga Champions 2026-27
Liga Champions 20 Oktober 2026, 17:46
LATEST UPDATE
-
Mikel Arteta Sebut Arsenal Alami Hari Menyedihkan Usai Disingkirkan Tim Divisi Empat
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Liga Italia: Lazio Pesta Gol 6-2, AS Roma Menang, Como Comeback
Liga Italia 28 Oktober 2026, 04:51
-
Sikap Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 23:56
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Menang di Markas Barcelona, Real Madrid dan Jose Mourinho Dapat Pujian dari Ronaldo
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:01
-
Kabar Buruk bagi Inter, Lautaro Martinez Terancam Absen di Derby Milan
Liga Italia 27 Oktober 2026, 20:46
-
Candaan Diktator Berujung Petaka, Kylian Mbappe Terancam Diboikot China!
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 20:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







