Periode Bahagia Jose Mourinho di London Sudah Habis

Mamat | 1 November 2015 08:29
Periode Bahagia Jose Mourinho di London Sudah Habis
(c) ist

Bola.net - Bola.net - Lengkap sudah cerita pedih seorang Jose Mourinho musim ini. Enam kekalahan dari 11 pertandingan tentu bukan sebuah pertanda bagus bagi masa depan pria yang menyebut dirinya sebagai The Happy One tersebut. Hasil yang terpampang saat ini adalah sesuatu yang lebih buruk dibandingkan pencapaian David Moyes saat dipercaya oleh Sir Alex Ferguson untuk melanjutkan dinastinya di Old Trafford.

The Happy One, sebutan ini sangat cocok untuk menggambarkan perasaan seseorang yang seakan menemukan kembali gairah atau sesuatu yang hilang dari dalam diri. Dan itulah apa yang dikatakan oleh Mourinho tepat setelah dirinya kembali ke Stamford Bridge, 10 Juni dua tahun lalu.

Advertisement

Ia mendapuk dirinya sebagai manusia yang paling bahagia saat itu. Mourinho juga menjelaskan bagaimana rasa cinta yang besar untuk . Harapan pun kembali membumbung tinggi di hati para pendukung yang setia mengumbar tagar #KTBFFH tersebut.

“Saya adalah 'The Happy One' (Orang yang bahagia). Jika saya harus menggambarkan diri saya, saya menggambarkannya sebagai sosok sebagai orang yang begitu bahagia,” - Mourinho, 9 Juni 2013.

Ini adalah pernyataan yang kesekian kali dari manajer asal Portugal itu. Jauh sebelumnya, ia mengklaim bahwa ia adalah The Special One dan The Only One.

Kegembiraan Mourinho tersebut kemudian dibuktikan dengan membawa The Blues finish di peringkat ke-3, sesuatu yang manis bukan? Selain peningkatan tajam atas performa Eden Hazard cs, Mourinho juga membawa menebarkan aroma rivalitas bagi pesaing Chelsea di Premier League.

Setelah musim yang memuaskan di 2013-14, kini mulai beranjak ke musim selanjutnya. Tahun ini menjadi lebih luar biasa lagi. Mourinho sejatinya benar-benar menjadi The Happy One. Dua gelar sekaligus, Premier League dan Piala Liga, berhasil digondol sang manajer. Tetapi di balik kesuksesan itu, ia juga mendapat banyak kritikan karena mengusung pola permainan ortodoks dengan menerapkan strategi parkir bus.

Namun kini sederet momentum kebahagiaan Mou tinggal penggalan masa lalu. Hasil hebat di musim 2014-15 ternyata tak mampu diulangi oleh eks pelatih Real Madrid ini. Bahkan catatan negatif Chelsea di awal musim 2015-16 ini bisa merupakan awal kesedihan yang harus dirasakan oleh The Happy One.

Peringkat 15 dengan 11 poin tentu bukan hasil yang bagus bagi sebuah tim dengan hasrat mempertahankan gelar juara di musim sebelumnya. Alih-alih terlihat sebagai klub dengan status juara bertahan, Si Biru ini lebih terlihat seperti klub Championship yang hanya numpang lewat di kasta tertinggi kompetisi Inggris.

Serangkaian hasil buruk lantas memicu isu pemecatan Jose Mourinho. Terlebih lagi setelah kalah dari yang membuat posisi Mou menjadi semakin terpojok. Usai laga, Mou hanya bisa terdiam; Tidak ada yang perlu dijelaskan, ujar Mou saat itu.

Ia juga mengaku akan menemui keluarganya yang sedang sedih dan memutuskan untuk menonton pertandingan Rugby di rumah.

Apa yang terjadi sekarang? Saya akan pulang ke rumah. Saya akan bertemu dengan keluarga saya yang sedang sedih. Saya akan mencoba untuk menonton sejumlah pertandingan rugby, - Mourinho, 31 Oktober 2015.

Berbagai tekanan seakan menghilangkan ciri khas Mou yang tak pernah gentar menghadapi serangan media. Kali ini baik perkataan dan gestur tubuhnya seakan menggambarkan perasaannya yang sesungguhnya. Ia tak lagi bahagia.