Tiga Alasan Arsenal Harus Pecat Unai Emery
Aga Deta | 4 November 2019 12:58
Bola.net - Arsenal menjalani start yang bagus di bawah Unai Emery pada awal musim ini. Namun, The Gunners belakangan ini terlihat berantakan.
Inkonsistensi masih menjadi masalah terbesar Arsenal sejauh ini. Mereka sekarang sudah tidak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir di Premier League.
Di pertandingan terakhir melawan Wolverhampton Wanderers, Arsenal kembali membuang kemenangan di depan mata. Setelah unggul lewat Pierre-Emerick Aubameyang, mereka akhirnya harus puas bermain imbang 1-1.
Alhasil, Arsenal sekarang tertahan di peringkat kelima di klasemen sementara Premier League. Mereka hanya mengumpulkan 17 poin dari 11 pertandingan.
Rentetan hasil buruk yang diterima oleh Arsenal membuat posisi Emery saat ini terancam. Mungkin sudah saatnya Arsenal membuat keputusan soal masa depan manajer asal Spanyol tersebut.
Berikut ini tiga alasan Arsenal harus pecat Unai Emery sebelum Januari seperti dilansir The4thofficial.
Kurang Komunikasi

Masalah terbesar dengan filosofi taktik Emery adalah hanya sedikit orang yang benar-benar memahaminya. Ini dikarenakan kurangnya kemampuan berkomunikasi sang manajer.
Independent belum lama ini membeberkan masalah yang dialami Emery di Arsenal “Beberapa pemain benar-benar kesulitan memahami apa yang dia katakan. Itu adalah masalah yang sama yang dia miliki di Paris Saint-Germain. Dia tidak bisa berbicara dengan baik."
Akibatnya, Dani Ceballos bisa bermain dengan baik di Emirates tetapi tidak dengan rekan-rekan yang berasal dari Jerman atau Inggris. Dan masalah Arsenal akan terus meningkat jika masalah komunikasi ini tidak ada solusinya di masa depan.
Tidak Bisa Memaksimalkan Pemain

Emery bisa memanfaatkan kualitas Ceballos dan Guendouzi dengan baik. Arsenal masih punya banyak pemain berkualitas lainnya tetapi kebanyakan dari mereka kesulitan menampilkan permainan terbaik mereka di bawah manajer Spanyol tersebut.
Mesut Ozil diperlakukan dengan buruk oleh Emery dan dibekukan dari starting eleven sampai tampil mengesankan melawan Liverpool.
Henrikh Mkhitaryan adalah contoh lainnya. Manajer Spanyol itu gagal mendapatkan kualitas mantan playmaker Dortmund tersebut. Hal yang sama juga terjadi dengan Lucas Torreira, yang masih tidak yakin dengan posisi favoritnya di bawah Emery. Bahkan Nicolas Pepe belum membuat dampak yang besar meski sudah ditebus dengan biaya mahal.
Akibatnya, Arsenal selalu mengandalkan kemampuan pemain muda mereka daripada pemain bintang. Dan ini adalah alasan serius yang perlu diperhatikan petinggi Arsenal.
Masalah Taktik

Komunikasi dan manajemen bukanlah satu-satunya hal yang kurang dimiliki Emery selama masa kepemimpinanya di Arsenal. Pemilihan taktik mantan bos PSG itu juga sangat dipertanyakan karena merugikan klub.
Misalnya, manajer berusia 48 tahun itu menginginkan Arsenal bermain dari belakang secara ekstensif meski David Luiz dan Sokratis ada di jantung pertahanan. Padahal, tidak ada satupun dari kedua pemain bertahan itu yang cukup tajam dalam hal kualitas teknis. Dan meskipun Luiz dikenal karena kemampuannya untuk memberikan umpan ke depan, dia jelas sudah kehilangan sentuhannya dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, pertahanan Arsenal tidak punya identitas, terutama setelah kepergian Nacho Monreal dan Laurent Koscielny. Pemain bertahan mereka sering bingung dan meninggalkan ruang di belakang ketika sedang fokus menyerang.
Sumber: The4thofficial
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Alasan Declan Rice Lolos dari Kartu Merah saat Arsenal Kalah dari Brighton
Liga Inggris 20 September 2026, 15:00
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 20 September 2026, 14:45
-
Pertahanan MU Keropos Banget, Ini Analisis Michael Carrick
Liga Inggris 20 September 2026, 13:30
-
Manchester United Diprediksi Terpeleset Lagi di Kandang Fulham
Liga Inggris 20 September 2026, 09:00
-
Kalah 3-0 di Kandang Brighton, Arsenal Memang Bermain di Bawah Standard!
Liga Inggris 20 September 2026, 06:30
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
-
Hasil Fulham vs Man Utd: Setan Merah Selamat dari Kekalahan di Craven Cottage
Liga Inggris 21 September 2026, 00:22
-
Link Streaming Milan vs Lecce di Serie A, 21 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 23:45
-
Man of the Match Atletico Madrid vs Real Madrid: Giuliano Simeone
Liga Spanyol 20 September 2026, 23:32
-
Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid: Dean Huijsen Diusir, Los Blancos Tumbang di Derby
Liga Spanyol 20 September 2026, 23:16
-
Man of the Match Man City vs Sunderland: Antoine Semenyo
Liga Spanyol 20 September 2026, 22:26
-
Man of the Match Bournemouth vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 20 September 2026, 22:14
-
Hasil Man City vs Sunderland: Brobbey Hattrick, The Citizens Tetap Keluar sebagai Pemenang
Liga Inggris 20 September 2026, 21:59
-
Hasil Bournemouth vs Liverpool: Gol Isak Bawa The Reds Menang Tipis
Liga Inggris 20 September 2026, 21:53
-
Link Streaming Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 21:45
-
Link Streaming Fulham vs Man Utd di Premier League, 20 September 2026
Liga Inggris 20 September 2026, 21:15
-
Link Streaming Atletico Madrid vs Real Madrid di La Liga, 20 September 2026
Liga Spanyol 20 September 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

