Timnas Indonesia Masih Menanti Sejarah, 8 Negara Besar yang Belum Pernah Main di Piala Dunia
Aga Deta | 9 Juni 2026 14:35
Bola.net - Piala Dunia merupakan panggung sepak bola terbesar yang selalu menjadi impian setiap negara. Namun, tidak semua negara mampu menembus putaran final meski memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
Secara teori, populasi yang besar seharusnya memberi keuntungan karena tersedia lebih banyak talenta untuk dipilih. Kenyataannya, jumlah penduduk tidak selalu berbanding lurus dengan prestasi sepak bola.
Beberapa negara dalam daftar ini bahkan memiliki ratusan juta hingga lebih dari satu miliar penduduk. Meski demikian, mereka belum pernah merasakan atmosfer Piala Dunia sebagai peserta.
Berbagai faktor menjadi penyebabnya, mulai dari dominasi olahraga lain hingga perkembangan sepak bola yang belum maksimal. Ada pula negara yang sempat mendekati pencapaian bersejarah tetapi gagal pada tahap akhir kualifikasi.
Menariknya, Timnas Indonesia termasuk dalam daftar tersebut. Dengan populasi yang sangat besar, Indonesia masih menunggu kesempatan untuk mencatat sejarah di panggung dunia.
8. Thailand (71 Juta Penduduk)

Thailand sudah dua kali mencapai putaran akhir kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Pencapaian tersebut terjadi menjelang edisi 2002 dan 2018.
Meski berhasil melangkah cukup jauh, Thailand belum mampu menembus putaran final. Langkah terakhir menuju turnamen terbesar dunia masih menjadi tantangan berat bagi mereka.
Saat ini Thailand berada di luar jajaran elite sepak bola Asia. Namun, War Elephants pernah mencapai peringkat ke-43 FIFA dan juga pernah tampil di turnamen sepak bola Olimpiade pada 1956 serta 1968.
7. Vietnam (99 Juta Penduduk)

Sepak bola diperkenalkan di Vietnam oleh Prancis pada akhir abad ke-19. Olahraga ini kemudian berkembang menjadi salah satu yang paling populer di negara tersebut.
Prestasi terbaik Vietnam dalam kualifikasi Piala Dunia terjadi pada edisi 2022. Mereka berhasil mencapai putaran ketiga kualifikasi zona Asia untuk pertama kalinya.
Meski mencatat kemajuan signifikan, Vietnam belum mampu bersaing hingga tahap akhir perebutan tiket Piala Dunia. Peluang menuju edisi 2026 juga akhirnya tidak terwujud.
6. Filipina (113 Juta Penduduk)
Pada masa kolonial Amerika Serikat, olahraga yang paling populer di Filipina adalah basket dan tinju. Tradisi tersebut membuat sepak bola berkembang lebih lambat dibanding negara lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap sepak bola terus meningkat. Namun perkembangan itu belum mampu membawa Filipina mendekati putaran final Piala Dunia.
Peringkat FIFA Filipina masih berada jauh dari papan atas dunia. Negara Asia Tenggara tersebut juga belum pernah benar-benar menjadi kandidat kuat untuk lolos ke turnamen terbesar sepak bola.
5. Ethiopia (125 Juta Penduduk)
Ethiopia dikenal memiliki budaya olahraga yang kuat dan basis pendukung sepak bola yang besar. Karena itu, absennya mereka dari Piala Dunia cukup mengejutkan.
Pencapaian terbaik Ethiopia terjadi saat mencapai babak play-off zona Afrika menuju Piala Dunia 2014. Mereka hanya kalah tipis dari Nigeria dalam perebutan tiket ke putaran final.
Kini Afrika mendapatkan lebih banyak slot untuk Piala Dunia. Kondisi tersebut membuka peluang bagi Ethiopia untuk mengejar mimpi tampil pada edisi mendatang.
4. Bangladesh (169 Juta Penduduk)
Bangladesh memiliki kecintaan luar biasa terhadap sepak bola internasional. Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022.
Meski demikian, olahraga paling populer di negara tersebut tetap kriket. Banyak pendukung Bangladesh yang secara tradisional mengidolakan Argentina atau Brasil.
Setelah merdeka, Bangladesh mulai mengikuti kualifikasi Piala Dunia sejak 1974. Hingga kini, Bengal Tigers belum pernah berhasil mencapai putaran final.
3. Pakistan (243 Juta Penduduk)
Dengan populasi lebih dari 240 juta jiwa, Pakistan termasuk negara terbesar di dunia. Namun prestasi sepak bolanya masih tertinggal jauh dibanding ukuran populasinya.
Kriket menjadi olahraga utama yang mendominasi perhatian publik. Akibatnya, perkembangan sepak bola tidak berlangsung secepat negara-negara lain.
Tim nasional Pakistan juga belum pernah menembus level kompetitif yang tinggi di Asia. Mereka bahkan belum pernah menempati posisi lebih baik dari peringkat 141 FIFA.
2. Indonesia (278 Juta Penduduk)

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Basis penggemar sepak bola yang masif membuat olahraga ini memiliki tempat istimewa di masyarakat.
Secara resmi, Timnas Indonesia belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Namun wilayah yang saat itu bernama Hindia Belanda pernah tampil pada edisi 1938.
Perjuangan menuju Piala Dunia 2026 sempat menghadirkan harapan besar. Sayangnya, kekalahan dari Arab Saudi dan Irak membuat langkah Indonesia terhenti sebelum mencapai putaran final.
1. India (1,4 Miliar Penduduk)
India saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Lebih dari 1,4 miliar orang tinggal di negara Asia Selatan tersebut.
Sepak bola memiliki basis penggemar yang besar di India. Namun popularitas olahraga itu masih kalah jauh dibanding kriket yang menjadi olahraga nomor satu.
India sebenarnya pernah mencapai putaran final Piala Dunia 1950 di Brasil. Akan tetapi mereka memutuskan mundur sebelum turnamen dimulai sehingga hingga kini Blue Tigers belum pernah tampil di ajang tersebut.
Sumber: Planet Football
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Inter vs Udinese: Comeback Gila! Tertinggal 0-2, Nerazzurri Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 03:45
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
-
Juventus Ngidam Super-sub Arsenal Ini?
Liga Italia 14 September 2026, 23:42
-
Kalah di Derby Manchester, MU Janji Bakal Lekas Bangkit!
Liga Inggris 14 September 2026, 23:30
LATEST UPDATE
-
Prediksi FC Seoul vs Persib 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:24
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Dewa United 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:14
-
Serie A tak Lagi 'Boring': Belum Muncul Skor 0-0 hingga Pekan ke-4 Musim 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 14:48
-
Harry Kane Tembus 150 Gol di Bayern Munchen, Lebih Cepat dari Robert Lewandowski!
Bundesliga 15 September 2026, 14:15
-
Kabar Mengejutkan FC Seoul: Turunkan Tim SMA untuk Hadapi Persib di ACL Two?
Bola Indonesia 15 September 2026, 13:48
-
Cristian Chivu Bela Josep Martinez, Tegaskan Kiper Inter Milan Bukan Masalah
Liga Italia 15 September 2026, 13:29
-
Prediksi Barcelona vs Racing Santander 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 13:13
-
Lamine Yamal atau Kylian Mbappe: Siapa yang Lebih Layak Memenangkan Ballon d'Or?
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:54
-
EMTEK Media Dapat Kepercayaan untuk Kelola Izin Nonton Bareng FIFA ASEAN Cup 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 12:45
-
Gabriel Jesus Siap Bersaing dengan Raphinha di Barcelona
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:19
-
Prediksi Man Utd vs Brighton 17 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 12:08
-
Mikel Arteta Tegaskan Arsenal Siap Hadapi Jadwal Padat
Liga Inggris 15 September 2026, 11:44
-
Prediksi Milan vs Benfica 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 11:15
-
Rodri Sebut Barcelona Bukan Favorit Juara Liga Champions
Liga Spanyol 15 September 2026, 11:09
-
Bruno Fernandes Disebut Memalukan dalam Insiden Kartu Merah Phil Foden
Liga Italia 15 September 2026, 10:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

