Top XI: Rekan Terburuk Frank Lampard
Editor Bolanet | 3 Februari 2017 14:16
Bola.net - Legenda , Frank Lampard baru saja mengambil keputusan pensiun sebagai pemain sepakbola. Lampard gantung sepatu usai menjalani karir di MLS beberapa waktu yang lalu.
Lampard merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah menghiasi Premier League. Tercatat, ia telah mencetak 193 gol di liga, memenangkan banyak trofi dan memiliki `06 caps bersama timnas Inggris.
Salah satu pemain terbaik Chelsea setelah membela klub selama 13 tahun, Lampard juga pernah membela tim lainnya seperti West Ham, Swansea City, Manchester City dan New York City FC. Dalam sepanjang karirnya, Lampard sudah sering berkolaborasi dengan pemain hebat seperti John Terry, Didier Drogba, Steven Gerrard hingga Wayne Rooney.
Namun, tidak semua rekan setim Lampard mempunyai karir yang cemerlang dalam sepakbola. Berikut ini adalah tim yang terdiri dari rekan terburuk Frank Lampard. (sqw/ada)
Kiper

Satu tim di: Manchester City
Klub: Ipswich Town, Arsenal, Everton, West Ham, Southampton, Sheffield United, Ipswich Town, Preston, Manchester City
Wright bermain satu tim dengan Lampard di Manchester City. Namun, kiper asal Inggris itu tidak pernah bermain dalam laga kompetitif bersama The Citizens meski menghabiskan empat tahun di klub.
Digadang-gadang menjadi kiper masa depan Inggris setelah tampil cemerlang di klub pertamanya Ipswich Town, Wright pindah ke Arsenal pada tahun 2001 tapi gagal total dan sejak itu karirnya tidak pernah bangkit. Ia lebih sering menghabiskan waktunya sebagai kiper pelapis.
Bek Tengah

Satu tim di: West Ham
Klub: Arminia Bielefeld, Sanfrecce Hiroshima, West Ham, KV Mechelen, Leeds United, Perth Glory, Sydney FC
Pemain Australia ini adalah salah satu defender yang didatangkan West Ham untuk menggantikan Rio Ferdinand yang hengkang ke Leeds United. Namun, ia tidak mampu menggantikan mantan pemain timnas Inggris tersebut.
Hayden Foxe hanya bermain dalam 12 pertandingan di liga selama dua tahun. Namun ia mampu membuat Harry Redknapp terkesan karena ia memboyongnya ke Portsmouth setelah menjadi direktur sepakbola klub.
Bek Tengah

Satu tim di: Manchester City
Klub: Manchester City, Bolton Wanderers, FC Twente, Celtic
Dedryck Boyata sepertinya sudah menemukan kehidupan baru di Glasgow di bawah Brendan Rodgers. Namun, harus diakui bahwa ia kesulitan bersinar di Premier League setelah muncul dari akademi Manchester City.
Pemain Belgia ini dipromosikan ke tim utama oleh pelatih asal Italia Roberto Mancini. Namun penampilannya kurang meyakinkan sehingga hanya mampu membuat 33 penampilan selama enam musim.
Bek Tengah

Satu tim di: Chelsea
Klub: SVV, Excelsior, Sparta Rotterdam, Ajax, Milan, Barcelona, Chelsea
Sering disebut sebagai salah satu pemain terburuk dalam sejarah Premier League setelah menghabiskan tiga tahun kontraknya di Stamford Bridge tanpa pernah bermain untuk tim utama.
Pemain Belanda ini terlihat seperti pemain bagus mengingat ia pernah bermain dengan Ajax saat mereka meraih kejayaan dan juga Barcelona. Namun, sikap sang pemain menunjukkan ia bukan yang terbaik.
Gelandang Kanan

Satu tim di: Chelsea
Klub: Guarani, Ponte Preta, Sao Caetano, Sao Paulo, Hertha Berlin, Chelsea, Schalke 04, TuS Koblenz
Ditandatangani oleh mantan manajernya saat d Brasil, Big Phil 'Scolari, Mineiro bergabung dengan Chelsea dengan reputasi yang cukup dan harapan bisa memberikan berpengalaman di lapangan tengah.
Sayangnya, meski punya pengalaman bermain di timnas Brasil, ia tidak memberikan kontribusi yang besar kepada klub. Mineiro hanya tampil dua kali di klub selama sembilan bulan dan anehnya, transfernya diumumkan kepada media dua bulan setelah ia bergabung dengan klub.
Gelandang Tengah

Satu tim di: Chelsea
Klub: Sparta Prague, Slovan Liberec, CSKA Moscow, Chelsea, Birmingham City, Celtic, Krylia Sovetov, Real Zaragoza, Sparta Prague, Alaves
Ada periode aneh di mana Chelsea sepertinya belum sadar bahwa mereka adalah salah satu klub sepakbola terkaya di dunia setelah mereka merekrut sejumlah pemain di bawah standar pada tahun-tahun awal usai diakuisisi Roman Abramovich.
Jiri Jarosik termasuk pembelian yang tidak tepat setelah bergabung pada pertengahan musim pertama masa kepemimpinan Jose Mourinho. Gelandang Republik Ceko itu tidak pernah berhasil membuat namanya bersinar bersama Lampard di lini tengah.
Gelandang Tengah

Satu tim di: Chelsea
Klub: Dinamo Barnaul, Zarya Leninsk-Kuznetsky, Uralan Elista, Lokomotiv Moscow, Bordeaux, Chelsea, Portsmouth, Charlton Athletic, Dynamo Moscow, Fulham
Smertin mungkin lebih berbakat daripada Jarosik, tapi ia tidak pernah menembus tim utama Chelsea, terutama karena harus bersaing dengan Claude Makelele untuk slot gelandang bertahan.
Smertin menikmati karir yang biasa-biasa saja di Premier League bersama Portsmouth, Charlton dan Fulham. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak cukup bagus untuk bermain di klub elit.
Sayap Kiri

Satu tim di: West Ham
Klub: Saint-Etienne, RC Lens, Marseille, Liverpool, West Ham, Al-Ittihad, Al-Sailiya, Amiens
Camara mencetak gol kemenangan yang cukup berkesan bagi Liverpool saat melawan Arsenal pada tahun 2000. Namun, ia tidak pernah bersinar di Upton Park, terutama karena penampilannya buruk.
Camara mengatakan bahwa ia datang ke West Ham untuk mencetak gol tapi ia justru sama sekali tidak mencetak dalam 14 pertandingan di Premier League.
Striker

Satu tim di: West Ham
Klub: FC Martigues, Lyon, Cannes, West Ham, Ipswich Town, Walsall, Troyes, Kilmarnock, AC Ajaccio, Lorient
Dikenang di Upton Park tapi bukan karena kehebatannya mencetak gol ke gawang lawan. Samassi Abou adalah striker Prancis yang bermain di East London selama tiga tahun di akhir tahun 90an.
Namun, ia kesulitan mencetak gol secara reguler selama mengenakan seragam The Hammers. Meski bermain sebagai striker, Abou hanya mampu mencetak 26 gol dalam 240 penampilan di sepanjang karirnya.
Striker

Satu tim di: West Ham
Klub: DS 79, FC Utrecht, RKC, Fortuna Sittard, Sparta Rotterdam, West Ham, Groningen, RKC, FC Volendam, Dordrecht ’90
Marco Boogers bergabung dengan Hammers pada tahun 1995 setelah Harry Redknapp menganggap sang pemain bisa berguna untuk timnya.
Pemain asal Belanda itu memiliki rekor mencetak gol yang cukup bagus di tanah airnya tapi ketajamannya seakan menguap di Inggris. Meski dikontrak selama tiga tahun, Boogers hanya menghabiskan satu musim di klub dan sisanya dipinjamkan ke klub lain.
Striker

Satu tim di: Chelsea
Klub: Radnicki Pirot, Loznika, Sartid Smederevo, Partizan Belgrade, PSV, Chelsea, Atletico Madrid, Fenerbahce, PSG, Zenit, South China, Bate Borisov
Sebagai striker yang paling ditakuti di Belanda selama memperkuat PSV, Mateja Kezman datang ke Chelsea dengan ekspektasi yang tinggi setelah menjadi salah satu pembelian pertama Jose Mourinho di Inggris.
Namun, ia hanya bertahan satu musim di Stamford Bridge. Meski mencetak beberapa gol, penampilan Kezman tak cukup untuk membuatnya dipertahankan klub.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Di Mana Posisi Terbaik Cole Palmer, Benarkah Sayap Kanan?
Liga Inggris 2 April 2026, 12:21
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Genoa 6 April 2026
Liga Italia 2 April 2026, 21:45
-
Prediksi Inter vs Roma 6 April 2026
Liga Italia 2 April 2026, 21:28
-
Prediksi West Ham vs Leeds 5 April 2026
Liga Inggris 2 April 2026, 20:58
-
Prediksi Atletico Madrid vs Barcelona 5 April 2026
Liga Spanyol 2 April 2026, 20:44
-
Prediksi Southampton vs Arsenal 5 April 2026
Liga Inggris 2 April 2026, 20:07
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs PSIM 3 April 2026
Bola Indonesia 2 April 2026, 19:43
-
Prediksi Chelsea vs Port Vale 4 April 2026
Liga Inggris 2 April 2026, 19:34
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Malut United 3 April 2026
Bola Indonesia 2 April 2026, 19:09
-
Prediksi Mallorca vs Madrid 4 April 2026
Liga Spanyol 2 April 2026, 19:08
-
Prediksi Freiburg vs Bayern 4 April 2026
Bundesliga 2 April 2026, 18:31
LATEST EDITORIAL
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45









