4 Fakta Unik Pegadaian Liga 2 Musim Depan: Bertabur Mantan Juara, Format Kompetisi Berubah
Serafin Unus Pasi | 25 Maret 2025 19:37
Bola.net - Pegadaian Liga 2 2024/2025 telah berakhir hampir sebulan yang lalu. Namun, euforianya masih terasa hingga saat ini. Terutama perayaan PSIM Yogyakarta yang menjadi juara.
PSIM bersama Bhayangkara FC selaku runner-up dan Persijap Jepara yang menjadi peringkat ketiga Pegadaian Liga 2 musim lalu berhasil promosi ke Liga 1 2025/2026.
Lebaran sudah semakin dekat,
Tidak lama lagi kita akan bertemu dan bersilaturahmi dengan orang-orang terkasih.
Di momen yang indah tersebut, kamu bisa memberikan hadiah yang berarti dengan manfaat yang jangka panjang, seperti emas.
Karena Emas tidak hanya menjadi hadiah saja, tetapi juga untuk investasi jangka panjang.
Untuk memiliki emas, caranya mudah, cukup dengan mengajukan cicil emas ke Pegadaian.
Tersedia banyak pilihan beragam, mulai dari 0.5 gram.
Dengan Cicil Emas, kamu bisa mendapatkan emas untuk hadiah dengan nilai cicil tetap sekalipun terjadi perubahan harga di pasar serta mendapatkan jaminan jual kembali.
Untuk memperkirakan berapa biaya yang dibutuhkan dalam mencicil emas, kamu bisa menggunakan Simulasi Cicil Emas di website https://sahabat.pegadaian.co.id.
Menarik bukan, Yuk! Segera manfaatkan layanan cicil emas melalui aplikasi pegadaian digital atau datang langsung ke outlet pegadaian terdekat.
Tentu saja, sebagai kompetisi kasta kedua Liga Indonesia, Liga 2 bakal kembali bergulir pada musim depan. Keseruan, persaingan, hingga atmosfer kompetisi diyakini akan lebih meriah dan megah.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi telah menyiapkan beberapa terobosan untuk membuat Liga 2 2025/2026 kian berjalan menarik. Mulai dari penggunaan teknologi mutakhir sampai perubahan format.
Penggunaan VAR

Tidak mau kalah dengan Liga 1, Liga 2 juga juga akan memakai VAR. Alat itu bakal sangat membantu wasit untuk mengambil keputusan yang tepat dan tidak merugikan suatu pihak.
Selama ini, wasit kerap menjadi sasaran tembak. Pengadil laga kerap keliru dalam meniup peluit. Dengan adanya VAR, kesalahan wasit dapat diminimalisasi.
PT LIB telah mengaplikasikan VAR di Liga Indonesia sejak Championship Series Liga 1 2023/2024 dan berlanjut ke Liga 1 musim ini. Babak final dan perebutan tempat ketiga Pegadaian Liga 2 musim lalu juga telah menggunakan VAR.
"Kalau melihat final Pegadaian Liga 2 yang memakai VAR, wasitnya juga wasit terbaik. Hasil pertandingannya juga, kalau dilihat tidak ada drama yang negatif, semuanya baik. Ke depan, kami pasti menggunakan VAR secara keseluruhan untuk Liga 2," ucap Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, pada akhir Februari 2025.
Bertaburnya Mantan Juara

Liga 2 musim depan akan menjadi panggung bertaburnya mantan juara kasta tertinggi Liga Indonesia. Ada empat tim yang pernah keluar sebagai kampiun baik di Perserikatan, Galatama, Divisi Utama, Liga Super Indonesia, Liga Primer Indonesia, dan Liga 1.
PSMS Medan menjadi kesebelasan dengan gelar Liga Indonesia terbanyak di Liga 2. Tim berjulukan Ayam Kinantan itu mempunyai lima trofi, disusul Persipura Jayapura dengan empat piala.
Selain itu, Sriwijaya FC memiliki dua gelar Liga Indonesia dan Persiraja Banda Aceh satu trofi. Tentu keempat klub ini bakal berlomba-lomba kembali ke habitat aslinya di kasta tertinggi.
Format Kompetisi Berubah

Format kompetisi Liga 2 akan berubah mulai musim depan. Pada musim lalu, kejuaraan diikuti 26 tim yang dibagi ke tiga grup di babak reguler, berlanjut ke play-off degradasi, dan delapan besar promosi.
Untuk Liga 2 2025/2026, pesertanya berkurang menjadi 20 tim yang dibagi ke dua grup. Setiap klub bakal bermain 27 kali lewat sistem triple round robin atau bermain dalam tiga pertemuan.
"Jumlah peserta Liga 2 musim depan 20 klub. Format kompetisi penuh dengan sistem triple round robin dari dua grup," kata Ferry Paulus.
"Posisi paling bawah masing-masing grup langsung degradasi ke Liga Nusantara. Tim yang berada di posisi kesembilan masing-masing grup juga akan bertanding dalam play-off."
"Triple round robin itu jadi setiap tim akan bertanding tiga kali. Mereka bertanding kandang, tandang, dan kandang-tandang. Jadi ada sembilan pertandingan sisa selepas kedua tim bertemu. Mereka akan diadu lagi dan kami akan menentukan siapa yang bermain di kandang dan tandang," ungkap Ferry Paulus.
Perjuangan Kembali ke Kasta Teratas

Selain empat tim yang pernah menjadi juara divisi teratas Liga Indonesia, masih banyak klub yang pernah menjadi langganan kasta teratas tapi masih berjuang di Liga 2 musim depan.
Klub-klub seperti Persela Lamongan, PSPS Pekanbaru, Deltras FC, hingga Persiba Balikpapan tentu sudah merindukan untuk kembali eksis di divisi teratas Liga Indonesia.
Di Pegadaian Liga 2 musim lalu, laju Persela terhenti di delapan besar. Sementara PSPS hampir promosi ke Liga 1 jika tidak kalah dari Persijap Jepara di perebutan tempat ketiga. Sedangkan Persiba baru promosi dari Liga Nusantara.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tempat Menonton Girona vs Barcelona: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Spanyol 16 Februari 2026, 21:22
-
5 Sirkuit yang Jadi Penjamu Formula 1 dan MotoGP 2026, Penuhi Syarat FIA dan FIM Sekaligus
Otomotif 16 Februari 2026, 19:12
-
Prediksi Susunan Pemain Barcelona Lawan Girona: Misi Bangkit di La Liga
Liga Spanyol 16 Februari 2026, 18:41
-
3 Pembalap MotoGP 2026 Berpotensi Masuk Daftar Juara Dunia Termuda di Kelas Para Raja
Otomotif 16 Februari 2026, 16:34
-
Alex Marquez: Saya yang Paling Tahu Kalau Marc Marquez Sulit Dikalahkan di MotoGP
Otomotif 16 Februari 2026, 15:46
LATEST UPDATE
-
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
Liga Champions 17 Februari 2026, 15:34
-
Jose Mourinho Siapkan 'Kejutan' untuk Real Madrid
Liga Champions 17 Februari 2026, 14:52
-
'Kami Ingin Menang Karena Kami Juventus'
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:22
-
Tekad Juventus untuk Main Berani dan Mengejar Kemenangan di Markas Galatasaray
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:15
-
Galatasaray Sudah Siap untuk Laga yang Sangat Sulit Kontra Juventus
Liga Champions 17 Februari 2026, 13:05
-
Prediksi Wolves vs Arsenal 19 Februari 2026
Liga Inggris 17 Februari 2026, 12:16
-
Prediksi Milan vs Como 19 Februari 2026
Liga Italia 17 Februari 2026, 11:34
-
Prediksi Olympiacos vs Leverkusen 19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 11:16
-
Prediksi Club Brugge vs Atletico Madrid 19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 11:02
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Inter 19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 10:43
-
Prediksi Qarabag FK vs Newcastle 19 Februari 2026
Liga Champions 17 Februari 2026, 10:29
-
Imlek Pertama Ketemu Calon Mertua, Detail Kecil Ini Bisa Menentukan Hasil Akhir
Lain Lain 17 Februari 2026, 09:45
-
Prediksi Persib vs Ratchaburi FC 18 Februari 2026
Liga Spanyol 17 Februari 2026, 09:21
-
Rating Pemain Barcelona usai Kalah 1-2 di Markas Girona: Semua Lini di Bawah Standar
Liga Spanyol 17 Februari 2026, 08:52
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
