4 Kelemahan Timnas Indonesia Saat Dibantai Vietnam dengan Skor 4-0
Asad Arifin | 8 Juni 2021 14:41
Bola.net - Timnas Indonesia kalah telak saat berjumpa Vietnam pada laga ketujuh Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Al Maktoum, Selasa (8/6/2021) dini hari WIB. Skuad Garuda kalah dengan gelontoran empat gol tanpa balas.
Timnas Indonesia sempat mengimbangi Vietnam dengan hasil tanpa gol saat 45 menit pertama berakhir. Namun, Tim Garuda kemudian menjadi bulan-bulanan Vietnam yang sukses empat kali menjebol gawang Nadeo Argawinata.
Pengamat sepak bola asal Makassar, Tony Ho, mengungkapkan kepada Bola.com, bahwa kekalahan dari Vietnam adalah sebuah pelajaran berharga bagi Egy Maulana Vikri dkk.
"Kekalahan telak dari Vietnam betul-betul menjadi pelajaran dan pengalaman berharga buat Timnas Indonesia. Saya melihat para pemain muda kita terlena oleh pujian setelah menahan imbang Thailand. Semoga Coach Shin Tae-yong memiliki solusi jitu untuk timnya karena laga berikutnya menghadapi Uni Emirat Arab lebih berat," ujar Tony Ho kepada Bola.com, Selasa (8/6/2021) pagi.
Menurut pengamatan Tony Ho, ada empat titik kelemahan Timnas Indonesia sehingga tidak berdaya di tangan Vietnam. Apa saja? Simak ulasannya di bawah ini ya Bolaneters.
Kalah Cerdik dalam Manajemen Waktu
Timnas Indonesia sukses menahan gempuran Vietnam pada babak pertama hingga mampu bermain tanpa gol. Tapi, cara bermain Vietnam yang lebih taktis dan variatif membuat Evan Dimas dkk. kesulitan melepaskan diri dari tekanan.
"Kita juga tidak pandai dalam manajemen waktu sehingga tenaga, fisik, dan stamina terkuras habis pada babak pertama," ujar Tony Ho.
Alhasil, kondisi yang menurun tajam, konsentrasi pemain skuad Garuda, khususnya di lini belakang, tidak lagi fokus. Hilang konsentrasi di babak kedua dan mulai saling menyalahkan turut menjadi penyebab.
"Hampir semua pemain terkesan tidak lagi bermain bola dengan menerapkan permainan keras menjurus kasar. Kalau wasit bertindak tegas ada pemain kita yang mendapatkan kartu merah. Satu di antaranya Asnawi Mangkualam," ujar Tony Ho.
Lemah Membaca Arah Bola dan Pergerakan Lawan
Empat gol Vietnam bisa terjadi karena kelemahan Timnas Indonesia membaca arah bola dan pergerakan lawan, serta memberikan ruang untuk pemain lawan melepaskan tendangan.
Tony Ho merujuk proses gol ketiga Vietnam yang terjadi dengan mudah, di mana saat tendangan pojok ada satu pemain lawan berdiri di depan kiper tanpa kawalan dari pemain Timnas Indonesia.
"Dalam situasi seperti ini, seharusnya kiper meminta rekannya untuk mengusir atau mengawal pemain tersebut. Tapi, hal tersebut tidak dilakukan," ungkap Tony Ho.
Begitu pun dengan gol kedua dan keempat Vietnam yang tercipta karena pemain Timnas Indonesia hanya menonton lawan nyaman untuk mengontrol dan melepaskan tendangan. Artinya, prinsip dasar bertahan sudah diabaikan oleh pemain Timnas Indonesia.
Lini Tengah Tidak Berfungsi
Tony Ho juga menilai lini tengah Timnas Indonesia tidak berfungsi optimal sebagai 'jembatan' lini tengah ke depan atau saat terjadi transisi.
Hal itu terjadi karena saat menguasai bola, pemain Timnas Indonesia, khususnya para bek langsung melepaskan umpan jauh ke depan tanpa arah sehingga lawan kembali menguasai bola.
Alhasil, tugas gelandang sebagai penyeimbang sekaligus pengatur tempo permainan tidak terlihat. "Ritme yang tidak jelas membuat semua pemain kita terlihat lelah saat babak kedua dimulai," ujarnya.
Padahal Vietnam terbilang konsisten dengan taktik dan strateginya, di mana saat Timnas Indonesia menguasai bola dengan cepat lima pemain Vietnam mengawal lini belakang, sedang empat menumpuk di tengah dan satu striker menggantung di depan.
Kepercayaan Diri Runtuh
Tekanan bertubi-tubi lewat serangan variatif yang konsisten ala Vietnam membuat gawang Timnas Indonesia tinggal menunggu waktu untuk dijebol sejak babak pertama.
Situasi Timnas Indonesia kian rumit karena para pemain terkesan kehilangan kepercayaan diri, terutama saat memulai serangan sehingga kita sering kehilangan bola dan arah permainan. Apalagi setelah Vietnam mendapatkan gol pertamanya.
Gawang Nadeo Argawinata kebobolan pada menit ke-51 lewat Nguyen Tien Linh. Gol itu sempat diprotes para pemain Timnas Indonesia yang menganggap sang pencetak gol lebih dulu melakukan handball sebelum mencetak gol.
Tapi, wasit bergeming dan menghadiahi kartu kuning untuk Nadeo Argawinata. Mental para pemain Timnas Indonesia seakan runtuh lewat gol pertama Vietnam.
"Setidaknya pada momen tersebut, Timnas Indonesia tidak boleh larut dengan situasi itu karena sudah menjadi keputusan wasit," pungkas Tony Ho.
Disadur dari Bola.com (Penulis: Abdi Satria/Editor: Benediktus Gerendo, 8 Juni 2021)
Baca Ini Juga:
Ketum PSSI Minta Pemain Timnas Indonesia Bangkit Usai Dibantai Vietnam
Dibantai Vietnam, Pelatih Timnas Indonesia Salahkan Wasit
3 Kunci Sukses Vietnam Bantai Timnas Indonesia: Ubah Formasi Hingga Incar Sisi Kanan
Senangnya Park Hang-seo Usai Bawa Vietnam Bantai Timnas Indonesia
Fakta dan Statistik yang Tersisa dari Laga Vietnam vs Timnas Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Barcelona Sudah Cetak 26 Gol dalam 6 Laga, padahal Tanpa 'Nomor 9' Murni
Liga Spanyol 14 September 2026, 15:44
-
John Herdman Bidik Trofi Perdana Bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 14 September 2026, 14:13
LATEST UPDATE
-
Here We Go! Timnas Spanyol Perpanjang Masa Bakti Luis De La Fuente
Piala Eropa 16 September 2026, 23:53
-
Bukan Hoki Semata, Persib Kalahkan FC Seoul Buah dari Kerja Keras!
Bola Indonesia 16 September 2026, 23:41
-
Link Streaming Milan vs Benfica di Liga Europa, 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 16 September 2026, 23:34
-
Link Streaming Barcelona vs Racing Santander di La Liga, 17 September 2026
Liga Spanyol 16 September 2026, 23:29
-
Link Streaming Man Utd vs Brighton di Carabao Cup, 17 September 2026
Liga Inggris 16 September 2026, 23:26
-
Johnny Jansen Girang Bali United Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 21:07
-
Pierre Kalulu Diincar MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 16 September 2026, 21:00
-
Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
Liga Inggris 16 September 2026, 20:40
-
Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:20
-
Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 20:13
-
Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:00
-
Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
Liga Inggris 16 September 2026, 19:40
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Kyohei Yoshino, Senjata Serbabisa Persija Jakarta
Bola Indonesia 16 September 2026, 19:19
-
Hasil FC Seoul vs Persib: Start Mulus Maung Bandung di Asia!
Bola Indonesia 16 September 2026, 18:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



