5 Alasan Performa Buruk Arema FC di BRI Liga 1 2023/2024: Bongkar Pasang Tetap Gagal Garang
Gia Yuda Pradana | 6 Februari 2024 12:49
Bola.net - Arema FC kian terpaku di zona degradasi BRI Liga 1 2023/2024. Hal ini menyusul kekalahan mereka pada laga pekan ke-24 BRI Liga 1 2023/2024, kontra PSIS Semarang.
Dalam laga yang dihelat di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Senin (05/02) tersebut, mereka dipermak dengan skor 1-4.
Riyan Ardiansyah dan Alfeandra Dewangga masing-masing mencetak dua gol ke gawang Arema FC, yang dikawal Julian Schwarzer. Sementara, satu gol balasan Arema FC dicetak Charles Lokolingoy.
Dengan kekalahan ini, Arema FC masih menempati posisi 16 klasemen sementara. Mereka baru mengoleksi 21 angka dari 24 laga.
Kekalahan ini juga menambah panjang catatan buruk Arema FC musim ini. Mereka hanya mampu meraih lima kemenangan dan enam hasil imbang. Sementara, dalam 13 laga sisanya, mereka harus menelan kekalahan. Empat kekalahan di antaranya terjadi dalam lima laga terakhir Arema FC.
Bagi Arema FC, hasil ini bisa dikatakan yang terburuk sejak era Liga 1. Ini adalah catatan paling lama mereka terjebak di zona degradasi dan gagal mentas.
Ada sejumlah faktor yang bisa disebut sebagai penyebab buruknya performa Arema FC pada BRI Liga 1 2023/2024 ini. Apa saja faktor-faktor tersebut? Berikut lima di antaranya.
Bongkar Kerangka Tim

Pada awal musim, Arema FC melakukan perombakan besar-besaran. Sejumlah pemain dilepas dan pemain-pemain baru didatangkan.
Pelatih Arema FC waktu itu, I Putu Gede, melepas banyak pemain yang menjadi tulang punggung tim pada musim sebelumnya, seperti Rizky Dwi. Di sisi lain, ia juga mendatangkan banyak pemain baru ke skuad Arema FC.
Hal ini memang wajar. Tiap koki punya resepnya sendiri. Namun, para pemain baru yang didatangkan tersebut relatif gagal memenuhi ekspektasi. Yang sukses hanya Gustavo Almeida, yang menjadi pencetak gol andalan Arema FC selama putaran pertama.
Pada bursa transfer tengah musim lalu, Gustavo dilepas ke Persija Jakarta. Kabarnya, dari peminjaman ini, Arema FC mendapat suntikan dana segar yang bisa digunakan untuk kembali merombak komposisi pemain mereka.
Tak Ada Stabilitas

Kondisi Arema FC musim ini diperparah dengan tak adanya stabilitas dalam tim. Hal ini tak lepas dari kerapnya tim tersebut berganti nakhoda pada 2023/2024.
Musim ini, paling tidak ada empat nama yang sempat menakhodai Arema FC. Setelah I Putu Gede mengundurkan diri, ia digantikan oleh Joko Susilo. Kemudian, tongkat komando kepelatihan dipegang oleh Kuncoro. Terakhir, singgasana kepelatihan Arema FC diduduki oleh Fernando Valente.
Pergantian pelatih bisa jadi sesuatu yang baik. Namun, bisa jadi juga, pergantian ini berdampak kurang baik. Urusan filosofi dan gaya bermain misalnya.
Pelatih Arema FC, Fernando Valente, mengaku para penggawa Arema FC masih terus belajar beradaptasi dengan filosofi dan cara bermain yang diusungnya. Hal ini, menurut pelatih asal Portugal tersebut, merupakan hal yang sangat wajar.
Namun, di sisi lain, Valente juga harus sadar bahwa waktu, yang diperlukan untuk adaptasi ini, merupakan suatu hal yang mahal. Saat ini, mereka tinggal punya sepuluh pertandingan lagi untuk menentukan nasib.
Pertahanan Rapuh

Salah satu kelemahan Arema FC dari awal musim lalu adalah soal lini pertahanan. Lini pertahanan Arema bisa dibilang sangat rapuh.
Sejauh ini, dalam 23 laga, gawang Arema FC sudah 44 kali bobol. Ini menjadikan Arema FC sebagai salah satu tim yang gawangnya paling banyak bobol, selain Persikabo 1973.
Jumlah kebobolan ini bukan semata kesalahan penjaga gawang mereka, Julian Schwarzer. Sejauh ini, ia mencatatkan 87 penyelamatan dari 20 penampilannya. Dengan catatan ini, ia merupakan salah satu kiper dengan penyelamatan paling banyak di BRI Liga 1 2023/2024.
Valente sudah menyadari bahwa lini belakang Arema FC harus ditambal. Ia sudah beberapa kali mengubah komposisi pemain bertahannya. Belakangan, ia sempat menjajal menduetkan dua pemain asing, Charles Almeida dan Julian Guevara, untuk mengisi jantung pertahanan.
Namun, upayanya belum berjalan baik. Pada laga terakhir misalnya, gawang Arema empat kali dibobol penggawa PSIS Semarang.
Kurang Garang Manfaatkan Peluang

Tak cuma rapuh bertahan, Arema FC juga ompong dalam menyerang. Secara statistik, Arema FC memiliki catatan kurang bagus dalam mengancam gawang lawan.
Pelatih Arema FC, Fernando Valente, boleh mengaku timnya sudah menguasai pertandingan. Secara statistik, memang penguasaan bola Arema FC lebih dominan. Namun, secara statistik, sampai paruh musim lalu, Arema FC merupakan salah satu tim yang paling sedikit mengancam gawang lawan, kendati secara efektivitas cukup bagus.
Sayangnya, belakangan ini, efektivitas penyelesaian Arema FC menurun.
Pada laga kontra PSIS Semarang misalnya, Arema FC sempat melancarkan 18 tembakan. Namun, dari 18 tembakan tersebut, hanya tujuh yang tepat sasaran. Dari tujuh tembakan ini, hanya satu yang berbuah gol.
Tak Main di Kandang Sendiri

Faktor lain yang juga bisa disebut sebagai penyebab buruknya performa Arema FC musim ini adalah tak bermain di kandang sendiri. Setelah Tragedi Kanjuruhan lalu, Arema FC memang tak bisa bermain di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Musim ini, Arema FC bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, yang merupakan kandang Bali United. Tengah musim ini, mereka sempat berencana untuk pulang dan bermain di Stadion Gajayana Kota Malang. Namun, stadion ini tak memenuhi standar kelayakan. Wacana renovasinya pun masih abu-abu.
Tak bisa bermain di kandang sendiri membuat dukungan moral Aremania terhadap Arema FC tak seramai biasanya. Hal ini sangat berpengaruh terhadap mental juang para pemain tim tersebut.
Di sisi lain, dengan status sebagai tim musafir, segi bisnis klub tersebut juga terdampak. Walhasil, mereka bisa jadi kesulitan mencari pemain-pemain kelas wahid untuk memperkuat tim berlogo singa mengepal tersebut.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Klasemen BRI Liga 1
Sebagai informasi, Bolaneters bisa mengikuti update terbaru seputar BRI Liga 1 2023-2024, termasuk jadwal lengkap BRI Liga 1 dan juga klasemen terbaru Liga 1 hari ini hanya di Bola.net.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
2 Bulan di Indonesia, Radja Nainggolan Curhat 'Keajaiban' di BRI Liga 1: Pemain Dapat Kartu Merah Balik ke Lapangan
Gol Pertama yang Hambar Bagi Stefano Beltrame
Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh ala Persib Bandung
Apa Kabar VAR di BRI Liga 1 2023/2024?
Murka Iwan Budianto Melihat Arema FC Dipermalukan PSIS Semarang
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Link Streaming Java United vs Bhayangkara FC di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 15:17
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
Link Live Streaming PSS vs Borneo FC di BRI Super League
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 13:27
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Juventus vs Napoli: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 1 November 2026, 14:30
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

