AC Milan Junior Camp Cari Bibit Sepak Bola Makassar
Editor Bolanet | 29 Juni 2012 20:15
- Setelah sukses selama dua tahun berturut-turut, AC Milan Junior Camp kembali mencari bibit-bibit sepakbola di lima kota, salah satunya di Makassar. Ratusan anak usia 13-16 tahun dari Makassar dan sekitarnya akan berebutan mengikuti seleksi menjadi skuad Indonesian All Star Team Challenge 2012 ini Lapangan Koda, Hasanuddin, Sabtu (30/6).
Perwakilan dari PT Asia Sport Development (ADS)yang memegang lisensi eksekutif Milan Junior Camp di Indonesia, Nova Ferdiana, mengaku bahwa Makassar kembali dipilih karena banyak bakat sepakbola. Hal itu dibuktikan dengan dua wakil Makassar menjadi bagian dari Indonesian All Star Team Challenge tahun lalu.
“Antusiasme masyakat Makassar cukup baik. Sekarang ini sudah 400 orang lebih pendaftar. Dari peserta ini, nantinya akan dipilih 10 terbaik,” kata Nova.
10 peserta yang beruntung ini akan bergabung dengan 40 peserta dari empat kota lainnya untuk mengikuti AC Milan Junior Camp 2012 yang akan dipusatkan di Fasilitas Simprung Pertamina, Jakarta, 2-15 Juli mendatang.
“Dari 50 peserta ini, akan dipilih 18 pemain untuk bisa masuk skuad Indonesian All Star Team Challenge 2012. Tim ini akan berlaga di turnamen Intesa San Paolo, Italia, Oktober-November mendatang. Turnamen ini digelar oleh AC Milan dan diikuti puluhan Negara,” ujar Nova.
Skuad Indonesian All Star Team Challenge telah menorehkan prestasi di ajang tersebut. Terbukti, telah berhasil menjadi juara dua tahun berturut-turut.
Proses seleksi dan memantau bakat-bakat muda di Makassar ditangani tim dari Universitas Negeri Jakarta yang berjumlah 13 orang. Tim tersebut dipimpin oleh Djarot Supriyadi, yang juga terlibat pada timnas Indonesia.
Menurut Djarot, proses seleksi menggunakan standar yang telah ditentukan dan berdasarkan regulasi yang dikeluarkan FIFA. Ada tiga tahapan seleksi yang harus dilalui peserta.
Pertama adalah skill test berupa jungling kemudian shooting ke gawang. Kemudian lanjut ke fisical test yang meliputi kecepatan dengan sprint sejauh 40 meter selanjut standing long jump. Ada juga flip test yang menitikberatkan pada kemampuan aerobic pemain.
Dari peserta yang lolos tiga tahapan seleksi itu kemudian memasuki sesi terakhir yaitu game session secara festival. “Kami jamin bahwa yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan terbaik,” katanya.
Kami profesional dan menjalankan seleksi dengan standar sepakbola. Peserta yang terbaik dan lolos akan langsung kami umumkan,” lanjutnya.
Menurut Jarot, peserta yang telah mengikuti AC Milan Junior Camp memiliki kemampuan yang mumpuni. Itu terbukti dengan menempatkan delapan jebolan AC Milan Junior Camp menghuni timnas U-17. (nda) (nda/Rev)
Perwakilan dari PT Asia Sport Development (ADS)yang memegang lisensi eksekutif Milan Junior Camp di Indonesia, Nova Ferdiana, mengaku bahwa Makassar kembali dipilih karena banyak bakat sepakbola. Hal itu dibuktikan dengan dua wakil Makassar menjadi bagian dari Indonesian All Star Team Challenge tahun lalu.
“Antusiasme masyakat Makassar cukup baik. Sekarang ini sudah 400 orang lebih pendaftar. Dari peserta ini, nantinya akan dipilih 10 terbaik,” kata Nova.
10 peserta yang beruntung ini akan bergabung dengan 40 peserta dari empat kota lainnya untuk mengikuti AC Milan Junior Camp 2012 yang akan dipusatkan di Fasilitas Simprung Pertamina, Jakarta, 2-15 Juli mendatang.
“Dari 50 peserta ini, akan dipilih 18 pemain untuk bisa masuk skuad Indonesian All Star Team Challenge 2012. Tim ini akan berlaga di turnamen Intesa San Paolo, Italia, Oktober-November mendatang. Turnamen ini digelar oleh AC Milan dan diikuti puluhan Negara,” ujar Nova.
Skuad Indonesian All Star Team Challenge telah menorehkan prestasi di ajang tersebut. Terbukti, telah berhasil menjadi juara dua tahun berturut-turut.
Proses seleksi dan memantau bakat-bakat muda di Makassar ditangani tim dari Universitas Negeri Jakarta yang berjumlah 13 orang. Tim tersebut dipimpin oleh Djarot Supriyadi, yang juga terlibat pada timnas Indonesia.
Menurut Djarot, proses seleksi menggunakan standar yang telah ditentukan dan berdasarkan regulasi yang dikeluarkan FIFA. Ada tiga tahapan seleksi yang harus dilalui peserta.
Pertama adalah skill test berupa jungling kemudian shooting ke gawang. Kemudian lanjut ke fisical test yang meliputi kecepatan dengan sprint sejauh 40 meter selanjut standing long jump. Ada juga flip test yang menitikberatkan pada kemampuan aerobic pemain.
Dari peserta yang lolos tiga tahapan seleksi itu kemudian memasuki sesi terakhir yaitu game session secara festival. “Kami jamin bahwa yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan terbaik,” katanya.
Kami profesional dan menjalankan seleksi dengan standar sepakbola. Peserta yang terbaik dan lolos akan langsung kami umumkan,” lanjutnya.
Menurut Jarot, peserta yang telah mengikuti AC Milan Junior Camp memiliki kemampuan yang mumpuni. Itu terbukti dengan menempatkan delapan jebolan AC Milan Junior Camp menghuni timnas U-17. (nda) (nda/Rev)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PSM Akan Protes Kartu Merah Spaso
Bola Indonesia 27 Mei 2012, 13:15
-
Empat Misi PSM Makassar Terwujud
Bola Indonesia 27 Mei 2012, 09:45
-
Herry Kiswanto: PSM Lebih Dari Segala-Galanya
Bola Indonesia 27 Mei 2012, 07:45
-
Syamsul Kembali Gunakan Ban Kapten PSM
Bola Indonesia 27 Mei 2012, 05:15
-
IPL Review: Sempat Ricuh, PSM Bungkam Persiraja
Bola Indonesia 27 Mei 2012, 04:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026
Bulu Tangkis 6 Juni 2026, 11:51
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni 2026
Bulu Tangkis 6 Juni 2026, 11:51
-
Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
Bola Indonesia 6 Juni 2026, 11:18
-
After Gym Makin Simpel! Banyak Cowok Beralih ke Produk 2in1 Hair & Body
Lain Lain 6 Juni 2026, 09:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











