Arema FC Pahami Kesulitan PT LIB Soal Besaran Dana Komersial
Serafin Unus Pasi | 27 Juli 2020 18:45
Bola.net - Manajemen Arema FC angkat bicara soal kemungkinan tak adanya tambahan besaran dana komersial, seperti yang diharapkan klub-klub peserta Liga 1 musim 2020. Klub berlogo singa mengepal ini mengaku paham dengan kesulitan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), sebagai operator kompetisi.
"Kalau Arema bisa memahami dengan kondisi yang saat ini dihadapi PT LIB," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pada Bola.net.
"Situasi ini memang berat. Kami sadar kondisinya seperti apa," ia menambahkan.
Ruddy mengaku tahu bahwa PT LIB sudah berusaha mencari tambahan sponsor. Namun, hal tersebut tak mudah untuk didapatkan, terutama ketika perekonomian global terdampak adanya pandemi Corona.
"Sejauh ini, belum ada kata sepakat dengan tambahan sponsor," tutur Ruddy.
"Kalau dengan sponsor yang kemarin aman. Mereka saat ini berjuang mencari tambahan sponsor, termasuk untuk membantu tim-tim luar Jawa, yang harus berkandang di Yogyakarta," ia menambahkan.
Sebelumnya, PT LIB mengisyaratkan tak bisa memberikan tambahan pembagian dana komersial ke 18 klub peserta Liga 1 musim 2020. Sejauh ini, mereka disebut 'hanya' mampu memberi klub-klub peserta kompetisi dana komersial sebesar Rp 800 juta tiap bulan.
Jumlah dana komersial ini sejatinya sudah naik dari dana komersial yang sebelumnya diterima klub-klub tersebut, sebesar Rp 500 juta. Sementara, sejumlah klub peserta meminta dana komersial sebesar Rp 1 miliar, terlebih dengan adanya regulasi kompetisi dihelat tanpa penonton.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Optimalkan Sponsor
Ruddy mengaku bahwa pembagian dana komersial sebesar Rp 800 juta masih kurang untuk menutup pengeluaran klub. Menurutnya, dengan asumsi penonton sebanyak 50 persen kapasitas stadion pun, jumlah subsidi ideal sebesar Rp 1 miliar.
Namun, Ruddy tak mau melimpahkan semua beban tersebut ke PT LIB. Menurut manajer berusia 48 tahun ini, selain pembagian dana komersial, klub pun memiliki sponsor sebagai sumber pendapatan mereka.
"Klub kan punya sponsor. Ya ini yang harus dioptimalkan oleh klub," ujar Ruddy.
"Semua harus kreatif dalam mencari sumber pendapatan, terlebih lagi dalam kondisi perekonomian yang saat ini masih berupaya bangkit," tandasnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Juga:
- PSSI Dapat Bantuan dari Satgas COVID-19 untuk Shopee Liga 1, Apa Saja?
- Madura United Berencana Daftarkan Empat Putra Daerah Lagi pada Lanjutan Liga 1 2020
- Dana Komersial Belum Jelas, Arema FC Pastikan Penuhi Kewajiban ke Pemain dan Pelatih
- Manajemen Belum Putuskan Ikut Kompetisi, Ini Harapan Pelatih Barito Putera
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 6 Maret 2026
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 19:55
LATEST UPDATE
-
Alasan Inter Kalah di Derby: Tidak Mampu Bongkar Blok Pertahanan Milan!
Liga Italia 9 Maret 2026, 10:28
-
Bobol Gawang Inter Milan, Estupinan: Ini Gol Terpenting dalam Karir Saya!
Liga Italia 9 Maret 2026, 10:11
-
Panas! Manchester United dan Tottenham Berebut Roberto De Zerbi
Liga Inggris 9 Maret 2026, 09:45
-
Milan Punya 'Semangat Sergio Ramos' Saat Tumbangkan Inter di Derby
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:31
-
Inter Kalah dari Milan: Memang Sulit, tapi Tenang Masih Unggul 7 Poin!
Liga Italia 9 Maret 2026, 09:00
-
Man of the Match laga Milan vs Inter: Pervis Estupinan
Liga Italia 9 Maret 2026, 05:05















