Arema IPL Terancam Batal Tanding Lawan Persijap
Editor Bolanet | 24 Februari 2012 09:25
- Belum usainya konflik dualisme di tubuh Arema Indonesia yang berkomptisi di Indonesia Premier League (IPL) menjadikan pertandingan terdekat Arema terancam batal.
Pasalnya dua kubu yang sedang berseteru tak kunjung menemukan kesepakatan dalam konflik tersebut.
Kini kubu Arema juga terancam gagal menggelar pertandingan melawan Persijap Jepara setelah pada dua laga sebelumnya juga tidak dapat digelar karena terkait masalah dualisme yang tak kunjung reda hingga saat ini.
Meskipun PT.LPIS sudah memberikan surat terkait kepastian penggunaan stadion Gajayana sebagai venue pertandingan selanjutnya Arema dalam lanjutan Indonesia Premier League. Namun itu tidak bisa menjadi jaminan bahwa laga itu dapat terlaksana. Semua itu tergantung dari hasil rekonsiliasi dua kubu yang terlibat konflik internal berkepanjangan, bahkan cenderung tak jelas ujungnya.
Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa manajemen Arema dibawah kendali investor menyiapkan alternatif stadion sebagai venue sekaligus homebase Arema IPL apabila nantinya tetap dilarang memakai stadion Gajayana. Stadion Kanjuruhan sempat menjadi target alternatif dari manajemen. Bahkan surat pengajuan tersebut sudah dikirimkan kepada pihak UPTD Stadion Kanjuruhan sebagai pengelola.
Namun, pihak UPTD Kanjuruhan menolak permohonan pemakaian stadion karena Stadion Kanjuruhan saat ini telah menjadi homebase dari dua tim, yakni Arema Indonesia yang berkompetisi di ISL dan Metro FC yang bermain di Divisi Utama.
Akankah Arema Indonesia kembali batal menggelar pertandingan dirumah sendiri untuk ketiga kalinya? (wea/syp)
Pasalnya dua kubu yang sedang berseteru tak kunjung menemukan kesepakatan dalam konflik tersebut.
Kini kubu Arema juga terancam gagal menggelar pertandingan melawan Persijap Jepara setelah pada dua laga sebelumnya juga tidak dapat digelar karena terkait masalah dualisme yang tak kunjung reda hingga saat ini.
Meskipun PT.LPIS sudah memberikan surat terkait kepastian penggunaan stadion Gajayana sebagai venue pertandingan selanjutnya Arema dalam lanjutan Indonesia Premier League. Namun itu tidak bisa menjadi jaminan bahwa laga itu dapat terlaksana. Semua itu tergantung dari hasil rekonsiliasi dua kubu yang terlibat konflik internal berkepanjangan, bahkan cenderung tak jelas ujungnya.
Sebelumnya sempat dikabarkan bahwa manajemen Arema dibawah kendali investor menyiapkan alternatif stadion sebagai venue sekaligus homebase Arema IPL apabila nantinya tetap dilarang memakai stadion Gajayana. Stadion Kanjuruhan sempat menjadi target alternatif dari manajemen. Bahkan surat pengajuan tersebut sudah dikirimkan kepada pihak UPTD Stadion Kanjuruhan sebagai pengelola.
Namun, pihak UPTD Kanjuruhan menolak permohonan pemakaian stadion karena Stadion Kanjuruhan saat ini telah menjadi homebase dari dua tim, yakni Arema Indonesia yang berkompetisi di ISL dan Metro FC yang bermain di Divisi Utama.
Akankah Arema Indonesia kembali batal menggelar pertandingan dirumah sendiri untuk ketiga kalinya? (wea/syp)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Lionel Messi Sanjung Habis Cape Verde: Mereka Sungguh Luar Biasa!
Piala Dunia 4 Juli 2026, 08:40
-
Man of the Match Argentina vs Cape Verde: Lionel Messi
Piala Dunia 4 Juli 2026, 08:03
-
Tempat Menonton Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026, 4 Juli 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 07:15
-
Real Madrid Buat Klarifikasi: Kami Tidak Kejar Enzo Fernandez!
Liga Spanyol 4 Juli 2026, 07:00
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Kolombia vs Ghana, 4 Juli 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 06:30
-
Resmi! Asia Sudah Tidak Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 04:30
-
Man of the Match Australia vs Mesir: Mohamed Salah
Piala Dunia 4 Juli 2026, 04:05
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Brasil vs Norwegia 6 Juli 2026
Piala Dunia 4 Juli 2026, 03:20
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








