Arema Optimistis Sepak Bola Indonesia Lekas Bangkit Pascapandemi Corona
Serafin Unus Pasi | 14 April 2020 20:24
Bola.net - Sebuah optimisme ihwal masa depan sepak bola Indonesia pasca pandemi Corona diungkapkan manajemen Arema FC. Klub berlogo singa mengepal ini yakin sepak bola Indonesia bakal lekas bangkit dari mati suri akibat pandemi Corona.
"Saya yakin kita akan lekas bangkit setelah Corona ini selesai," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pada Bola.net.
"Sama-sama berhenti dengan ketika kompetisi dihentikan pada 2015 lalu, tapi saya menilai bahwa kondisi saat ini justru lebih ringan," sambungnya.
Ruddy menyebut, ada hal yang membuatnya optimistis bahwa persepakbolaan Indonesia bakal lekas pulih. Salah satunya, sambung manajer berusia 48 tahun tersebut, adalah karena saat ini bukan hanya sepak bola Indonesia yang bermasalah.
"Namanya saja pandemi. Seluruh dunia terdampak. Ini berbeda dengan kondisi pada 2015 lalu ketika hanya kita yang disuspend FIFA," tutur Ruddy.
"Kali ini, seluruh negara anggota FIFA terdampak pandemi Corona. Insyaallah, hal ini memicu kita semua bekerja sama agar sepak bola bangkit lagi," sambungnya.
Sebelumnya, PSSI memastikan bahwa Bulan Maret, April, Mei, dan Juni merupakan status keadaan tertentu darurat bencana. Hal ini tak lepas dari merebaknya persebaran virus Corona di Indonesia.
Dengan status ini, PSSI mengizinkan perubahan kontrak pemain, pelatih, dan ofisial tim peserta kompetisi. Gaji komponen tim ini maksimal 25 persen dari yang tercantum di kontrak.
Selain itu, dalam keputusan tersebut, PSSI juga menunda jadwal lanjutan kompetisi sampai 29 Mei 2020. Jika status darurat bencana tidak diperpanjang pemerintah, kompetisi akan dihelat mulai 1 Juli 2020.
Namun, jika pemerintah memperpanjang status darurat bencana, atau PSSI menganggap kondisi belum ideal, maka musim kompetisi ini akan dihentikan.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Masa-Masa Sulit
Lebih lanjut, Ruddy menyebut, sebelum pandemi ini usai, klub-klub yang ada harus menjalani masa sulit. Pasalnya, selama paling tidak tiga bulan kompetisi dihentikan, tak ada pemasukan sama sekali bagi klub.
"Semua lini bisnis berhenti. Bahkan, subsidi dari operator pun terhenti. Untuk menghidupi klub selama ini ya terpaksa mengandalkan dana dark owner," papar Ruddy.
"Ibaratnya, saat ini, bendera setengah tiang. Namun, yang pasti kami akan mencoba berusaha sebaik mungkin untuk menjaga eksistensi," imbuhnya.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 6 Maret 2026
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 19:55
LATEST UPDATE
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23












