Berantas Pengaturan Skor, AFC Koordinasi Dengan Interpol
Editor Bolanet | 19 Februari 2013 15:37
- Sepakbola Asia berusaha meningkatkan perang terhadap mafia skandal pengaturan hasil pertandingan. Dalam upaya tersebut, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Interpol akan mengadakan pertemuan di Kuala Lumpur, untuk membahas upaya menepis upaya pengaturan skor.
Dua minggu sebelumnya ada berita yang menyatakan bahwa ratusan pertandingan di dunia diatur hasilnya oleh geng di Asia. Menurut Europol, 380 pertandingan di Eropa dari sekitar 700 di seluruh dunia, termasuk kompetisi Liga Champions dan penyisihan Piala Dunia, tersangkut dengan sindikat kriminal yang berpusat di Singapura.
Pengumuman itu semakin membuka mata kalangan terkait, setelah sebelumnya sudah lama diduga ada di Asia dan kini semakin melebar ke seluruh penjuru dunia, utamanya diatur melalui judi online.
Bulan lalu, Sekjen Interpol Ronald Noble mengatakan pengaturan hasil sepak bola itu beromset milyar dolar setiap tahun. Laba ini lebih besar bila dibandingkan dengan keuntungan perusahaan multinasional seperti minuman raksasa Coca-Cola.
Pada Senin, menyangkut masalah korupsi sepak bola di Asia, China melancarkan serangkaian hukuman dan denda besar bagi yang tersangkut skandal pengaturan pertandingan, sehingga beberapa pejabat sepak bola masuk penjara.
Shanghai Shenhua, mantan klub Didier Drogba dan Nicolas Anelka, dicoret gelar 2003 mereka dan poinnya dikurangi satu untuk musim mendatang, karena ambil bagian dalam masalah kontroversial itu.
Di Thailand, Selasa, koran The Nation melaporkan adanya tuduhan bahwa laga final Piala FA November antara Buriram United dan Army United merupakan sasaran target para pengatur pertandingan.
Skandal lain di wilayah ini, termasuk kompetisi Liga Korea Selatan atau Liga-K - salah satu kompetisi paling sukses di Asia - tapi ternyata banyak pemain yang kena hukum pada 2011.
Malaysia, tuan rumah laga AFC dan tetangganya Singapura, juga tak luput dari masalah serius itu dan badan sepak bola Asia sendiri tersangkut skandal korupsi sampai akhirnya ketuanya Mohammed Bin Hammam, dituduh terlibat masalah suap.
Konferensi selama dua hari yang dimulai Rabu akan diisi beberapa pembicara kunci termasuk kepala Interpol. (ant/mac)
Dua minggu sebelumnya ada berita yang menyatakan bahwa ratusan pertandingan di dunia diatur hasilnya oleh geng di Asia. Menurut Europol, 380 pertandingan di Eropa dari sekitar 700 di seluruh dunia, termasuk kompetisi Liga Champions dan penyisihan Piala Dunia, tersangkut dengan sindikat kriminal yang berpusat di Singapura.
Pengumuman itu semakin membuka mata kalangan terkait, setelah sebelumnya sudah lama diduga ada di Asia dan kini semakin melebar ke seluruh penjuru dunia, utamanya diatur melalui judi online.
Bulan lalu, Sekjen Interpol Ronald Noble mengatakan pengaturan hasil sepak bola itu beromset milyar dolar setiap tahun. Laba ini lebih besar bila dibandingkan dengan keuntungan perusahaan multinasional seperti minuman raksasa Coca-Cola.
Pada Senin, menyangkut masalah korupsi sepak bola di Asia, China melancarkan serangkaian hukuman dan denda besar bagi yang tersangkut skandal pengaturan pertandingan, sehingga beberapa pejabat sepak bola masuk penjara.
Shanghai Shenhua, mantan klub Didier Drogba dan Nicolas Anelka, dicoret gelar 2003 mereka dan poinnya dikurangi satu untuk musim mendatang, karena ambil bagian dalam masalah kontroversial itu.
Di Thailand, Selasa, koran The Nation melaporkan adanya tuduhan bahwa laga final Piala FA November antara Buriram United dan Army United merupakan sasaran target para pengatur pertandingan.
Skandal lain di wilayah ini, termasuk kompetisi Liga Korea Selatan atau Liga-K - salah satu kompetisi paling sukses di Asia - tapi ternyata banyak pemain yang kena hukum pada 2011.
Malaysia, tuan rumah laga AFC dan tetangganya Singapura, juga tak luput dari masalah serius itu dan badan sepak bola Asia sendiri tersangkut skandal korupsi sampai akhirnya ketuanya Mohammed Bin Hammam, dituduh terlibat masalah suap.
Konferensi selama dua hari yang dimulai Rabu akan diisi beberapa pembicara kunci termasuk kepala Interpol. (ant/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
45 Pemain Laos Kena Sanksi Larangan Bermain Seumur Hidup Karena Match Fixing
Tim Nasional 12 Januari 2022, 14:36
-
La Liga Diguncang Pengaturan Skor, Dua Eks Pemain Divonis Bersalah
Liga Spanyol 25 April 2020, 04:55
-
Skandal Pengaturan Skor La Liga, Eks Pemain Real Madrid Ditangkap
Liga Spanyol 29 Mei 2019, 08:33
-
Tersangka Kasus Pengaturan Skor Kini Sudah Berjumlah 16 Orang
Bola Indonesia 29 Maret 2019, 04:12
-
Arema FC Dituding Terlibat Match Fixing, Ini Tanggapan Joko Susilo
Bola Indonesia 23 Februari 2019, 02:20
LATEST UPDATE
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


