BOPI Ungkap Tabir Dibalik Penahanan Diego Michiels
Editor Bolanet | 5 Desember 2012 18:00
- Upaya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan manajemen Timnas Indonesia meminta penangguhan penahanan bagi Diego Michiels telah ditolak pihak kepolisian. Padahal, tenaga Diego semula sangat dibutuhkan untuk memperkuat Indonesia di ajang Piala AFF 2012.
Usut punya usut, penolakan penangguhan penahanan terhadap Diego Michiels ternyata datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Haryo Yuniarto. Kala itu, Haryo meminta kepada pihak kepolisian untuk tetap mengurung Diego dengan alasan terbukti melakukan penganiayaan. Alhasil, pemain asal Belanda tersebut, tidak dapat memperkuat Timnas senior di ajang Piala AFF 2012.
Saya yang meminta kepada Kapolsek Tanah Abang dan Kapolres Jakarta Pusat melalui pesan singkat (SMS) untuk tidak mengeluarkan izin penangguhan penahanan Diego Michiels. Alasannya, Diego terbukti melakukan penganiayaan, terangnya Haryo.
Kami ingin pesepakbola lainnya dapat mengambil contoh tersebut. Semua perbuatan, ada konsekuensinya, sambungnya sambil menunjukkan bukti SMS tersebut.
Dikatakannya lagi, apa yang ia dilakukan karena ingin memberikan efek jera bagi Diego Michiels. Sekalipun, Diego berstatus sebagai pemain Timnas. Mantan pemain Persija (IPL), dan Pelita Jaya tersebut, dinilai Haryo terbukti melakukan tindakan pengeroyokan kepada Mef Paripurna.
Selama dalam pemusatan latihan, para pemain seharusnya berada di tempat penginapan dan tidak boleh keluar pada malam hari. Kasus Diego juga dapat diambil pelajaran, bahwa tim sepak bola tidak boleh bergantung pada satu orang saja, ujarnya.
Haryo Yuniarto juga memberikan contoh ketika terjadi pemukulan yang dilakukan petinju Indonesia kepada Direktur Pelatnas Tinju, Syamsul Anwar, beberapa tahun yang lalu.
Ketika kejadian tersebut, saya selaku petinggi di Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir (PP Pertina). Akhirnya, bersama dengan rekan yang lain, saya memutuskan untuk memulangkan para petinju Pelatnas, tuntasnya. (esa/dzi)
Usut punya usut, penolakan penangguhan penahanan terhadap Diego Michiels ternyata datang dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Haryo Yuniarto. Kala itu, Haryo meminta kepada pihak kepolisian untuk tetap mengurung Diego dengan alasan terbukti melakukan penganiayaan. Alhasil, pemain asal Belanda tersebut, tidak dapat memperkuat Timnas senior di ajang Piala AFF 2012.
Saya yang meminta kepada Kapolsek Tanah Abang dan Kapolres Jakarta Pusat melalui pesan singkat (SMS) untuk tidak mengeluarkan izin penangguhan penahanan Diego Michiels. Alasannya, Diego terbukti melakukan penganiayaan, terangnya Haryo.
Kami ingin pesepakbola lainnya dapat mengambil contoh tersebut. Semua perbuatan, ada konsekuensinya, sambungnya sambil menunjukkan bukti SMS tersebut.
Dikatakannya lagi, apa yang ia dilakukan karena ingin memberikan efek jera bagi Diego Michiels. Sekalipun, Diego berstatus sebagai pemain Timnas. Mantan pemain Persija (IPL), dan Pelita Jaya tersebut, dinilai Haryo terbukti melakukan tindakan pengeroyokan kepada Mef Paripurna.
Selama dalam pemusatan latihan, para pemain seharusnya berada di tempat penginapan dan tidak boleh keluar pada malam hari. Kasus Diego juga dapat diambil pelajaran, bahwa tim sepak bola tidak boleh bergantung pada satu orang saja, ujarnya.
Haryo Yuniarto juga memberikan contoh ketika terjadi pemukulan yang dilakukan petinju Indonesia kepada Direktur Pelatnas Tinju, Syamsul Anwar, beberapa tahun yang lalu.
Ketika kejadian tersebut, saya selaku petinggi di Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir (PP Pertina). Akhirnya, bersama dengan rekan yang lain, saya memutuskan untuk memulangkan para petinju Pelatnas, tuntasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
7 Bulan John Herdman di Timnas Indonesia: 8 Laga, 5 Kemenangan, dan Tantangan Besar
Tim Nasional 17 Agustus 2026, 14:35
-
Dugaan Pengaturan Skor Mencuat, Integritas Piala AFF 2026 Diuji
Tim Nasional 14 Agustus 2026, 18:44
-
Marselino Ferdinan Fokus Rehabilitasi usai Operasi Lutut di Sevilla
Bola Indonesia 14 Agustus 2026, 16:25
LATEST UPDATE
-
3 Transfer yang Bisa Dikejar Real Madrid pada Pekan Terakhir
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 09:23
-
Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:11
-
Chelsea Sepakat Jual Liam Delap ke Nottingham Forest
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 08:26
-
Prediksi Barcelona vs Bilbao 28 Agustus 2026
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 08:22
-
Cristiano Ronaldo Murka Ditarik Keluar, Al Nassr Comeback Dramatis di Markas Al Ettifaq
Asia 26 Agustus 2026, 07:42
-
Prediksi Chelsea vs Luton 28 Agustus 2026
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 07:28
-
Juventus Lepas Fabio Miretti ke Besiktas, Jalan Franck Kessie Terbuka
Liga Italia 26 Agustus 2026, 06:51
-
Tawaran Gaji Fantastis untuk Gabriel Martinelli di Al Hilal, Jauh di Atas Arsenal
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 06:23
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Saat Ladeni Real Sociedad di Santiago Bernabeu
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 05:59
-
Savinho Resmi Gabung Tottenham dari Manchester City
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:51
-
Juventus Resmi Datangkan Kamil Grabara dari Wolfsburg
Liga Italia 26 Agustus 2026, 05:37
-
Erling Haaland Kini Berambut Cepak, Ada Makna Besar di Balik Perubahannya
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:29
-
Juventus Resmi Lepas Michele Di Gregorio ke Bournemouth
Liga Italia 26 Agustus 2026, 05:23
-
Arsenal Dominasi PFA Team of the Year, Igor Thiago Jadi Kejutan
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00



