Cerita Penutup Piala Presiden 2025: Ketika Sepak Bola, Teknologi, dan Mimpi Masa Kecil Bertemu dalam Satu Panggung
Gia Yuda Pradana | 13 Juli 2025 13:49
Bola.net - Minggu malam, 13 Juli 2025. Langit di atas Stadion Si Jalak Harupat tampak berbeda. Di balik atmosfer yang tenang, ada ribuan pasang mata menanti dua hal. Siapa yang akan mengangkat trofi, serta apa yang akan terjadi di langit setelah peluit akhir dibunyikan.
Di tengah suhu Bandung yang khas, Oxford United dan Port FC bersiap menciptakan sejarah. Dua tim asing, satu dari Inggris dan satu lagi dari Thailand, kini berdiri di garis akhir sebuah turnamen yang dimulai hanya tujuh hari lalu. Tak ada tim lokal, tak ada Persib, tapi euforia tak surut. Piala Presiden 2025 telah menjelma menjadi lebih dari sekadar turnamen pramusim biasa.
Di luar lapangan, kru teknis tengah menghitung waktu. Ratusan drone siap terbang. Anak-anak yang berlatih juggling sejak pagi bersiap masuk lapangan. Malam ini bukan hanya tentang skor akhir. Ini adalah malam penuh simbol, ketika sepak bola, teknologi, dan mimpi masa kecil bertemu dalam satu panggung.
Dari Inggris dan Thailand, untuk Indonesia

Tua tim asing sukses menembus final. Bagi Oxford United dan Port FC, ini bukan sekadar undangan wisata pramusim. Mereka datang dengan niat, bermain dengan hati, dan membuktikan bahwa undangan dari Asia Tenggara pun bisa menghadirkan cerita yang berkesan.
“Ini kan pertama kali ada dari Inggris sama Thailand datang. Mereka dua-duanya masuk final, jadi kita mau buat sejarah yang baik,” ucap Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025. Kalimat itu mengandung kebanggaan, sekaligus harapan.
Dari segi permainan, laga ini adalah suguhan tak biasa bagi publik Bandung. Stadion yang biasanya bergemuruh karena Persib, kini menjadi saksi keseriusan dua tim yang membawa warna berbeda. Penonton tak cuma melihat sepak bola, mereka menyaksikan babak baru tentang keterbukaan dan level kompetisi yang mulai naik kelas.
Langit, Lampu, dan Seribu Impian

Setelah peluit panjang dibunyikan, lampu stadion sedikit meredup. Dari sudut-sudut yang sebelumnya gelap, ratusan drone perlahan mengudara. Mereka membentuk pola, menari, menyala, menciptakan pertunjukan visual di langit Bandung. Sorak-sorai tak hanya datang dari tribune, tapi juga dari para kru yang telah berbulan-bulan menyiapkan pertunjukan ini.
“Doain ya dronenya lancar… kita buat drone yang mudah-mudahan bisa dinikmati warga Kota Bandung,” ujar Maruarar dengan nada harap, sehari jelang laga pemungkas. Tak hanya warga kota, seluruh Indonesia menyaksikan pertunjukan itu lewat layar kaca, menyatu dalam kehangatan akhir pekan. "Kalau dari ratingnya, katanya cukup tinggi lah kami ini. Rating TV-nya, ya. Terima kasih itu udah buat SCTV sama Indosiar dari Bu Siwi, ratingnya bagus, makanya sponsornya happy semua ini."
Ratusan anak juga akan masuk ke lapangan. Mereka menggiring bola, juggling dengan serius. Bagi sebagian, ini adalah malam pertama tampil di hadapan ribuan orang. “Saya kasih suatu saat dengan doa dan usaha. Kalian bisa jadi salah satu pemain dari 11 pemain itu yang ada di sini,” kata Maruarar. Kata-kata yang sederhana, tapi mengguncang hati banyak orang.
Lebih dari Trofi, Ini Tentang Rakyat

Di balik panggung gemerlap dan trofi Rp5,5 miliar, ada cerita lain yang tak kalah penting. Cerita tentang tukang ojek yang lebih banyak mengantar penumpang. Tentang warung makan yang ludes dagangannya. Tentang pedagang asongan yang akhirnya bisa bawa pulang lebih untuk keluarganya.
“Seperti pesan Presiden kan, harus berdampak kepada rakyat kecil,” ujar Maruarar. “Ya kepada ojek-ojek, kepada hotel, perumahan yang ada… buat makanan-makanan, pedagang kaki lima, asongan. Harus ada dampaknya bagi ekonomi lokal.”
Tanpa dana APBN, tanpa sokongan BUMN, Piala Presiden 2025 berjalan dengan sokongan sponsor yang mencapai Rp68 miliar. Tidak hanya transparan—diaudit oleh PWC—tapi juga adil, karena tidak ada pengaturan skor, tidak ada tekanan terhadap hasil. Bahkan ketika Persib gagal lolos, semuanya berjalan lancar. “Persib tidak lolos, tapi baik-baik saja. Terima kasih buat Bobotoh juga… saya pikir jiwa besar yang baik,” tuturnya.
Bandung, Rumah yang Pantas

Bagi Maruarar dan timnya, Bandung adalah pilihan yang tepat. Kota ini tidak hanya menyediakan stadion dan penonton, tapi juga energi positif. “Makanya gak salah Bandung jadi tuan rumah itu gak salah. Karena menurut saya jadi tuan rumah yang sangat baik ya… walaupun belum berhasil, tapi aman, lancar. Semuanya happy.”
Dukungan dari Wali Kota, TNI, Polri, hingga masyarakat sipil membuat semuanya terasa ringan. “Kita tim lah, team work… super team, gak ada superman,” ujarnya. Kerendahan hati dan rasa terima kasih itu mengalir dalam setiap pernyataannya—bukan karena ingin dipuji, tapi karena tahu betapa beratnya menjaga stabilitas dan keamanan acara seperti ini.
Ketika semua lampu menyala kembali, semua orang tahu bahwa malam ini bukan hanya tentang siapa yang menang. Ini tentang kerja keras yang dibalas tuntas, tentang lapangan yang jujur, tentang anak-anak yang bermimpi, dan tentang Bandung yang membuktikan bahwa rumah tak selalu harus juara, tapi harus selalu ramah.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Nonton Live Streaming Oxford United vs Port FC Final Piala Presiden 2025 Lewat HP
Final Piala Presiden 2025: Pesta Rakyat, Pesta Drone, dan Panggung Ekonomi UMKM
Jadwal Kick-off Oxford United vs Port FC Final Piala Presiden 13 Juli 2025
Agenda Penutupan Piala Presiden 2025: Pertunjukan Drone di Langit Bandung
Dari Cedera Ole Romeny hingga Final Oxford vs Port FC, Drama Piala Presiden 2025 Memanas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Nonton Streaming Persib vs Melbourne Victory Hari Ini
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 16:33
-
Prediksi Persib vs Melbourne Victory 28 Oktober 2026
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:40
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Pakhtakor vs Al Nassr: Tanpa Cristiano Ronaldo, Joao Felix Pimpin Pesta Gol
Asia 3 November 2026, 00:05
-
Barcelona Buka Peluang Jual Jules Kounde, Chelsea Mulai Pelajari Situasinya
Liga Spanyol 2 November 2026, 21:50
-
Hansi Flick Buka Suara soal Situasi Alejandro Balde di Barcelona
Liga Spanyol 2 November 2026, 21:36
-
Real Madrid Putuskan Tidak Belanja pada Januari Meski Lini Tengah Butuh Tambahan
Liga Spanyol 2 November 2026, 21:10
-
Kondisi MU Belum Membaik, Eddie Howe Segera Diangkat Jadi Manajer MU?
Liga Inggris 2 November 2026, 21:06
-
Hansi Flick Tegaskan Barcelona Tak Akan Remehkan Aston Villa di Liga Champions
Liga Champions 2 November 2026, 20:54
-
Kabar Terbaru JJ Gabriel: Jadinya Gabung Real Madrid?
Liga Inggris 2 November 2026, 20:42
-
Thibaut Courtois Ukir Rekor Istimewa di Real Madrid: Kebanggaan Luar Biasa
Liga Spanyol 2 November 2026, 20:30
-
Jelang Lawatan ke Old Trafford, AS Roma Tebar Psywar ke Manchester United
Liga Champions 2 November 2026, 20:22
-
Tinggalkan MU, Bruno Fernandes Menuju ke Arab Saudi?
Liga Inggris 2 November 2026, 20:10
-
Luciano Spalletti Berharap Kemenangan atas Napoli Pulihkan Kepercayaan Diri Juventus
Liga Italia 2 November 2026, 19:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




