Daftar Suporter Persib dan Persija Yang Tewas Sejak 2012
Afdholud Dzikry | 24 September 2018 12:28
- Rivalitas panas yang muncul di setiap pertandingan Persija Jakarta dan Persib Bandung tak selalu di atas lapangan hijau. Bahkan sengitnya rivalitas antara kedua tim tak jarang memakan korban jiwa. Yang terbaru adalah Haringga Sirilla yang harus meregang nyawa karena persaingan kedua tim.
Pemuda berusia 23 tahun itu dikeroyok massa jelang duel Persib dan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (23/9/2018).
Save our Soccer menemukan ada enam pendukung Persib dan Persija yang menemui ajal. Mereka adalah:
Untuk mengetahui kronologi kejadian tersebut, silakan scroll ke bawah ya Bolaneters!
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan kepolisian, Haringga Sirilla dikejar massa di luar GBLA tepatnya di area parkir gerbang biru. Orang-orang tersebut berteriak bahwa pemuda yang dikejar adalah pendukung Persija Jakarta.
Korban yang dikejar sempat meminta tolong kepada tukang bakso. Namun, massa mengeroyok korban dengan menggunakan balok kayu, piring, botol, dan benda-benda lainnya sehingga meninggal dunia.
Penyelidikan Polisi
Ditemui terpisah, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugeman membenarkan adanya tindakan pengeroyokan yang berakibat korban meninggal dunia.
"Memang ada insiden pengeroyokan tepatnya di luar stadion atau di lapangan parkir. Katanya meninggal," ujar Irman di Stadion GBLA Gedebage Kota Bandung.
Meski demikian, Irman mengaku belum mengetahui secara pasti kronologis dari peristiwa pengeroyokan tersebut.
"Kasatreskrim sedang mendalami. Tapi sudah ada beberapa orang telah kami amankan. Sedang kami lakukan pemeriksaan intensif sebagai saksi supaya bisa diketahui motifnya. Mudah-mudahan pelaku sudah kami tangkap," harapnya.
Berdasar informasi tambahan dari polisi, setelah mengamati ciri-ciri tersangka, anggota Satreskrim melaksanakan penyisiran. Mereka menangkap enam orang yang diduga tersangka dan satu orang sebagai saksi kunci.
Respon Menpora Imam Nahrawi
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, tak mau terburu mengambil sikap terkait pengeroyokan, berbuntut meninggalnya salah seorang suporter Persija Jakarta, yang dilakukan sejumlah oknum suporter Persib Bandung. Menpora menegaskan akan menunggu informasi lengkap dulu sebelum mengambil tindakan.
"Saat ini, saya masih menunggu laporan dari PSSI," ujar Imam Nahrawi, pada Bola.net, Senin (24/09).
"Saya juga menunggu pernyataan resmi mereka," sambungnya.
Imam sendiri mengungkapkan duka cita yang mendalam, terutama bagi keluarga korban. Menteri berusia 45 tahun tersebut pun mengaku kecewa karena ini bukanlah merupakan kejadian pertama kali di sepak bola Indonesia.
"Pemerintah tak akan tinggal diam. Tak ada satu pun pertandingan yang seharga nyawa," tuturnya.
Sumber: Liputan6.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
LATEST UPDATE
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
-
Michael Carrick Benarkan Sudah Berdamai dengan Bruno Fernandes
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:30
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







