Demi Bertahan Hidup, Pemain PSM Ikut Tarkam
Editor Bolanet | 8 Juni 2012 09:30
- Seretnya gaji selama tiga bulan membuat pemain PSM Makassar memutar otak untuk bisa bertahan hidup. Mereka pun mulai mencari uang dengan mengikuti turnamen sepakbola antar kampung (tarkam).
Kebetulan di Makassar sedang berlangsung kompetisi Dirgantara Cup 2012. Pemain PSM pun bergabung dalam klub-klub amatir yang mengikuti turnamen tersebut.
“Untuk jaga kondisi saja dan untuk cari uang tambahan. Selain saya, ada juga Guntur, Dewa, Jufri, dan beberapa pemain lain mau perkuat Nickel Sorowako serta beberapa klub lainnya di Dirgantara Cup,” ujar bek muda PSM, Achmad Hisyam Tolle via BlackBerry Messenger (BBM).
Ismail Haris juga mengakui hal itu. Ia mengatakan tidak punya pilihan lain karena tidak punya uang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Bermain di kompetisi Dirgantara Cup bisa menambah pemasukannya.
”Iya, untuk cari uang tambahan. Soalnya saya sudah kosong nih. Sekalian supaya kondisi tetap terjaga karena kita berhenti latihan sementara,” katanya.
Sementara itu, pelatih PSM, Petar Segrt, mengaku tidak bisa menghentikan pemainnya untuk terlibat dalam tarkam. Meski itu riskan cedera, tapi saat ini, pemain tidak punya pilihan untuk mendapatkan uang.
Mantan pelatih Bali Devata ini mengaku hanya bisa menerima keputusan para pemainnya tersebut. Ia juga mengijinkan mereka main, asal bisa menjaga diri.
”Saya beri mereka izin bermain di sana karena apa yang saya bisa lakukan sekarang? Mereka tidak digaji jadi saya tidak bisa menekan mereka. Itu tidak mungkin saya lakukan. Semoga pemain tidak cedera,” pungkasnya.
“Saya mengkhawatirkan mereka, pemain membutuhkan pertolongan, sama seperti pemain sepakbola di seluruh Indonesia serta ofisialnya. Saya memang bukan warga Indonesia tapi saya orang-orang di Indonesia,” ungkap Petar. (nda/dzi)
Kebetulan di Makassar sedang berlangsung kompetisi Dirgantara Cup 2012. Pemain PSM pun bergabung dalam klub-klub amatir yang mengikuti turnamen tersebut.
“Untuk jaga kondisi saja dan untuk cari uang tambahan. Selain saya, ada juga Guntur, Dewa, Jufri, dan beberapa pemain lain mau perkuat Nickel Sorowako serta beberapa klub lainnya di Dirgantara Cup,” ujar bek muda PSM, Achmad Hisyam Tolle via BlackBerry Messenger (BBM).
Ismail Haris juga mengakui hal itu. Ia mengatakan tidak punya pilihan lain karena tidak punya uang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Bermain di kompetisi Dirgantara Cup bisa menambah pemasukannya.
”Iya, untuk cari uang tambahan. Soalnya saya sudah kosong nih. Sekalian supaya kondisi tetap terjaga karena kita berhenti latihan sementara,” katanya.
Sementara itu, pelatih PSM, Petar Segrt, mengaku tidak bisa menghentikan pemainnya untuk terlibat dalam tarkam. Meski itu riskan cedera, tapi saat ini, pemain tidak punya pilihan untuk mendapatkan uang.
Mantan pelatih Bali Devata ini mengaku hanya bisa menerima keputusan para pemainnya tersebut. Ia juga mengijinkan mereka main, asal bisa menjaga diri.
”Saya beri mereka izin bermain di sana karena apa yang saya bisa lakukan sekarang? Mereka tidak digaji jadi saya tidak bisa menekan mereka. Itu tidak mungkin saya lakukan. Semoga pemain tidak cedera,” pungkasnya.
“Saya mengkhawatirkan mereka, pemain membutuhkan pertolongan, sama seperti pemain sepakbola di seluruh Indonesia serta ofisialnya. Saya memang bukan warga Indonesia tapi saya orang-orang di Indonesia,” ungkap Petar. (nda/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55


















