Dari Inggris ke Indonesia: Habis Peter Withe, Terbitlah John Herdman

Dari Inggris ke Indonesia: Habis Peter Withe, Terbitlah John Herdman
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - PSSI resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekaligus menandai dimulainya era baru sepak bola nasional.

Nama Herdman bukan sosok asing di level internasional karena reputasinya terbangun kuat bersama Kanada. Penunjukan ini langsung memancing perhatian publik karena rekam jejaknya yang identik dengan pencapaian besar.

Herdman datang dengan status pelatih berpengalaman yang pernah membawa tim putra dan putri tampil di Piala Dunia. PSSI menilai profil tersebut selaras dengan ambisi besar Skuad Garuda ke depan.

Di balik penunjukan ini, ada fakta menarik yang kembali terangkat ke permukaan. Herdman tercatat sebagai pelatih asal Inggris kedua yang dipercaya menangani Timnas Indonesia setelah Peter Withe.

1 dari 5 halaman

Herdman Ikuti Jejak Peter Withe

Herdman Ikuti Jejak Peter Withe

Peter Withe. (c) Bola.com/Dody Iryawan

Penunjukan John Herdman secara otomatis menempatkannya dalam daftar pelatih Inggris yang pernah menangani Timnas Indonesia. Sebelumnya, hanya Peter Withe yang mendapat kepercayaan serupa dari PSSI.

Peter Withe dikenal sebagai pelatih dengan latar belakang kuat di sepak bola Inggris. Ia pernah bermain dan melatih di Aston Villa sebelum memulai petualangannya di Asia Tenggara.

Kesuksesan Withe bersama Timnas Thailand di Piala Tiger alias Piala AFF 2000 dan 2002 membuat namanya semakin dikenal di kawasan Asia. PSSI kemudian menunjuknya untuk menangani Indonesia pada 2004 menggantikan Ivan Kolev.

Kini, Herdman berada di jalur yang sama dengan ekspektasi yang bahkan lebih besar. Bedanya, ia datang dengan reputasi membawa negara ke level yang sebelumnya belum pernah dicapai.

2 dari 5 halaman

Nyaris Juara di Piala AFF 2004

Peter Withe mulai menukangi Timnas Indonesia pada 2004 dengan membawa perubahan signifikan. Ia mengubah formasi dari 3-5-2 menjadi 4-4-2 dengan pendekatan menyerang khas Inggris yang mengandalkan kecepatan.

Di bawah arahannya, sejumlah pemain muda mulai mendapat panggung penting. Nama seperti Boaz Solossa, Firman Utina, hingga Mahyadi Panggabean menjadi bagian dari regenerasi tim.

Indonesia tampil impresif di Piala AFF 2004 dan melaju hingga partai final. Perjalanan tersebut sempat membangkitkan optimisme publik terhadap masa depan Skuad Garuda.

Namun, mimpi juara harus pupus di partai puncak. Indonesia kalah dari Singapura dengan agregat 2-5 dan harus puas sebagai runner-up.

3 dari 5 halaman

Withe Gagal Total di Piala AFF 2007

Harapan besar kembali disematkan kepada Peter Withe pada Piala AFF 2007. Publik berharap hasil di edisi sebelumnya bisa menjadi fondasi menuju gelar juara.

Sayangnya, performa Timnas Indonesia justru mengalami penurunan drastis. Skuad Garuda gagal lolos dari fase grup dan tak mampu mengulang prestasi sebelumnya.

Situasi internal tim juga dikabarkan memburuk sepanjang turnamen. Beberapa pemain disebut meluapkan emosi di ruang ganti dengan memukul loker hingga membanting sepatu.

Kondisi tersebut berujung pada keputusan tegas dari PSSI. Peter Withe akhirnya dipecat pada Februari 2007, beberapa bulan sebelum Piala AFC digelar.

4 dari 5 halaman

Herdman Tertantang Membawa Indonesia ke Piala Dunia

Berbeda dengan Withe, Herdman datang dengan misi yang jauh lebih ambisius. Target utamanya adalah membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam konferensi pers perdananya pada Selasa (13/01/2026), Herdman menegaskan alasan kuat menerima tantangan tersebut. Ia menyebut Indonesia sebagai negara dengan potensi besar dan visi yang jelas.

"Sepanjang karir saya, saya selalu bekerja dengan federasi yang memiliki passion dan visi untuk membawa negara tersebut ke tempat yang sebelumnya belum pernah mereka capai sebelumnya," buka Herdman.

"Dari apa yang saya dengar dan baca, bahwa negara ini siap untuk itu. Tidak ada alasan apapun, kami punya pemain, kami punya kemampuan, dan ini waktunya tim ini punya kebiasaan untuk kualifikasi."

5 dari 5 halaman

Akankah Herdman Gagal seperti Withe atau Ukir Sejarah Baru?

Herdman sendiri menegaskan dirinya tidak melihat batasan pada Timnas Indonesia. Ia menilai peluang ke Piala Dunia terbuka lebar jika semua elemen bekerja dengan arah yang sama.

"Ini (melatih Timnas Indonesia) adalah kesempatan paling menarik di dunia sepak bola dan saya tidak melihat ranking, saya tidak melihat tim ini punya pemain yang lebih bagus, tidak melihat tim ini memiliki kesempatan di Piala Dunia, namun ada kesempatan yang besar di Indonesia untuk pergi ke tempat yang belum pernah mereka capai sebelumnya, yaitu Piala Dunia. Itu adalah misi kami," sambung Herdman.

Komitmen itu ditutup dengan pernyataan penuh tekad. "Setiap hari saya bangun tidur, selain memikirkan keluarga saya, saya akan memikirkan bagaimana tim ini bisa lolos ke Piala Dunia," serunya.

Perbandingan dengan Peter Withe tak bisa dihindari dalam perjalanan Herdman bersama Timnas Indonesia. Publik kini menanti apakah sejarah lama akan terulang atau justru ditulis ulang.

Herdman sendiri akan menjalani tugas perdananya bersama Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series. Ajang ini akan digelar pada 23 hingga 31 Maret 2026.