Dijamu PSBL, Bali Devata Waspadai Kepemimpinan Wasit
Editor Bolanet | 2 Maret 2012 06:52
- Ketakutan akan penyimpangan kerja wasit, menyelimuti Persires Bali Devata jelang laga tandang lawan PSBL Blitar, dalam lanjutan Divisi Utama musim 2011/2012 versi PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), Stadion Gelora Supriyadi, Blitar, Jawa Timur, Jumat (2/3). Itu karena, tim yang didirikan secara patungan antara Persires Rengat dan Bali Devata tersebut, mengaku kerap menjadi bulan-bulanan wasit.
“Keputusan wasit memang mutlak, dan pemain harus menerima serta, menghargainya. Namun, kalau nyatanya wasit bertindak tidak benar dan banyak kejanggalan, tentu harus dikritik karena menimbulkan kekecewaan. Pasalnya, sejauh ini kami selalu dikecewakan dan lelah melakukan protes,” ungkap Sekretaris Tim Persires Bali Devata, Borgo Pane kepada .
Dirinya berpandangan, mayoritas wasit yang berlaga di Divisi Utama milik PT LPIS bersikap kurang jeli dalam mengambil keputusan krusial.
“Sebenarnya, kalah-menang bagi kami tidak masalah. Tapi, kalau kekalahan tersebut dipicu ulah wasit, tentu sangat mengecewakan. Kali ini, kami harus waspada agar tidak kembali menjadi bulan-bulanan wasit, sambungnya.
Karena itu, ia berharap, pada pertandingan-pertandingan ke depan, khususnya laga PSBL menjamu Persires di Grup III, tidak ada lagi kekacauan yang diakibatkan oleh kepemimpinan wasit.
“Di kompetisi sebelumnya, yang merusak pertandingan adalah wasit. Kini, jangan sampai kompetisi ini dirusak oleh wasit lagi,”
Meski demikian, terkait kesiapan dalam menjalani permainan, Borgo mengaku jika pasukannya sudah sangat mantap. Apakah itu terkait bertahan, maupun menyerang.
Tim pelatih sudah banyak melakukan evaluasi. Salah satunya, seputar organisasi permainan, imbuh.
Borgo menegaskan jika timnya mematok target poin penuh agar bisa mendongkrak posisi naik ke papan tengah klasemen sementara. Persires parkir di peringkat ketiga dengan tabungan 12 poin dari tujuh kali penampilan. Meski begitu, ia menyadari jika mengalahkan Singo Lodro- julukan PSBL- bukanlah perkara mudah.
“Bermain di kandang, tentu memberikan PSBL keuntungan besar. Para pemain Singo Lodro pasti begitu percaya diri mampu mengalahkan kami. Namun, saya percaya bahwa peluang selalu ada asalkan kami terus bekerja keras hingga peluit akhir dibunyikan,” tuturnya.
Dikatakannya lagi, para pemain dituntut bekerja keras dan saling menutupi kelemahan. Dengan demikian, harapan mencuri poin penuh dari PSBL dapat terwujud. (bola/mac)
“Keputusan wasit memang mutlak, dan pemain harus menerima serta, menghargainya. Namun, kalau nyatanya wasit bertindak tidak benar dan banyak kejanggalan, tentu harus dikritik karena menimbulkan kekecewaan. Pasalnya, sejauh ini kami selalu dikecewakan dan lelah melakukan protes,” ungkap Sekretaris Tim Persires Bali Devata, Borgo Pane kepada .
Dirinya berpandangan, mayoritas wasit yang berlaga di Divisi Utama milik PT LPIS bersikap kurang jeli dalam mengambil keputusan krusial.
“Sebenarnya, kalah-menang bagi kami tidak masalah. Tapi, kalau kekalahan tersebut dipicu ulah wasit, tentu sangat mengecewakan. Kali ini, kami harus waspada agar tidak kembali menjadi bulan-bulanan wasit, sambungnya.
Karena itu, ia berharap, pada pertandingan-pertandingan ke depan, khususnya laga PSBL menjamu Persires di Grup III, tidak ada lagi kekacauan yang diakibatkan oleh kepemimpinan wasit.
“Di kompetisi sebelumnya, yang merusak pertandingan adalah wasit. Kini, jangan sampai kompetisi ini dirusak oleh wasit lagi,”
Meski demikian, terkait kesiapan dalam menjalani permainan, Borgo mengaku jika pasukannya sudah sangat mantap. Apakah itu terkait bertahan, maupun menyerang.
Tim pelatih sudah banyak melakukan evaluasi. Salah satunya, seputar organisasi permainan, imbuh.
Borgo menegaskan jika timnya mematok target poin penuh agar bisa mendongkrak posisi naik ke papan tengah klasemen sementara. Persires parkir di peringkat ketiga dengan tabungan 12 poin dari tujuh kali penampilan. Meski begitu, ia menyadari jika mengalahkan Singo Lodro- julukan PSBL- bukanlah perkara mudah.
“Bermain di kandang, tentu memberikan PSBL keuntungan besar. Para pemain Singo Lodro pasti begitu percaya diri mampu mengalahkan kami. Namun, saya percaya bahwa peluang selalu ada asalkan kami terus bekerja keras hingga peluit akhir dibunyikan,” tuturnya.
Dikatakannya lagi, para pemain dituntut bekerja keras dan saling menutupi kelemahan. Dengan demikian, harapan mencuri poin penuh dari PSBL dapat terwujud. (bola/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Menang Tapi Belum Tajam: Analisis Statistik Timnas Indonesia Saat Gulung Singapura 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 22:31
-
Klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Menang 2-0, tapi Malaysia di Puncak
Tim Nasional 25 September 2026, 22:10
-
Hasil Timnas Indonesia vs Singapura: Diwarnai Kartu Merah, Garuda Menang 2-0
Tim Nasional 25 September 2026, 21:58
-
Fakta Unik Starting XI Timnas Indonesia Vs Singapura: Cuma 1 Pemain dari Liga Domestik!
Tim Nasional 25 September 2026, 21:31
-
Pada Diri Luke Vickery, John Herdman Akhiri Pencarian Winger Kanan Timnas Indonesia?
Tim Nasional 25 September 2026, 21:08
-
Florentino Perez Siap Ubah Kebijakan Transfer Real Madrid demi Jose Mourinho
Liga Spanyol 25 September 2026, 21:06
-
Hernan Crespo Soroti Goncalo Ramos: Bukan Pencetak Gol Kelas Atas
Liga Italia 25 September 2026, 20:26
-
Manchester United Kirim Scout untuk Pantau Kandidat Pengganti Lewis Hall
Liga Inggris 25 September 2026, 19:46
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura: Luke Vickery Jalani Debut untuk Garuda
Tim Nasional 25 September 2026, 19:32
-
Hasil Australia vs Brasil: Gol Menit 90+5 Selamatkan Pasukan Carlo Ancelotti dari Kekalahan
Piala Dunia 25 September 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



