Djohar Arifin Husin Siap Bertangung Jawab
Editor Bolanet | 28 Februari 2013 23:32
- Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin, mulai bersuara terkait hasil rapat Komite Eksekutif (Exco) di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2).
Rapat yang dihadiri Djohar, Mawardi Nurdin, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan serta Tonny Aprilani tersebut, menghasilkan tiga keputusan penting. Seperti, memecat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Halim Mahfudz. Tidak butuh waktu lama, posisi tersebut langsung diisi Hadiyandra, yang sebelumnya menjabat Deputi Sekjen PSSI Bidang Organisasi.
Kemudian, mengesahkan berdirinya Badan Tim Nasional (BTN). Lalu, mengangkat pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco untuk menangani tim nasional Indonesia di lanjutan Pra Piala Asia 2015. Alhasil, Blanco meneruskan tugas yang sebelumnya diemban Nilmaizar.
Hal tersebut demi perdamaian dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Karena itu, saya minta jangan diganggu, ujarnya disela-sela pembukaan turnamen U-16, Piala Bina Putra FC se- wilayah Karasidenen Cirebon, Stadion Bima, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (28/2).
Yang terpenting, dikatakannya lagi, kebijakan tersebut guna menyelamatkan nasib sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA. Ditegaskan, siap mempertanggung jawabkan segala keputusan yang telah diambilnya, terkait penyelesaian konflik sepak bola nasional tersebut.
Keputusan tersebut diambil bukan semata-mata demi memenuhi keinginan La Nyalla dan kawan-kawan. Tetapi, berdasarkan pertimbangan yang matang. Salah satunya, karena mantan Sekjen (Halim Mahfudz) sudah melebihi batas kewenangannya, imbuhnya.
Padahal, saudara Halim hanyalah pelaksana kebijakan organisasi, yang bekerja di bawah kendali Ketua Umum, tuntas Djohar. (esa/dzi)
Rapat yang dihadiri Djohar, Mawardi Nurdin, La Nyalla Mahmud Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan serta Tonny Aprilani tersebut, menghasilkan tiga keputusan penting. Seperti, memecat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Halim Mahfudz. Tidak butuh waktu lama, posisi tersebut langsung diisi Hadiyandra, yang sebelumnya menjabat Deputi Sekjen PSSI Bidang Organisasi.
Kemudian, mengesahkan berdirinya Badan Tim Nasional (BTN). Lalu, mengangkat pelatih asal Argentina Luis Manuel Blanco untuk menangani tim nasional Indonesia di lanjutan Pra Piala Asia 2015. Alhasil, Blanco meneruskan tugas yang sebelumnya diemban Nilmaizar.
Hal tersebut demi perdamaian dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Karena itu, saya minta jangan diganggu, ujarnya disela-sela pembukaan turnamen U-16, Piala Bina Putra FC se- wilayah Karasidenen Cirebon, Stadion Bima, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (28/2).
Yang terpenting, dikatakannya lagi, kebijakan tersebut guna menyelamatkan nasib sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA. Ditegaskan, siap mempertanggung jawabkan segala keputusan yang telah diambilnya, terkait penyelesaian konflik sepak bola nasional tersebut.
Keputusan tersebut diambil bukan semata-mata demi memenuhi keinginan La Nyalla dan kawan-kawan. Tetapi, berdasarkan pertimbangan yang matang. Salah satunya, karena mantan Sekjen (Halim Mahfudz) sudah melebihi batas kewenangannya, imbuhnya.
Padahal, saudara Halim hanyalah pelaksana kebijakan organisasi, yang bekerja di bawah kendali Ketua Umum, tuntas Djohar. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!
Tim Nasional 13 Februari 2026, 15:47
-
Timnas Indonesia U-23 Dikabarkan Terancam Absen di Asian Games 2026, Ini Respons PSSI
Tim Nasional 12 Februari 2026, 18:37
LATEST UPDATE
-
Wah! Andai Jadi Juara EPL, Gelar Arsenal Bisa Dipertanyakan
Liga Inggris 6 Maret 2026, 12:17
-
Absen di Dua Laga Terakhir Arsenal, Begini Update Cedera Martin Odegaard
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:45
-
Gelandang Juventus Ini Masuk Daftar Belanja Manchester United?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 11:25
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37


















