Erick Thohir Indikasikan Piala Presiden Edisi ke-8 Bakal Digelar, Berterima Kasih atas Peran Emtek Media yang Setia Menjadi Official Broadcaster

Erick Thohir Indikasikan Piala Presiden Edisi ke-8 Bakal Digelar, Berterima Kasih atas Peran Emtek Media yang Setia Menjadi Official Broadcaster
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan pidato di malam penutupan Piala Presiden 2025 (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir memberikan pidato dalam Malam Penutupan Piala Presiden 2025 yang berlangsung di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (12/4/2026) malam WIB. Acara tersebut menjadi penutup turnamen pramusim yang kembali digelar untuk ketujuh kalinya.

Erick Thohir menyoroti peran penting media yang tetap meliput meski berlangsung pada malam hari. Ia menilai dedikasi tersebut menjadi bagian dari kecintaan terhadap sepak bola Indonesia.

"Saya mau mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang hari Minggu malam masih mau meliput karena kecintaannya terhadap sepak bola," ujar Erick Thohir.

Ia juga menyatakan bahwa dukungan media selama ini berjalan maksimal dalam mengawal pemberitaan sepak bola nasional. Menurutnya, peran tersebut turut mendorong eksposur turnamen semakin luas.

"Jadi terima kasih, dan juga dukungan media selama ini untuk liputan sepak bola sangat maksimal, apalagi malam ini Pak Ara nanti akan bagi-bagi hadiah buat media yang luar biasa," katanya.

Apresiasi Klub dan Pemain

Selain media, Erick Thohir memberikan apresiasi kepada klub dan pemain yang terlibat dalam Piala Presiden edisi ketujuh. Ia menilai kontribusi keduanya menjadi faktor utama keberhasilan turnamen.

"Tepuk tangan buat media, para klub, dan pemain yang sudah di Piala Presiden ketujuh yang terus berkontribusi, karena tanpa klub dan pemain tidak mungkin Piala Presiden bisa sukses seperti hari ini," tegas Erick Thohir.

Erick Thohir juga menyinggung momen santai yang melibatkan Ketua Steering Committee, Maruarar Sirait, dalam acara tersebut. Ia menyebut ekspresi tersebut berkaitan dengan selesainya laporan keuangan turnamen.

"Dan tentu yang tidak kalah pentingnya, sahabat saya ini Pak Ara, saya juga kaget tadi pas lagunya diputar langsung berdansa, saya sempat bertanya-tanya kenapa beliau langsung berdansa, rupanya ini ada tekanan batin," ucapnya.

Proses Penyelesaian Laporan Keuangan

Ia menjelaskan bahwa proses penyelesaian laporan keuangan membutuhkan waktu karena berbagai kesibukan yang ada. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan kesalahan pihak auditor maupun penyelenggara.

"Karena akhirnya laporan keuangan daripada Piala Presiden ini selesai, tapi bukan salah PwC, bukan salah Pak Ara, sebenarnya salah kita," ungkapnya.

Erick Thohir turut menyinggung kesibukan Maruarar dalam menjalankan tugas lain di luar sepak bola.
Ia menyebut salah satu fokus yang tengah dijalankan adalah program pembangunan perumahan dalam jumlah besar.

"Karena sebenarnya kita menunggu waktu Pak Ara juga, cuma beliau ini sedang sibuk, bayangkan membangun tiga juta rumah," tuturnya.

Edisi ke-8

Ia menambahkan bahwa laporan keuangan akhirnya dapat diselesaikan setelah adanya waktu yang tersedia.
Momen tersebut pun disambut positif oleh seluruh pihak yang terlibat.

"Akhirnya baru minggu kemarin kita diberi waktu, jadi makanya baru hari ini kita laporan dan beliau langsung senang, makanya joget karena akhirnya tutup buku juga," ungkap Erick Thohir.

Erick Thohir juga membuka peluang berlanjutnya turnamen ke edisi berikutnya setelah penyelenggaraan ketujuh ini. Ia menyebut koordinasi lanjutan bahkan sudah dijadwalkan dalam waktu dekat.

"Semoga Pak Ara tidak kapok sebagai pimpinan Piala Presiden, apalagi ini sudah yang ketujuh dan tidak mungkin berhenti, pasti akan ada yang kedelapan," sambung Erick Thohir.

Pertemuan Lanjutan

Ia menambahkan bahwa pertemuan lanjutan akan digelar untuk membahas konsep edisi berikutnya. Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan format yang lebih baik ke depan.

"Dan Pak Ara sudah mengajak meeting kami semua minggu depan hari Kamis jam 16.00, nanti tunggu tanggal mainnya seperti apa konsepnya," ucap Erick Thohir.

Erick Thohir turut mengapresiasi peran Harsiwi Achmad dan jajaran Elang Mahkota Teknologi yang dinilai berkontribusi besar dalam penyiaran turnamen. Ia menyebut capaian jumlah penonton yang tinggi menjadi bukti keberhasilan kolaborasi tersebut.

"Yang terpenting juga saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Siwi, Emtek Media, dan seluruh jajarannya, Pak Tanto, Pak Alvin, dan lain-lain yang ada di Board of Management, karena kemarin kita bersama-sama mencatat rekor penonton mencapai 240 juta view," jelasnya.

Tingginya Angka Penonton

Menurut Erick Thohir, tingginya angka penonton menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi hiburan utama bagi masyarakat Indonesia. Hal ini tidak lepas dari peran media dan penyelenggara dalam menghadirkan pertandingan yang menarik.

"Ini jumlah penonton yang sangat besar, dan memang sepak bola menjadi hiburan bagi masyarakat, tentu hal ini tidak lepas dari peran EMTEK dan rekan-rekan media yang terus mempromosikan dan menyelenggarakan event sepak bola yang selalu dinantikan," tutur Erick Thohir.

"Jadi terima kasih Bu Siwi, terima kasih kepada semua yang menjadi bagian kepengurusan di Piala Presiden, ada Pak Arya, Bu Tsamara, Pak Dominic, dan mohon maaf tidak bisa saya sebutkan satu per satu."

"Seperti yang disampaikan Pak Ara, kita bukan super human, tetapi super team, dan Piala Presiden menjadi hal positif untuk persiapan sepak bola Indonesia," imbuhnya.