Dualisme PSSI Sumbar Resahkan Gubernur Sumatera Barat
Editor Bolanet | 20 Agustus 2013 21:18
- Dualisme tampaknya masih menghiasi sepakbola Indonesia. Seperti terlihat dalam kepengurusan PSSI Sumatera Barat yang kembali mendapat sorotan dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.
Disampaikan Irwan Prayitno dalam acara silaturahim PSSI Sumbar pimpinan Sudibyo. Dualisme kepengurusan memberikan dampak yang tidak baik bagi program kerja PSSI Sumbar, kami mengimbau dualisme kepengurusan PSSI ini dapat diselesaikan dengan cepat, kata Irwan Prayitno seperti dilansir Antara.
Dikatakannya, ia sebelumnya telah menerima surat dari PSSI Armyn An agar kepengurusannya kembali diaktifkan setelah keluarnya surat dari PSSI pusat. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan karena kepengurusan PSSI pimpinan Toto Sudibyo juga sudah terbentuk lewat musyawarah daerah beberapa waktu lalu.
Dualisme ini harus diselesaikan dengan cara damai dan tidak ada pihak yang dirugikan. Karena semua mempunyai visi yang sama untuk memajukan sepak bola Ranah Minang, katanya.
Ditambahkannya, persiapan Sumbar menghadapi berbagai kejuaraan dalam waktu dekat perlu tenaga dan kebersamaan pengurus. Sementara jika masalah dualisme dibiarkan begitu saja tentu mempengaruhi kinerja.
Salah satu contoh yang menjadi imbas dualisme tersebut adalah program pembinaan pemain usia dini yang disiapkan untuk berbagai kompetisi tingkat daerah. Selain itu persiapan jangka panjang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat juga mendapat kendala bila terus terjadi dualisme.
Karena itu, Irwan mengharapkan dalam waktu dekat permasalahan itu dapat diselesaikan, dan PSSI Sumbar kembali fokus menjalankan program kerja untuk menghadapi berbagai kejuaraan daerah dan nasional lainnya. (ant/dzi)
Disampaikan Irwan Prayitno dalam acara silaturahim PSSI Sumbar pimpinan Sudibyo. Dualisme kepengurusan memberikan dampak yang tidak baik bagi program kerja PSSI Sumbar, kami mengimbau dualisme kepengurusan PSSI ini dapat diselesaikan dengan cepat, kata Irwan Prayitno seperti dilansir Antara.
Dikatakannya, ia sebelumnya telah menerima surat dari PSSI Armyn An agar kepengurusannya kembali diaktifkan setelah keluarnya surat dari PSSI pusat. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan karena kepengurusan PSSI pimpinan Toto Sudibyo juga sudah terbentuk lewat musyawarah daerah beberapa waktu lalu.
Dualisme ini harus diselesaikan dengan cara damai dan tidak ada pihak yang dirugikan. Karena semua mempunyai visi yang sama untuk memajukan sepak bola Ranah Minang, katanya.
Ditambahkannya, persiapan Sumbar menghadapi berbagai kejuaraan dalam waktu dekat perlu tenaga dan kebersamaan pengurus. Sementara jika masalah dualisme dibiarkan begitu saja tentu mempengaruhi kinerja.
Salah satu contoh yang menjadi imbas dualisme tersebut adalah program pembinaan pemain usia dini yang disiapkan untuk berbagai kompetisi tingkat daerah. Selain itu persiapan jangka panjang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat juga mendapat kendala bila terus terjadi dualisme.
Karena itu, Irwan mengharapkan dalam waktu dekat permasalahan itu dapat diselesaikan, dan PSSI Sumbar kembali fokus menjalankan program kerja untuk menghadapi berbagai kejuaraan daerah dan nasional lainnya. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Timnas Indonesia vs Oman: Emil Audero
Tim Nasional 5 Juni 2026, 22:26
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















