Epic Comeback Borneo FC Bungkam Bali United: Mental Juara dan Magis Fabio Lefundes
Afdholud Dzikry | 12 Mei 2026 12:51
Bola.net - Perburuan gelar BRI Super League 2025/2026 semakin ketat setelah Borneo FC Samarinda mencuri kemenangan penting atas Bali United FC. Pesut Etam menang dramatis 3-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5/2026), sekaligus menjaga tekanan di papan atas klasemen.
Pertandingan pekan ke-32 itu berjalan sengit sejak awal. Borneo FC sempat tertinggal sebelum bangkit lewat permainan agresif di babak kedua.
Mariano Peralta menjadi pembeda dengan dua golnya ke gawang Bali United. Satu gol lain dari Juan Villa memastikan tim tamu membawa pulang tiga poin penting dari Gianyar.
Hasil tersebut membuat Borneo FC kini mengoleksi 75 poin, jumlah yang sama dengan Persib Bandung di posisi kedua klasemen Liga 1. Persaingan menuju gelar juara pun dipastikan berlangsung ketat hingga akhir musim.
Rahasia Perubahan Taktik di Ruang Ganti
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengungkapkan bahwa kemenangan timnya lahir dari perubahan strategi saat jeda pertandingan. Ia melihat Bali United terlalu leluasa mengeksploitasi lini pertahanan pada babak pertama.
Masuknya Komang Teguh dan Kaio Nunes menjadi titik balik permainan Pesut Etam. Pergantian itu membuat serangan Borneo FC lebih hidup sekaligus mampu menekan pertahanan tuan rumah.
“Kami melakukan penyesuaian di jeda babak, melakukan dua perubahan karena alasan itu, dan permainan berubah," kata Fabio Lefundes.
"Untuk membuka slot bagi Kaio Nunes (pemain asing), saya harus mengeluarkan satu pemain asing. Jadi kami memilih Komang masuk dan Cleylton keluar,” imbuhnya menjelaskan detail pergantian pemain tersebut.
Respon Positif Pemain dan Efektivitas Lapangan
Meski Bali United mencatatkan 16 tembakan sepanjang laga, Borneo FC tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Penguasaan bola sebesar 51 persen juga membantu tim tamu mengontrol tempo permainan di fase penting.
Ahmad Agung mengakui Borneo FC sempat kesulitan menghadapi tekanan Bali United sebelum turun minum. Namun, perubahan taktik di babak kedua membuat permainan tim jauh lebih stabil.
“Saya mewakili pemain mengucap rasa syukur atas hasil ini. Kita tidak mudah di babak pertama, kita sempat kesulitan dan kecolongan," ujar Ahmad Agung penuh syukur.
"Tapi setelah masuk babak kedua, kita ambil alih permainan dan alhamdulillah bisa cetak dua gol dan mengakhiri kemenangan malam ini. Terima kasih,” katanya menambahkan.
Apresiasi Kepemimpinan Wasit dan Peran VAR
Fabio Lefundes juga menyoroti kepemimpinan wasit yang beberapa kali dibantu VAR sepanjang pertandingan. Dua gol Borneo FC sempat dianulir karena offside, tetapi ia memilih menghormati keputusan tersebut.
Menurut Lefundes, teknologi VAR harus diterima sebagai bagian dari menjaga fair play pertandingan. Ia tidak ingin polemik keputusan wasit mengaburkan performa timnya di lapangan.
“Pertama, saya akan bicara soal wasit. Saya rasa kepemimpinannya sangat bagus. Masalah offside bukan dalam kendalinya, itu adalah garis yang dibuat VAR dan saya tidak tahu itu offside atau tidak, tapi jika VAR bilang iya, kemungkinan besar memang iya,” tutur pelatih kawakan tersebut.
“Tapi kemudian saya ingat bahwa kami adalah tim dengan serangan terbaik di kompetisi ini. Kalau saya marah, mereka akan bilang: 'orang ini gila, kita sudah cetak banyak gol dan dia masih mengeluh',” pungkasnya sembari berkelakar.






















