6 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas Mikel Arteta Musim Panas Ini

6 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas Mikel Arteta Musim Panas Ini
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bertepuk tangan kepada para pendukung setelah pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Arsenal sedang menikmati momen luar biasa setelah berhasil mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006. Keberhasilan itu menjadi pencapaian penting bagi Mikel Arteta dan skuad muda The Gunners.

Perjalanan menuju partai puncak membuat suasana di Emirates Stadium dipenuhi optimisme tinggi. Arsenal kini hanya tinggal selangkah lagi untuk meraih trofi terbesar di sepak bola Eropa.

Kesuksesan di Liga Champions juga membawa keuntungan finansial besar bagi Arsenal. Klub London Utara itu disebut akan memperoleh pemasukan sekitar 120 juta pounds dari perjalanan mereka di kompetisi tersebut.

Namun, situasi finansial klub tetap memerlukan perhatian serius menjelang bursa transfer musim panas. Arsenal sadar mereka harus melakukan penjualan pemain agar tetap seimbang secara finansial.

Musim lalu Arsenal menghabiskan sekitar 267 juta pounds untuk belanja pemain dan hanya mendapatkan kembali sekitar 10 juta pounds dari penjualan. Karena itu, beberapa nama mulai dikaitkan dengan status surplus di skuad Arteta.

1. Ben White

1. Ben White

Bek Arsenal, Ben White. (c) AP Photo/Dave Shopland

Ben White sebenarnya masih menjadi pemain penting dalam skuad Arsenal musim ini. Namun, posisinya mulai terancam setelah Jurrien Timber tampil semakin konsisten di sisi kanan pertahanan.

Cedera yang beberapa kali dialami Timber dianggap menjadi alasan White masih memperoleh banyak kesempatan bermain. Jika Timber fit sepanjang musim, peluang White tampil reguler diperkirakan semakin menurun.

White mencatatkan 29 penampilan di semua kompetisi musim 2025/2026. Ia bermain selama 1.852 menit, jauh di bawah Timber yang sudah mencatatkan 3.309 menit.

Secara statistik, kontribusi Timber juga lebih unggul dalam membantu serangan. Timber menciptakan 36 peluang, sedangkan White hanya mencatatkan 20 peluang sepanjang musim.

Kemampuan duel satu lawan satu White juga kalah dibanding Timber. White hanya memenangi 47,53 persen duel, sementara Timber mencapai 56,05 persen.

Meski begitu, White tetap menunjukkan kontribusi defensif yang cukup baik musim ini. Ia mencatatkan 55 sapuan bola, tidak terlalu jauh dari Timber yang membukukan 68 sapuan.

2. Leandro Trossard

2. Leandro Trossard

Reaksi Leandro Trossard dalam laga Sporting CP vs Arsenal di perempat final Liga Champions 2025/2026, Rabu (8/4/2026). (c) AP Photo/Armando Franca

Leandro Trossard termasuk pemain yang cukup konsisten memberi kontribusi untuk Arsenal. Pemain asal Belgia itu selalu tampil penuh energi saat dipercaya bermain oleh Arteta.

Musim ini Trossard mencatatkan tujuh gol dan 10 assist di semua kompetisi. Catatan tersebut memang tidak spektakuler, tetapi tetap menunjukkan peran pentingnya di lini depan Arsenal.

Dari sisi distribusi bola, Trossard juga tampil cukup menonjol. Ia mencatatkan 517 umpan progresif dan hanya kalah dari beberapa pemain inti Arsenal lainnya.

Selain itu, Trossard menghasilkan 47 peluang sepanjang musim. Statistik tersebut hanya kalah dari Martin Odegaard, Bukayo Saka, dan Declan Rice.

Trossard juga aktif membantu pertahanan ketika Arsenal kehilangan bola. Ia mencatatkan 115 recovery bola dan menjadi salah satu pemain paling rajin dalam transisi bertahan.

Namun, usia Trossard yang sudah 31 tahun bisa menjadi pertimbangan utama Arsenal. Kontraknya juga tinggal tersisa satu musim sehingga klub mungkin memilih menjualnya sekarang.

3. Gabriel Martinelli

3. Gabriel Martinelli

Selebrasi gol Gabriel Martinelli pada laga Portsmouth vs Arsenal di Ronde 3 Piala FA musim 2025/2026 (c) AP Photo/Kin Cheung

Gabriel Martinelli tampil cukup impresif di Liga Champions musim ini. Winger asal Brasil itu mencetak enam gol dan dua assist dari 13 pertandingan di kompetisi Eropa.

Kontribusi Martinelli menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan Arsenal mencapai final. Kecepatannya di sisi kiri beberapa kali merepotkan lawan sepanjang fase gugur.

Namun, performanya di Premier League justru mengalami penurunan tajam. Martinelli hanya mencetak satu gol dari 29 penampilan liga musim ini.

Gol tunggal tersebut bahkan tercipta pada menit akhir saat menghadapi Manchester City pada September lalu. Statistik itu dianggap terlalu minim untuk pemain dengan status inti seperti dirinya.

Martinelli juga memiliki jumlah operan yang cukup rendah dibanding pemain depan Arsenal lainnya. Ia hanya mencatatkan 577 umpan di semua kompetisi musim ini.

Akurasi umpannya juga masih perlu ditingkatkan. Martinelli hanya memiliki tingkat keberhasilan operan sebesar 78,86 persen sepanjang musim.

4. Gabriel Jesus

4. Gabriel Jesus

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Champions melawan Inter Milan, Rabu (21/1/2026). (c) AP Photo/Luca Bruno

Gabriel Jesus kembali mengalami musim yang sulit bersama Arsenal. Cedera berkepanjangan membuat striker asal Brasil itu kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya.

Kedatangan Viktor Gyokeres juga diperkirakan membuat posisi Jesus semakin sulit. Arsenal disebut ingin membangun lini depan baru dengan Gyokeres sebagai ujung tombak utama.

Jesus hanya mencetak lima gol dan satu assist dari 26 pertandingan musim ini. Jumlah tersebut jauh dari ekspektasi untuk pemain yang didatangkan sebagai penyerang utama.

Meski demikian, statistik penyelesaian peluang Jesus sebenarnya cukup menarik. Ia memiliki akurasi tembakan sebesar 63,33 persen, tertinggi di antara pemain depan Arsenal.

Rasio konversi tembakannya juga cukup baik. Presentase 14,29 persen hanya kalah dari Martinelli dan Martin Zubimendi di skuad Arsenal.

Selain itu, Jesus rata-rata mencetak satu gol setiap 182,6 menit bermain. Catatan itu hanya kalah dari Gyokeres yang memiliki rasio satu gol setiap 157,67 menit.

5. Myles Lewis-Skelly

5. Myles Lewis-Skelly

Pemain Arsenal, Myles Lewis-Skelly, melempar bola saat pertandingan perempat final Piala Liga Inggris melawan Crystal Palace, Selasa (23/12/2025). (c) AP Photo/Kin Cheung

Myles Lewis-Skelly mulai mendapatkan kesempatan tampil bersama tim utama Arsenal musim ini. Pemain muda berusia 19 tahun itu beberapa kali dimainkan di lini tengah oleh Arteta.

Meski begitu, menit bermainnya masih cukup terbatas. Lewis-Skelly hanya tampil dalam 17 pertandingan Premier League musim ini.

Ia juga mencatatkan enam penampilan di kompetisi domestik lainnya dan sembilan laga Liga Champions. Dari seluruh penampilannya itu, ia hanya menghasilkan tiga assist tanpa gol.

Lewis-Skelly sebenarnya memiliki kualitas distribusi bola yang sangat baik. Akurasi umpannya mencapai 90,56 persen dan hanya kalah dari Cristhian Mosquera serta William Saliba.

Namun, kontribusinya di area menyerang masih minim. Ia hanya melepaskan sembilan tembakan sepanjang musim dan tidak ada yang berbuah gol.

Kemampuan bertahannya juga masih membutuhkan perkembangan lebih lanjut. Lewis-Skelly hanya melakukan 18 tekel dengan tingkat keberhasilan 55,56 persen.

6. Ethan Nwaneri

6. Ethan Nwaneri

Selebrasi Ethan Nwaneri usai menjebol gawang Brighton (c) Premier League Official

Ethan Nwaneri sempat dianggap sebagai salah satu talenta terbesar akademi Arsenal. Namun, persaingan ketat di tim utama membuatnya kesulitan mendapatkan tempat reguler.

Pada Januari lalu, Arteta memutuskan meminjamkan Nwaneri demi memberinya kesempatan bermain lebih banyak. Langkah itu dilakukan agar perkembangannya tidak terhambat.

Sayangnya, performa Nwaneri selama masa peminjaman belum benar-benar meyakinkan. Ia hanya mencetak dua gol dan satu assist dari 11 pertandingan.

Catatan tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin tempat di skuad Arsenal musim depan. Situasi itu membuat peluang penjualannya semakin terbuka.

Arsenal juga bisa mendapatkan keuntungan finansial penuh dari penjualan Nwaneri. Statusnya sebagai pemain akademi membuat hasil transfernya masuk sebagai keuntungan murni bagi klub.

Dibanding nama lain dalam daftar ini, masa depan Nwaneri terlihat paling tidak pasti. Penjualan permanen pada musim panas nanti kini menjadi kemungkinan yang cukup besar.

Sumber: Flashscore