Fernando Soler Nilai PSSI Tak Becus Kelola Kompetisi
Editor Bolanet | 17 Mei 2012 20:30
- Gerah dengan gajinya yang tak kunjung terbayarkan penuh, Fernando Soler mengecam keras PSSI dan PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku penyelenggara Indonesian Premier League (IPL).
Kepada , Soler mengatakan bahwa gajinya sudah telat tiga bulan ini. Yang membuatnya pusing, ia tak kunjung juga mendapatkan kejelasan mengenai gajinya. Apalagi istrinya baru saja melahirkan putra ketiganya di Surabaya April lalu. Saya sedang pusing, sudah tiga bulan dapat 20% saja, ungkap Soler lirih.
Pernyataan pencetak gol tunggal Persebaya dengan berdarah-darah saat lawan Bontang FC lalu itu memang sedikit meragukan. Sebab ia baru resmi bergabung dengan Persebaya pada 17 Maret lalu. Apalagi dalam keterangan Persebaya lalu, mereka mengaku pembayaran gaji pemain mereka telat hanya sebulan saja.
Sementara itu, salah satu pemain Green Force yang enggan disebutkan namanya mengaku kalau sebenarnya dua bulan ini Persebaya hanya membayar 20 persen gaji pemain mereka. Kalau Persebaya dua bulan Mas, Maret sama April cuma 20 persen. Kalau Soler mungkin yang di Persis (Solo) nyantol sebulan, katanya, Rabu (16/5).
Tanpa mau mengecam klub tempat ia bermain sekarang, striker asal Argentina ini pun menunjuk PSSI dan IPL sebagai sasaran kecamannya. Apalagi, gajinya selama empat bulan saat ia bermain di klub Liga Primer Indonesia (LPI), Real Mataram tahun lalu hingga kini belum dibayarkan.
Tahun kemarin gaji saya belum dibayar empat bulan di LPI. Sekarang tiga bulan. Bagaimana ini? Kita dan pemain lainnya sudah kirim surat tak ada jawaban dari sana. PSSI itu kalau tidak bisa urus IPL stop saja atau berikan liga pada yang punya uang lebih saja, ketusnya.
Mantan pemain Persipura Jayapura musim 2003-2004 ini pun mulai membanding-bandingkan liga di Indonesia dulu dan saat ini. Saya memang baru dua tahun ini di Indonesia, tapi 2003-2004 saya pernah main untuk Persipura. Tapi PSSI dulu jauh lebih bagus daripada sekarang. Ada gaji, bonus dan kompetisi selalu jalan dengan baik, ujar striker asal Argentina ini.
Sekarang, kalau kita di luar kandang, wasit selalu bantu tuan rumah. Ingat, kalau Tim Nasional main di luar, kita tidak bisa harapkan bantuan wasit, tandasnya. (fjr/end)
Kepada , Soler mengatakan bahwa gajinya sudah telat tiga bulan ini. Yang membuatnya pusing, ia tak kunjung juga mendapatkan kejelasan mengenai gajinya. Apalagi istrinya baru saja melahirkan putra ketiganya di Surabaya April lalu. Saya sedang pusing, sudah tiga bulan dapat 20% saja, ungkap Soler lirih.
Pernyataan pencetak gol tunggal Persebaya dengan berdarah-darah saat lawan Bontang FC lalu itu memang sedikit meragukan. Sebab ia baru resmi bergabung dengan Persebaya pada 17 Maret lalu. Apalagi dalam keterangan Persebaya lalu, mereka mengaku pembayaran gaji pemain mereka telat hanya sebulan saja.
Sementara itu, salah satu pemain Green Force yang enggan disebutkan namanya mengaku kalau sebenarnya dua bulan ini Persebaya hanya membayar 20 persen gaji pemain mereka. Kalau Persebaya dua bulan Mas, Maret sama April cuma 20 persen. Kalau Soler mungkin yang di Persis (Solo) nyantol sebulan, katanya, Rabu (16/5).
Tanpa mau mengecam klub tempat ia bermain sekarang, striker asal Argentina ini pun menunjuk PSSI dan IPL sebagai sasaran kecamannya. Apalagi, gajinya selama empat bulan saat ia bermain di klub Liga Primer Indonesia (LPI), Real Mataram tahun lalu hingga kini belum dibayarkan.
Tahun kemarin gaji saya belum dibayar empat bulan di LPI. Sekarang tiga bulan. Bagaimana ini? Kita dan pemain lainnya sudah kirim surat tak ada jawaban dari sana. PSSI itu kalau tidak bisa urus IPL stop saja atau berikan liga pada yang punya uang lebih saja, ketusnya.
Mantan pemain Persipura Jayapura musim 2003-2004 ini pun mulai membanding-bandingkan liga di Indonesia dulu dan saat ini. Saya memang baru dua tahun ini di Indonesia, tapi 2003-2004 saya pernah main untuk Persipura. Tapi PSSI dulu jauh lebih bagus daripada sekarang. Ada gaji, bonus dan kompetisi selalu jalan dengan baik, ujar striker asal Argentina ini.
Sekarang, kalau kita di luar kandang, wasit selalu bantu tuan rumah. Ingat, kalau Tim Nasional main di luar, kita tidak bisa harapkan bantuan wasit, tandasnya. (fjr/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ulang Tahun ke-96, PSSI Pasang Target Lolos ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 19 April 2026, 19:39
LATEST UPDATE
-
Rafael Leao Pamit dari AC Milan, Bakal Gabung MU?
Liga Italia 31 Mei 2026, 09:40
-
Bekuk Arsenal di Budapest, PSG Dekati Rekor Real Madrid
Liga Champions 31 Mei 2026, 09:16
-
Gak Sekedar Hoki, PSG Memang Layak Jadi Juara UCL 2025/2026
Liga Champions 31 Mei 2026, 08:28
-
Harga Mahal Strategi Ultradefensif Arteta di Final Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 06:21
-
Wasit Menghukum Arsenal di Final Liga Champions
Liga Champions 31 Mei 2026, 06:02
-
Memuji Sikap Marquinhos
Liga Champions 31 Mei 2026, 05:56
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam PSG dan Arsenal, Ada Mikel Arteta
Editorial 29 Mei 2026, 14:23
-
3 Alasan Chelsea Sebaiknya Jual Enzo Fernandez Musim Panas Ini
Editorial 28 Mei 2026, 14:04














