'FIFA Sempat Bersikukuh Hendak Sanksi Indonesia'
Editor Bolanet | 27 November 2012 19:45
- Berlarunya kemelut sepak bola Indonesia terbukti tidak menghasilkan hal positif. Bahkan, FIFA sempat bersikukuh akan memberikan sanksi bagi sepak bola Indonesia, terkait berlarutnya kemelut ini.
Sikap FIFA ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz. Bersama Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Halim bertemu dengan Jerome Valcke, Kamis (22/11) pekan lalu. Pertemuan ini juga dihadiri Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi, Thierry Regenass.
Menurut Halim dalam pertemuan tersebut, delegasi PSSI dan delegasi FIFA membahas situasi terakhir dan upaya PSSI untuk menegakkan statuta di Indonesia. Selain itu, mereka berupaya membahas solusi agar kisruh di sepak bola nasional ini tak makin berlarut.
Pada mulanya, FIFA bersikukuh harus ada sanksi untuk Indonesia meski kita tetap berkomitmen untuk menegakkan statuta. Ini karena FIFA melihat masalah di Indonesia sangat sederhana, yaitu ada dua kelompok yang berbeda pendapat, ujar pria yang karib disapa Gus Iim ini.
Di mata FIFA, kedua kelompok sama-sama dianggap ngotot dan tak mau berunding apalagi berdamai, imbuhnya.
Namun, hasrat FIFA untuk menjatuhkan sanksi itu akhirnya batal. Hal ini setelah delegasi Indonesia, dalam pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut, menjelaskan beda antara dua kelompok yang berseteru saat ini.
Saya jelaskan perbedaan antara dua kelompok itu. Selain itu, kami juga adu data dan fakta, tegasnya. (den/dzi)
Sikap FIFA ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI, Halim Mahfudz. Bersama Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Halim bertemu dengan Jerome Valcke, Kamis (22/11) pekan lalu. Pertemuan ini juga dihadiri Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi, Thierry Regenass.
Menurut Halim dalam pertemuan tersebut, delegasi PSSI dan delegasi FIFA membahas situasi terakhir dan upaya PSSI untuk menegakkan statuta di Indonesia. Selain itu, mereka berupaya membahas solusi agar kisruh di sepak bola nasional ini tak makin berlarut.
Pada mulanya, FIFA bersikukuh harus ada sanksi untuk Indonesia meski kita tetap berkomitmen untuk menegakkan statuta. Ini karena FIFA melihat masalah di Indonesia sangat sederhana, yaitu ada dua kelompok yang berbeda pendapat, ujar pria yang karib disapa Gus Iim ini.
Di mata FIFA, kedua kelompok sama-sama dianggap ngotot dan tak mau berunding apalagi berdamai, imbuhnya.
Namun, hasrat FIFA untuk menjatuhkan sanksi itu akhirnya batal. Hal ini setelah delegasi Indonesia, dalam pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut, menjelaskan beda antara dua kelompok yang berseteru saat ini.
Saya jelaskan perbedaan antara dua kelompok itu. Selain itu, kami juga adu data dan fakta, tegasnya. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
5 Pemain Tertua di Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Modric Masuk Daftar!
Piala Dunia 6 Juni 2026, 20:50
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 6 Juni 2026, 20:37
-
Federico Chiesa Buka Peluang Tinggalkan Liverpool
Liga Inggris 6 Juni 2026, 19:25
-
Transfer Ederson ke Manchester United 100 Persen Selesai
Liga Inggris 6 Juni 2026, 19:02
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47















