FIFPro Khawatirkan Nasib Pemain Sepakbola di Indonesia
Editor Bolanet | 19 Desember 2012 15:26
- Terbebasnya Indonesia dari jeratan sanksi FIFA tak lantas membuat FIFPro menjadi lega. Sebaliknya, asosiasi pemain sepakbola profesional dunia ini khawatir kisruh sepakbola dalam negeri bakal berlarut-larut.
FIFPro juga mengkhawatirkan nasib para pemain di Indonesia jika proses penyelesaian konflik tidak segera menemukan titik temu. FIFPro mengambil contoh kematian Diego Mendieta, mantan pemain Persis Solo sebagai korban dari kisruh sepakbola di Indonesia.
Konflik politik internal dalam organisasi sepakbola Indonesia terlalu lama dibiarkan, hampir dua tahun. Para pemain berada di dalam ketidakpastian mengenai masa depan mereka. Banyak pemain yang memiliki masalah finansial karena pihak klub menunggak gaji mereka, ucap Sekjen FIFPro, Theo van Seggelen dalam situs resmi FIFPro.
Kematian tragis Diego Mendieta akibat virus dan tidak dapat berobat karena gajinya belum dibayar harus menjadi pelajaran bagi sepakbola Indonesia. Level sepakbola Indonesia harus ditingkatkan dengan memperhatikan hak pemain, sambung Seggelen.
Sementara itu, Brendan Schwab anggota direksi dari FIFPro dan Chairman FIFPro divisi Asia/Oceania menambahkan jika FIFPro mendukung penuh reformasi sepakbola Indonesia. Indonesia dilihatnya sebagai negara sepakbola terbesar di Asia Tenggara dan memiliki potensi untuk lebih besar lagi.
Guna menyelesaikan konflik sepakbola berkepanjangan di Indonesia, Schwab menuliskan tiga poin penting di bawah ini:
FIFPro juga mengkhawatirkan nasib para pemain di Indonesia jika proses penyelesaian konflik tidak segera menemukan titik temu. FIFPro mengambil contoh kematian Diego Mendieta, mantan pemain Persis Solo sebagai korban dari kisruh sepakbola di Indonesia.
Konflik politik internal dalam organisasi sepakbola Indonesia terlalu lama dibiarkan, hampir dua tahun. Para pemain berada di dalam ketidakpastian mengenai masa depan mereka. Banyak pemain yang memiliki masalah finansial karena pihak klub menunggak gaji mereka, ucap Sekjen FIFPro, Theo van Seggelen dalam situs resmi FIFPro.
Kematian tragis Diego Mendieta akibat virus dan tidak dapat berobat karena gajinya belum dibayar harus menjadi pelajaran bagi sepakbola Indonesia. Level sepakbola Indonesia harus ditingkatkan dengan memperhatikan hak pemain, sambung Seggelen.
Sementara itu, Brendan Schwab anggota direksi dari FIFPro dan Chairman FIFPro divisi Asia/Oceania menambahkan jika FIFPro mendukung penuh reformasi sepakbola Indonesia. Indonesia dilihatnya sebagai negara sepakbola terbesar di Asia Tenggara dan memiliki potensi untuk lebih besar lagi.
Guna menyelesaikan konflik sepakbola berkepanjangan di Indonesia, Schwab menuliskan tiga poin penting di bawah ini:
1. Penyelesaian dualisme di tubuh PSSI sesuai dengan statuta baru yang disetujui FIFA dan AFC.
2. Pembentukan format terbaik untuk penyatuan liga di bawah PSSI pada tahun 2014.
3. Penerapan standar dan regulasi yang disepakati FIFA dan FIFPro dalam kompetisi untuk melindungi hak pemain. PSSI harus melakukan hal ini secepat mungkin dengan koordinasi APPI, anggota FIFPro di Indonesia. (fifpro/mac)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
32 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Lawan Timnas Spanyol?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 15:00
-
Saingi Arsenal, MU Juga Kejar Bruno Guimaraes
Liga Inggris 28 Juni 2026, 14:30
-
Siapa Lawan Timnas Inggris di 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 14:00
-
MU Putuskan Lepas Striker Muda Berbakat Mereka di Musim Panas 2026?
Liga Inggris 28 Juni 2026, 13:30
-
32 Besar Piala Dunia 2026: Siapa Lawan yang Menanti Timnas Portugal?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 13:00
-
Siapa Lawan Timnas Argentina di 32 Besar Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 28 Juni 2026, 12:00
-
Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, 29 Juni - 4 Juli 2026
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:50
-
Man of the Match Aljazair vs Austria: Riyad Mahrez
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:19
-
Man of the Match Yordania vs Argentina: Giovani Lo Celso
Piala Dunia 28 Juni 2026, 11:09
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41












