Firman Utina Bicara Piala AFF 2010: Tuduhan Suap hingga Gagal Penalti Lawan Malaysia
Asad Arifin | 27 Juni 2020 16:30
Bola.net - Piala AFF 2010 menjadi momen yang tak habis dibahas penikmat sepak bola Indonesia. Sebab, Timnas Indonesia hampir menjadi juara sebelum kalah dari Malaysia di laga final. Ada banyak cerita menarik dari turnamen dua tahunan tersebut.
Firman Utina adalah saksi hidup dan pelaku sejarah di Piala AFF 2010. Dia menjadi kapten Timnas Indonesia kala itu. Gelandang kelahiran Manado, 15 Desember, ini mengaku tidak bisa melupakan pengalaman pahitnya itu. Apalagi ada tudingan isu suap di balik kegagalan itu.
Pada channel youtube Rian Ekky Pradipta, Firman Utina secara blak-blakan bercerita seputar kegagalan itu. Termasuk kegagalan dirinya mengambil eksekusi penalti pada leg kedua melawan tim nasional Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta 29 Desember 2010.
Pada partai ini, Indonesia butuh kemenangan lebih dari tiga gol setelah kalah 0-3 pada leg pertama di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 26 Desember 2010.
Pada menit ke-18, Indonesia mendapat penalti. Firman bercerita, ia sebenarnya tidak siap secara fisik dan mental menjadi eksekutor. Apalagi, cedera lutut yang menderanya sejak semifinal belum pulih betul. Ia pun meminta Irfan Bachdim mengganti peran. Tapi, ternyata Irfan tidak berani. Begitu pun dengan Cristian Gonzales.
Sebelumnya, pelatih Alfred Riedl memang sudah menunjuk dua eksekutor penalti yang dipilih berdasarkan evaluasi dalam latihan yakni Firman dan Bambang Pamungkas. Bambang masih duduk di bangku cadangan, dan Firman yang jadi eksekutor utama.
"Tapi, coach Riedl juga berpesan ke saya, kalau kamu tidak siap, berikan ke pemain lain," ungkap Firman.
Ketika tidak ada yang siap, sebagai kapten, Firman pun harus bertanggungjawab dengan mengambil penalti itu. "Akhirnya saya kembali mengambil alih dan menjadi eksekutor, ternyata gagal," kenang Firman.
Seperti diketahui Timnas Indonesia hanya menang 2-1 pada leg kedua dan gagal meraih trofi juara. Meski mendapat penghargaan personal sebagai pemain terbaik Piala AFF 2010, Firman merasa dirinya gagal karena tidak mempersembahkan gelar buat Indonesia.
"Saya termasuk generasi yang gagal bersama Timnas Indonesia. Semoga generasi setelah saya bisa berprestasi lebih baik," harap Firman Utina.
Cedera dan Tudingan Suap

Pada kesempatan itu, Firman Utina juga menepis tudingan isu yang membayangi kiprah timnas di Piala AFF 2010.
"Saya tegaskan, tidak ada satu pun dalam elemen tim, terutama pemain melakukan hal negatif itu. Bagi kami, bermain di tim nasional dan meraih pretasi adalah tujuan utama dalam karier sepak bola. Jadi tidak mungkin kami melakukan hal itu," tutur Firman.
Firman menambahkan, sebagai pelatih Riedl pun sangat memproteksi pemain. Ia merujuk kejadian di ruang ganti pemain setelah Timnas Indonesia mengalahkan Filipina dengan skor 1-0 dalam leg kedua semifinal di Stadion Gelora Bung Karno, 19 Desember 2010. Hasil itu memastikan tim merah putih lolos ke final dengan agregat 2-0.
Ketika itu, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid datang untuk memberi selamat. Tapi, Riedl langsung menyuruh Nurdin keluar. Nurdin yang tidak terima diperlakukan seperti itu meminta Iwan Budianto, manajer tim, bicara kepada Riedl. Tapi, pelatih berpaspor Austria itu bergeming.
"Coach Riedl bilang ke Pak Nurdin, tim ini wewenang saya. Kalau tim ini juara, kan Anda juga ikut sukses," kata Firman menirukan ucapan sang mentor.
Setelah Nurdin pergi, Riedl pun mengumpulkan pemain dan meminta melupakan kejadian itu. "Coach Riedl bilang, 'Setiap saat saya bisa pulang ke Austria. Tapi, kalian pemain, lahir dan meninggal di Indonesia, berikanlah yang terbaik buat negaramu'."
Firman pun menegaskan semua pemain punya tekad yang sama saat itu, yakni meraih juara. Firman merujuk dirinya yang tetap berusaha menjadi bagian dari tim meski secara medis, cedera lututnya terbilang parah.
Setiap tampil pada dua leg final, ia harus menjalani terapi khusus dan mendapat suntikan pada 20 titik untuk meredam sakit dan nyeri. "Sebenarnya tindakan itu bisa disebut bagian dari doping. Makanya saya baru buka sekarang," kata Firman.
Firman pun berharap jangan ada lagi mengaitkan kekalahan Timnas Indonesia dengan isu suap karena bisa berdampak psikologis buat pemain muda.
"Bisa saja mereka takut bermain di timnas karena bisa dituding macam-macam kalau kalah. Beruntung saat itu, mayoritas pemain di timnas Piala AFF 2010 adalah pemain yang memiliki mental kuat. Faktor Riedl juga berperan penting dalam hal ini," pungkas Firman.
Disadur dari Bola.com (Penulis: Abdi Satria/Editor: Benediktus Gerendo, 27 Juni 2020)
Baca Ini Juga:
Menelusuri Jejak Skuad Timnas Indonesia 2010, yang Nyaris Membuat Indonesia Berpesta
Kabar Miring di Final Piala AFF 2010 Membuat Skuat Timnas Indonesia Kecewa
Hamka Hamzah Soal Tuduhan Suap di Final Piala AFF 2010: Silakan Cek Rekening Saya!
Firman Utina Bicara Soal Kegagalan Penalti di Final Piala AFF 2010
Tuduhan Match Fixing di Piala AFF 2010 Bikin Firman Utina Sakit Hati
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
LATEST UPDATE
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51

