Gelar KLB, Tim Transisi Janjikan PSSI Yang Sehat dan Transparan
Editor Bolanet | 29 Mei 2015 20:44
- Tim Transisi bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali berjanji bakal segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Hal tersebut, bertujuan mencari pengurus baru Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Masa kerja yang diberikan kepada kami, hanya lima bulan untuk membenahi tata kelola persepakbolaan nasional. Dengan keterbatasan waktu yang ada, maka kami fokuskan kepada pembenahan organisasi dan kompetisi, terang Ketua Tim Pokja Komunikasi Tim Transisi, Zuhairi Misrawi.
Itu kami lakukan untuk pembenahan organisasi. Namun mengenai formatnya, masih akan kami bahas. Semoga, ada orang-orang baik yang bersedia menjadi pengurus PSSI yang akan kami bentuk. Nantinya, PSSI akan lebih sehat dan transparan, tuturnya.
Sedangkan perihal pemberlakuan Surat Keputusan (SK) Pembekuan yang telah dijatuhkan Kemenpora kepada PSSI, dikatakannya lagi, sebenarnya yang dibekukan adalah kepengurusan PSSI di bawah Ketua Umum Djohar Arifin dan bukan La Nyalla Mahmud Mattaliti.
SK Pembekuan diterbitkan pada 17 April, saat PSSI masih dipimpin Ketua Umum Djohar Arifin Husin. Dengan demikian, otomatis KLB PSSI 18 April yang memilih Ketua Umum La Nyalla Mattaliti tidak diakui, ungkap Zuhairi.
Karena itu, meski Pengadilan Tata Usaha Negara memutuskan mengabulkan putusan sela atas SK Pembekuan yang diminta PSSI. Kami tetap optimis bakal memenangkan sidang gugatan di PTUN. Mestinya yang mengajukan gugatan itu Djohar Arifin bukan La Nyalla, pungkasnya. (esa/dzi)
Masa kerja yang diberikan kepada kami, hanya lima bulan untuk membenahi tata kelola persepakbolaan nasional. Dengan keterbatasan waktu yang ada, maka kami fokuskan kepada pembenahan organisasi dan kompetisi, terang Ketua Tim Pokja Komunikasi Tim Transisi, Zuhairi Misrawi.
Itu kami lakukan untuk pembenahan organisasi. Namun mengenai formatnya, masih akan kami bahas. Semoga, ada orang-orang baik yang bersedia menjadi pengurus PSSI yang akan kami bentuk. Nantinya, PSSI akan lebih sehat dan transparan, tuturnya.
Sedangkan perihal pemberlakuan Surat Keputusan (SK) Pembekuan yang telah dijatuhkan Kemenpora kepada PSSI, dikatakannya lagi, sebenarnya yang dibekukan adalah kepengurusan PSSI di bawah Ketua Umum Djohar Arifin dan bukan La Nyalla Mahmud Mattaliti.
SK Pembekuan diterbitkan pada 17 April, saat PSSI masih dipimpin Ketua Umum Djohar Arifin Husin. Dengan demikian, otomatis KLB PSSI 18 April yang memilih Ketua Umum La Nyalla Mattaliti tidak diakui, ungkap Zuhairi.
Karena itu, meski Pengadilan Tata Usaha Negara memutuskan mengabulkan putusan sela atas SK Pembekuan yang diminta PSSI. Kami tetap optimis bakal memenangkan sidang gugatan di PTUN. Mestinya yang mengajukan gugatan itu Djohar Arifin bukan La Nyalla, pungkasnya. (esa/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!
Tim Nasional 13 Februari 2026, 15:47
-
Timnas Indonesia U-23 Dikabarkan Terancam Absen di Asian Games 2026, Ini Respons PSSI
Tim Nasional 12 Februari 2026, 18:37
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Akhirnya Punya SIM, Tertangkap Nyetir Mobil Mini di Paris
Bolatainment 7 Maret 2026, 00:17
-
Prediksi Milan vs Inter 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 23:13
-
Prediksi Genoa vs Roma 9 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 22:45
-
Manchester United Diam-diam Protes Jadwal Liga Inggris, Ada Masalah Apa?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:46
-
Prediksi Athletic Club vs Barcelona 8 Maret 2026
Liga Spanyol 6 Maret 2026, 21:36
-
Prediksi Newcastle vs Man City 8 Maret 2026
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:21
-
Prediksi Juventus vs Pisa 8 Maret 2026
Liga Italia 6 Maret 2026, 21:10
-
Tempat Menonton Wolves vs Liverpool: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 6 Maret 2026, 21:00













