Hadapi Arema, Para Penggawa Persema Sempat Nervous
Editor Bolanet | 29 April 2013 19:06
- Kekalahan dari Arema Indonesia dalam Derby Malang, Senin (29/04), tak lepas dari nervousnya para penggawa Persema Malang. Hal ini diungkapkan pelatih tim berjuluk Laskar Ken Arok tersebut, Rudi Hariantoko.
Anak-anak bermain di bawah tekanan. Di babak pertama saya menginstruksikan mereka untuk menunggu dan melakukan counter attack. Namun, mereka nervous. Setelah turun minum dan beberapa arahan di ruang ganti, mereka tampil lebih baik. Bisa saya katakan, inilah permainan asli kami, ujar Rudi, dalam sesi konferensi pers usai laga.
Sebelumnya, dalam laga lanjutan Indonesian Premier League yang dihelat di Stadion Gajayana, Persema harus menerima kekalahan dari saudara muda mereka, Arema. Tampil lebih mendominasi penyerangan, Persema justru harus bertekuk lutut dengan skor 1-3.
Dalam laga ini, Persema memiliki sejumlah peluang emas yang bisa jadi bakal mengubah hasil akhir. Sayang, para penggawa muda Laskar Ken Arok gagal memanfaatkannya dengan baik.
Sementara itu, Rudi juga mengakui bahwa anak asuhnya banyak membuang peluang. Menurutnya, hal ini tak lepas dari kurangnya ketenangan Kim Kurniawan dan kawan-kawan dalam menyelesaikan peluang.
Pertama, mungkin anak-anak sudah capek sehingga tidak bisa memanfaatkan peluang. Kedua, anak-anak masih muda sehingga kurang pengalaman dan ketenangan dalam menyelesaikan peluang, Rudi menandaskan. (den/dzi)
Anak-anak bermain di bawah tekanan. Di babak pertama saya menginstruksikan mereka untuk menunggu dan melakukan counter attack. Namun, mereka nervous. Setelah turun minum dan beberapa arahan di ruang ganti, mereka tampil lebih baik. Bisa saya katakan, inilah permainan asli kami, ujar Rudi, dalam sesi konferensi pers usai laga.
Sebelumnya, dalam laga lanjutan Indonesian Premier League yang dihelat di Stadion Gajayana, Persema harus menerima kekalahan dari saudara muda mereka, Arema. Tampil lebih mendominasi penyerangan, Persema justru harus bertekuk lutut dengan skor 1-3.
Dalam laga ini, Persema memiliki sejumlah peluang emas yang bisa jadi bakal mengubah hasil akhir. Sayang, para penggawa muda Laskar Ken Arok gagal memanfaatkannya dengan baik.
Sementara itu, Rudi juga mengakui bahwa anak asuhnya banyak membuang peluang. Menurutnya, hal ini tak lepas dari kurangnya ketenangan Kim Kurniawan dan kawan-kawan dalam menyelesaikan peluang.
Pertama, mungkin anak-anak sudah capek sehingga tidak bisa memanfaatkan peluang. Kedua, anak-anak masih muda sehingga kurang pengalaman dan ketenangan dalam menyelesaikan peluang, Rudi menandaskan. (den/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Faktor yang Buat Kim Kurniawan Betah di Persib
Bola Indonesia 10 Juli 2020, 23:12
-
Cerita Franco Hita Membawa Sarung Tinju ke Latihan Persema Malang
Bola Indonesia 21 Juni 2020, 02:38
-
Joko Susilo, Sosok di Balik Logo Perdana Arema Indonesia
Bola Indonesia 19 Juli 2019, 19:10
-
Ultah ke-31, Arema Diharapkan Kembali Jadi Satu
Bola Indonesia 11 Agustus 2018, 02:20
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
-
Botol Minum Bikin FIFA Bingung
Piala Dunia 7 Juni 2026, 14:33
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47










