Harbiansyah Berharap Pemerintah Turun Tangan Atasi Kisruh
Editor Bolanet | 15 Januari 2013 21:30
- Kisruh sepakbola Indonesia yang tak kunjung usai mengundang reaksi dari Komisaris Badan Liga Indonesia Harbiansyah Hanafiah. Menurutnya, jika tak ingin semakin berlarut-larut, pemerintah harus segera turun tangan.
Selain mengomentari kisruh sepakbola nasional yang semakin tak jelas arahnya, Harbiansyah juga menyoroti efek akibat kisruh tersebut. Terutama semangat pembinaan di daerah yang mulai kendor.
Tak usah jauh-jauh, seperti yang terjadi di Kalimantan Timur saja seandainya orang 'gila bola' seperti saya (Harbiansyah) Syahril, dan Roni Fauzan berhenti melakukan pembinaan karena patah semangat, terus siapa lagi yang mau melanjutkan pembinaan sepak bola di Kaltim, dan begitu pula di daerah lain, tutur Harbiansyah seperti dilansir Antara.
Ditambahkan Harbiansyah, sangat disayangkan bila persepakbolaan di daerah maupun nasional mati suri karena tidak ada upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan, karena pasti aset-aset pemerintah berupa stadion dan sarana lain akan sepi dan tidak ada nilai gunanya.
Ini baru satu segi, belum lagi aspek ekonomi kerakyatan sebagai imbas dari tontonan pertandingan bola seperti orang jualan, parkir tentu akan mengikuti mati suri dengan tidak adanya aktivitas yang terjadi, papar Harbiansyah. (ant/dzi)
Selain mengomentari kisruh sepakbola nasional yang semakin tak jelas arahnya, Harbiansyah juga menyoroti efek akibat kisruh tersebut. Terutama semangat pembinaan di daerah yang mulai kendor.
Tak usah jauh-jauh, seperti yang terjadi di Kalimantan Timur saja seandainya orang 'gila bola' seperti saya (Harbiansyah) Syahril, dan Roni Fauzan berhenti melakukan pembinaan karena patah semangat, terus siapa lagi yang mau melanjutkan pembinaan sepak bola di Kaltim, dan begitu pula di daerah lain, tutur Harbiansyah seperti dilansir Antara.
Ditambahkan Harbiansyah, sangat disayangkan bila persepakbolaan di daerah maupun nasional mati suri karena tidak ada upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan, karena pasti aset-aset pemerintah berupa stadion dan sarana lain akan sepi dan tidak ada nilai gunanya.
Ini baru satu segi, belum lagi aspek ekonomi kerakyatan sebagai imbas dari tontonan pertandingan bola seperti orang jualan, parkir tentu akan mengikuti mati suri dengan tidak adanya aktivitas yang terjadi, papar Harbiansyah. (ant/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wakil Ketum BTN Tidak Takut Ancaman Diadukan ke FIFA
Tim Nasional 19 Maret 2013, 21:47
-
RD dan Jacksen Belum Dapat Honor Dari BTN
Tim Nasional 19 Maret 2013, 20:42
-
7 Maret BTN Mulai Gelar TC Timnas
Tim Nasional 4 Maret 2013, 18:02
-
Jika Bubarkan ISL, Pemerintah Harus Tanggung Jawab
Bola Indonesia 4 Februari 2013, 22:15
-
Pendukung KPSI Temui KOI Bahas Penyelesaian Konflik
Bola Indonesia 23 Januari 2013, 21:10
LATEST UPDATE
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
-
Tinggalkan Chelsea, Alejandro Garnacho Sepakat Gabung Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 05:49
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












