Harry Salisbury - Pesona dan Bukti Cintanya pada PSIS Semarang
Gia Yuda Pradana | 24 Juni 2020 09:51
Bola.net - PSIS Semarang pernah memiliki skuad hebat saat mengarungi Liga Indonesia 2005. Mereka menempati peringkat ketiga pada musim tersebut.
Selain memiliki sederet pemain hebat termasuk duet Tango, Emanuel De Porras dan Gustavo Hernan Ortiz, publik PSIS tak akan melupakan sosok pemain Indonesia penuh talenta, Harry Salisbury.
Pria kelahiran Jakarta, 15 April 1977, itu menjadi sosok idola bagi Panser Biru selama musim 2005 sampai 2008. Posisinya sebagai bek kiri di PSIS sangat sulit tergantikan.
Ia didatangkan dari Persijatim Solo FC pada 2004, seiring mantan klubnya pindah ke Palembang. Harry Salisbury juga dikenal memiliki kemampuan tendangan bebas mematikan.
Sebagian besar golnya lahir dari eksekusi tendangan bebas kaki kiri. Dengan mengenakan nomor punggung khas miliknya yakni 17, Harry Salisbury dielu-elukan publik PSIS, terutama kepiawaian melakukan tendangan bebas.
Kali ini Bola.com, menyajikan ulasan menarik tentang pesona Harry Salisbury yang pernah menjadi magnet di tim PSIS. Ia banyak bercerita mengenai tiga musim yang mengesankan bersama PSIS serta bukti cintanya untuk klub kebanggaan wong Semarang.
Matang di Persijatim Solo
Nama Harry Salisbury mulai dikenal publik Solo, tatkala tim yang dibelanya hijrah dari Jakarta ke Kota Bengawan yakni Persijatim. Dirinya ikut menjadi bagian The Young Guns Persijatim Solo FC musim 2002 sampai 2004.
Ia bersama rekan-rekannya seperti Maman Abdurahman, Eka Ramdani, Tony Sucipto, sampai Ismed Sofyan, menjadi idola publik sepak bola Solo, setelah ditinggal klub Pelita. Kiprah Persijatim ketika itu cukup moncer terutama di tahun pertama.
Pada tahun kedua, Persijatim Solo FC hanya mampu bertahan di Kota Bengawan selama setengah musim. Mereka hijrah ke Palembang sampai akhir musim dan berganti nama menjadi Sriwijaya FC.
Sosok Harry Salisbury sudah menjadi andalan di Solo. Permainannya di sisi kiri baik pertahanan maupun membantu penyerangan, menjadi kekuatan tersendiri.
"Saya baru pertama merantau keluar daerah, karena ada tekad jadi pemain bola yang hebat. Hingga kesampaian mulai dari akar di Persijatim Solo dan matang di PSIS Semarang," bebernya dalam perbincangan, Senin (22/6/2020).
"Sebenarnya sempat disuruh bertahan di Persijatim, karena setengah musim sudah main di Palembang. Kebetulan saya kaptennya di sisa musim itu, jadi semua ikut ke Palembang," ungkap Harry Salisbury.
Kecintaannya pada PSIS
Setelah berkarier dua musim bersama Persijatim, ia dipinang klub legenda Jateng lainnya yakni PSIS Semarang pada 2005.
Di bawah naungan pelatih senior Bambang Nurdiansyah, Harry langsung menjadi andalan di barisan bek kiri. Peran Harry Salisbury begitu vital di sisi kiri.
Tidak hanya menjadi titik kekuatan sayap, dirinya kerap melakukan manuver membantu penyerangan, kemudian turun lagi ke belakang. Hal itulah membuatnya begitu sulit tergantikan.
Hijrahnya Harry Salisbury ke PSIS tak lepas dari pengaruh sesama rekannya di Persijatim, yaitu Modestus Setiawan, yang memilih kembali ke kampung halamannya di Semarang. Modestus sekaligus mengajak Harry Salisbury dan Maman Abdurahman.
"Modestus yang mengajak saya ke Semarang, kebetulan mas Yoyok sudah tahu saya mainnya. Gayung bersambut, Mas Yoyok Sukawi (petinggi PSIS) menawarkan kontrak, langsung saya ambil, disusul Maman Abdurahman," katanya.
"Kemudian setelah dua musim saya di PSIS, tawaran dari tim lain datang, banyak sekali yang menawarkan saya pindah. Tapi saya merasa nyaman saja di Semarang," tutur Harry Salisbury.
Momen Istimewa
Harry Salisbury tercatat bermain selama tiga musim bersama PSIS. Bergabung pada musim 2005, lantas ia keluar dari PSIS pada musim 2008. Ia bergabung dengan Persib Bandung, Persija Jakarta, hingga terakhir di Persitara Jakarta Utara.
Harry Salisbury dikenal memiliki keistimewaan dalam tendangan kaki kiri, terlebih ketika mendapat kesempatan sebagai eksekutor tendangan bebas. Sejumlah gol dari free kick ia hasilkan, dengan kaki kiri yang menjadi kelebihannya.
"Dari dulu memang suka menggunakan kaki kiri, sudah jadi kebiasaan saja. Setiap ada peluang tendangan bebas penonton selalu menyoraki saya untuk yang menendang bebas," ujarnya.
Selama tiga musim di Semarang, banyak kenangan manis yang ia dapatkan. Beberapa momen istimewa yang begitu sulit dilupakannya, termasuk gol yang pernah ia cetak dan penuh dengan kesan tersendiri.
"Tiga musim di PSIS, paling saya kenang adalah musim pertama main di Jatidiri melawan PSPS Pekanbaru. Kami menang 3-1, dan saya cetak dua gol lewat tendangan bebas langsung, satu gol lain kalau tidak salah dicetak Ridwan," kenangnya.
"Penonton seketika seperti jatuh cinta dengan saya. Kemudian gol tendangan bebas ke gawang PSMS Medan yang mengantarkan juara ketiga di Senayan juga tidak kalah berkesan," paparnya.
Sulit Lupakan PSIS

Setelah pensiun di musim 2012, Harry Salisbury mengaku begitu sulit melupakan PSIS Semarang. Meski hanya tiga musim berkiprah di kota Lunpia, ia tetap selalu teringat dengan masa-masa bermain di Stadion Jatidiri.
Sebagai bukti lain kecintaannya kepada PSIS, ia masih aktif mengikuti sepak terjang tim pujaan Panser Biru dan Snex itu. Berbagi informasi tentang PSIS, hingga menjalin komunikasi dengan pengurus klub masih ia lakukan sampai saat ini.
"Saya selalu memposting hal tentang PSIS, jadi saya tidak bisa melupakan tim ini. Suporter yang luar biasa, dengan manajemen klub yang seperti teman sendiri. Banyak kenangan selama di PSIS," lanjut Harry Salisbury.
Ia juga mengaku tak akan melupakan suporter PSIS yang begitu fanatik dan totalitas dalam memberikan dukungan. Baik Panser Biru dan Snex mendapatkan acungan jempol dan hati dari Harry Salisbury.
"Suporter PSIS loyal sekali, rata-rata suporter daerah begitu total mendukung tim. Stadion selalu penuh, jadi sangat salut sama mereka dan membuat saya berkesan dengan suporter Semarang. Tidak hanya di kandang, di tandang juga militan mendukung," katanya lagi.
"Sampai sekarang saya masih mengikuti PSIS, komunikasi masih jalan, ada grup WhatsApp mantan-mantan pemain PSIS. Kiprah PSIS lagi bagus sebenarnya sebelum ditunda karena COVID-19. Mudah-mudahan tetap konsisten saat kompetisi dilanjutkan nanti," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Yus Mei Sawitri
Published: 24 Juni 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Melihat Perjalanan Karier Andritany Ardhiyasa dalam Angka
Angka-angka yang Mengiringi Kiprah Arema di Kancah Sepak Bola Nasional
Aji Santoso Masih Khawatir Jika Kompetisi Dilanjutkan di Tengah Pandemi
Empat Musim Membela Persebaya, Surabaya Jadi Rumah Kedua Bagi Hidayat
Liga Akan Kembali Digulirkan, Dua Legiun Asing PSIS Siap Kembali ke Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Persija vs Persik di BRI Super League
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 18:34
-
Link Live Streaming Persebaya vs Madura United di BRI Super League
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 18:20
-
Hasil BRI Super League: Gol Injury Time Persita Gagalkan Kemenangan Bali United
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 17:34
-
Hasil Arema FC vs Dewa United: Singa Edan Pesta Empat Gol
Bola Indonesia 25 Oktober 2026, 17:28
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




